
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/519617340&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2>Laki-laki Dilarang Memakai Kalung?</h2>
<p><em>Apa hukumnya laki laki mengenakan kalung…</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Terlepas dari bahannya, kalung yang kita pakai, secara umum ada 2 fungsi,</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, sebagai perhiasan, baik berbahan emas, perak atau bahan lainnya.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, bukan sebagai perhiasan, misalnya kalung sebagai tanda pengenal, seperti tanda pengenal haji atau umrah yang dikalungkan.</p>
<p>Kalung yang dipakai sebagai perhiasan, umumnya dibanggakan oleh pemiliknya. Dia merasa nyaman ketika memakainya. Bahkan merasa senang jika ada yang memujinya.</p>
<p>Sementara kalung yang fungsinya bukan untuk perhiasan, umumnya orang merasa risih menggunakannya. Dia bersabar menggunakannya, karena pertimbangan kebutuhan.</p>
<p>Karena itu, mengenai hukum mengenakan kalung bagi lelaki, bisa kita rinci sebagai berikut,</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/GBW5JIk1gIE?rel=0&amp;controls=0" width="640" height="360" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, memakai kalung berbahan emas</p>
<p>Hukumnya haram dan bahkan ada ancaman khusus berupa api neraka.</p>
<p>Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا</p>
<p><em>“Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para lelaki’.”</em> (HR. an-Nasai 5148 dan Ahmad 4/392 dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Dalam hadis lain, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, suatu ketika, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melihat ada sahabatnya yang memakai cincin dari emas. Beliaupun langsung mengambilnya dan membanting cincin itu sambil mengatakan,</p>
<p class="arab">يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِى يَدِه</p>
<p><em>“Kalian sengaja mengambil sepotong neraka dan meletakkannya di tangan kalian.”</em> (HR. Muslim 5593)</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, memakai kalung selain emas, tapi untuk perhiasan.</p>
<p>Seperti memakai kalung perak atau kuningan.</p>
<p>Perbuatan ini termasuk menyerupai wanita. Karena perhiasan berupa kalung adalah ciri khas wanita. Dan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melaknat lelaki yang menyerupai wanita atau sebaliknya.</p>
<p>Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ</p>
<p>“Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari 5885).</p>
<p>Termasuk meniru dalam masalah pakaian dan asesoris.</p>
<p>Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> menyatakan,</p>
<p class="arab">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ</p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad 8309 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).</p>
<p>Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,</p>
<p class="arab">اتخاذ السلاسل للتجمل بها محرم، لأن ذلك من شيم النساء، وهو تشبه بالمرأة وقد لعن الرسول صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء</p>
<p>Lelaki yang memakai kalung untuk perhiasan hukumnya haram. Karena ini bagian dari ciri wanita. Sehingga lelaki ini meniru wanita. Sementara Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melaknat lelaki yang meniru wanita. (<em>Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin</em>, jilid 11 – Bab al-Aniyah).</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, kalung yang tidak berfungsi sebagai perhiatan.</p>
<p>Hukumnya dibolehkan, dan tidak ada bentuk pelanggaran syariat di sana.</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 