
<p>Sahabat muslim, kali ini kita akan membahas tentang hukum mandi Jumat sebelum menghadiri shalat Jumat</p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Niat Mandi Jumat</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagi orang-orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at, sangat dianjurkan dan ditekankan untuk mandi terlebih dahulu. Baik dia memiliki bau badan yang perlu dihilangkan ataukah tidak. Wajib baginya untuk meniatkan mandi Jum’at, bukan sekedar niat bersih-bersih badan, atau untuk mencari kesegaran, sehingga dia pun mendapatkan pahala atas niatnya tersebut. Terdapat dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya mandi Jum’at dan kedudukannya di dalam Islam, sebagaimana yang nanti akan kami sebutkan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44926-beberapa-kesalahan-di-hari-jumat-bag-3.html" data-darkreader-inline-color="">Memperpanjang Khotbah dan Mempercepat Salat</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Mandi Spekan Sekali, meski Tidak Shalat Jum’at</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat hadits yang menekankan pentingnya mandi setiap pekan minimal sekali. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>حَقٌّ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ، يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Menjadi kewajiban atas setiap muslim untuk mandi sekali setiap tujuh hari, dia membasuh kepala dan badannya.” </span><b>(HR. Bukhari no. 856 dan Muslim no. 849)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil ini menunjukkan bahwa setiap muslim dituntut untuk mandi minimal sekali dalam tujuh hari, agar dia tetap bersih dan segar. Waktunya tidak dikaitkan dengan mandi wajib (mandi junub), misalnya, karena terkadang waktunya bisa lama, lebih-lebih bagi yang tidak memiliki istri. Akan tetapi, ditekankan untuk mandi dan memperbanyak mandi. Inilah mandi rutin yang dianjurkan setiap pekan sekali, meskipun seseorang tidak menghadiri shalat Jum’at. </span><b>[1]</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44924-beberapa-kesalahan-di-hari-jumat-bag-2.html" data-darkreader-inline-color="">Mengkhususkan Malam Jumat untuk Salat Malam</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Hukum Mandi Jum’at: Wajib atau Sunnah?</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak ada perselisihan tentang disyariatkannya mandi Jum’at, juga tidak ada perselisihan bahwa shalat Jum’at tetap sah meskipun tidak mandi Jum’at. Yang diperselisihkan oleh para ulama adalah, apakah mandi Jum’at ini wajib? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para ulama fiqh </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahumullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum’at menjadi tiga pendapat.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Pendapat pertama, wajib secara mutlak. </b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Para ulama yang berpendapat wajib, berdalil dengan hadits-hadits berikut ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mandi Jum’at itu </span><b>wajib</b><span style="font-weight: 400;"> atas setiap orang yang telah baligh.” </span><b>(HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma, </span></i><span style="font-weight: 400;">beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah.” </span><b>(HR. Bukhari no. 894 dan Muslim no. 844)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari sahabat Ibnu ‘Abbas </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak.” </span><b>(HR. Ibnu Majah no. 1098, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44922-beberapa-kesalahan-di-hari-jumat-bag-1.html" data-darkreader-inline-color=""> Mengkhususkan Hari Jumat untuk Berpuasa Sunah</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Pendapat ke dua, sunnah secara mutlak. </b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Para ulama yang mengatakan sunnah secara mutlak, mereka berdalil bahwa mandi yang statusnya wajib itu hanya mandi janabah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan jika kamu junub, maka mandilah.” </span><b>(QS. Al-Maidah [5]: 6)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siapa yang tidak junub, maka tidak wajib mandi, namun yang diwajibkan adalah wudhu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mereka juga berargumen bahwa seandainya jamaah itu shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at, maka shalat Jum’atnya sah menurut kesepakatan ulama. Seandainya mandi Jum’at itu wajib, tentu shalat Jum’atnya tidak sah. Sebagaimana status seseorang yang junub, lalu menghadiri shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at terlebih dahulu. Maka shalat Jum’at orang tersebut tidak sah berdasarkan ijma’. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/42217-keutamaan-waktu-bada-ashar-hari-jumat.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Waktu Ba’da Ashar Hari Jumat</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Pendapat ke tiga, memberikan rincian.</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Ulama yang memberikan rincian mengatakan, jika seseorang itu memiliki bau badan yang berpotensi mengganggu orang lain (misalnya, karena berkeringat), maka wajib mandi. Jika tidak, maka tidak wajib mandi (menjadi sunnah).  Di antara ulama yang memiliki pendapat ini adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah. </span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam, </span></i><span style="font-weight: 400;">pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat pertama, yang menyatakan bahwa hukum mandi Jum’at adalah wajib secara mutlak. Hal ini karena Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">tegas mengatakan,</span><i><span style="font-weight: 400;"> </span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mandi Jum’at itu </span><b>wajib</b><span style="font-weight: 400;"> atas setiap orang yang telah baligh.” </span><b>(HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perkataan Rasulullah, “Mandi Jum’at itu wajib”, adalah perkataan yang tegas dan jelas tentang status hukum mandi Jum’at. Bagaimana mungkin mandi wajib itu hukumnya tidak wajib, sedangkan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">sendiri yang mengatakan wajib?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Perintah untuk mandi di hari Jum’at adalah perintah yang sangat ditekankan. Perintah wajibnya lebih kuat daripada wajibnya shalat witir, membaca basmalah ketika shalat, wajibnya wudhu karena menyentuh wanita, wajibnya wudhu karena menyentuh kemaluan … “ </span><b>(</b><b><i>Zaadul Ma’aad, </i></b><b>1: 365)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">mengatakan,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Oleh karena itu, jika seseorang melepaskan diri dari sikap </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ashub </span></i><span style="font-weight: 400;">(fanatik kepada pendapat seorang ulama), dan dia membaca hadits ini, tidak diragukan lagi bahwa dia akan mengatakan wajibnya mandi Jum’at.” </span><b>(</b><b><i>Syarh ‘Umdatul Ahkaam, </i></b><b>1: 332)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pendapat yang mengatakan wajibnya mandi Jum’at adalah pendapat yang kuat, menurut pandanganku. Siapa saja yang meremehkannya, dia telah meremehkan kewajibannya. Shalat Jum’atnya sah jika dia dalam kondisi suci. Hal ini karena hukum asal dari perintah adalah wajib. Kita tidak memalingkan dari wajib menjadi sunnah, kecuali jika ada dalil. Perintah (mandi Jum’at) ini datang dalam bentuk tegas, kemudian kewajiban ini dikuatkan lagi dengan dalil-dalil yang shahih dan </span><i><span style="font-weight: 400;">sharih </span></i><span style="font-weight: 400;">(jelas) bahwa mandi Jum’at itu wajib. Dalil semacam ini termasuk dalil yang </span><i><span style="font-weight: 400;">qath’i. </span></i><span style="font-weight: 400;">Dalil yang tidak mengandung kemungkinan lain semacam ini tidak boleh ditakwil karena adanya dalil lain (yang tampaknya bertentangan, pen.). Bahkan, dalil lain itulah yang harus ditakwil jika secara sekilas tampak bertentangan dengan dalil yang qath’i. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’alam.</span></i><span style="font-weight: 400;">” </span><b>(</b><b><i>Ahkaam Khudhuuril Masaajid, </i></b><b>hal. 236)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat wajib secara mutlak juga dikuatkan dengan kisah sahabat ‘Umar bin Khaththab </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu. </span></i><span style="font-weight: 400;">Ketika ‘Umar bin Khaththab sedang berkhuthbah pada hari Jum’at di hadapan jama’ah, masuklah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Lalu Umar pun memanggilnya seraya bertanya, “Sudah jam berapakah ini?” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Laki-laki itu menjawab, “Aku sangat sibuk hari ini. Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika terdengar adzan, tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berwudhu.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Umar berkata, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَالوُضُوءُ أَيْضًا، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Engkau hanya berwudhu? Bukankah Engkau tahu bahwa Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> juga memerintahkan untuk mandi?” </span><b>(HR. Bukhari no. 878 dan Muslim no. 845)</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/35842-hukum-jual-beli-ketika-shalat-jumat.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Jual Beli ketika Shalat Jumat</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29913-agar-tidak-tertidur-ketika-khutbah-jumat.html" data-darkreader-inline-color="">Agar Tidak Tertidur Ketika Khutbah Jumat</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 7 Shafar 1441/6 Oktober 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">Ahkaam Khudhuuril Masaajid, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 234.</span></p>
 