
<h2><strong>Tidak Sengaja Memakan Ulat Belatung Di Buah-buahan</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Sekarang lagi musim mangga dan rambutan, ketika makan terasa manis sekali, namun setelah di-cek dengan seksama ternyata ada sejenis ulat/belatung kecil-kecil yang sekilas tidak kelihatan, nah bagaimana hukum makanan ini ?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillahi, walhamdulillahi, wassholatu wassalamu ‘ala Rasulullahi, Amma ba’du,</em></p>
<p>Saudara/saudari yang bertanya, semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua.</p>
<p>Pada dasarnya, Allah ﷻ memerintahkan kita untuk memakan makan yang halal dan baik, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p class="arab">يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ</p>
<p><em>“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”</em> (QS. Al-Baqoroh : 168)</p>
<p>Dan segala makanan-makan yang baik telah dihalalkan oleh Allah ﷻ, dan sebaliknya bahwa makanan-makanan yang tidak baik pun telah Allah ﷻ haramkan bagi kita untuk meng-konsumsinya, sebagaimana firman Allah ﷻ:</p>
<p class="arab">وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ</p>
<p><em>“dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik-baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk-buruk”</em> (QS. Al-A’raf : 157).</p>
<p>Mengenai ulat/belatung ataupun cacing, para ulama menyebutkan bahwa hukum asalnya adalah haram, seperti pernyataan Imam An-Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam kitab beliau Minhajut Thalibin:</p>
<p class="arab">لا خطاف, ونمل, ونحل, وذباب, وحشرات كخنفساء ودود.</p>
<p>“Tidak dihalalkan memakan burung walet, semut, lebah, lalat, dan serangga-serangga seperti kumbang dan ulat” (Minhajut Thalibin wa Umdatul Muftin: 420).</p>
<p>Namun, pada kasus yang ditanyakan yaitu apabila ulat tersebut berada pada buah-buahan dan termakan secara tidak sengaja, Imam An-Nawawi rahimahullah pun menyebutkan hukumnya:</p>
<p class="arab">وتحل ميتة السمك والجراد ……….. وكذا الدود المتولد من طعام كخل وفاكهة إذا أكل معه في الأصح</p>
<p>“Dan dihalalkan bangkai ikan dan belalang, begitu juga ulat yang terdapat pada makanan seperti cuka dan buah-buahan apabila termakan bersamanya, dalam pendapat yang lebih kuat” (Minhajut Thalibin wa Umdatul Muftin: 414).</p>
<p>Pernyataan Imam An-Nawawi ini dijelaskan oleh Syaikh Abdullah al-Kuhujiغ <em>rahimahumallahu Ta’ala</em> dalam kitab beliau Zaadul Muhtaj bahwa selain pada cuka dan buah-buahan juga termasuk ulat yang terdapat pada keju, walaupun ulat tersebut termakan dalam keadaan mati, kemudian beliau menambahkan:</p>
<p class="arab">لعسر تمييزه, وقضية هذا التعليل أنه إذا سهل تمييزه كالتفاح أنه يحرم أكله معه, وخرج بقوله “معه” أكله منفردا فيحرم لنجاسته واستقذاره</p>
<p>“Kehalalan tersebut Karena keberadaan ulat itu susah dipisahkan dari makanan, dan konsekuensi alasan ini adalah : apabila ulat itu mudah dipisahkan dari makanan, seperti apel, maka haram hukumnya. Kemudian dari perkataan Imam An-Nawawi “apabila termakan bersamanya” menunjukkan bahwa apabila ulat itu dimakan secara terpisah maka hukumnya haram, karena kenajisannya dan ia adalah binatang yang menjijikkan (Zaadul Muhtaj bisyarhil Minhaj : 4/373).</p>
<p>Sehingga kesimpulannya: bahwa hukum asal memakan ulat adalah haram, namun dalam kondisi yang tidak sengaja dan sulit dipisahkan ulat tersebut pada makanan maka hukumnya menjadi halal, sehingga tetaplah agar kita berhati-hati sebelum memakan sesuatu agar terhindar dari hal seperti ini.</p>
<p><em>Wallahu A’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Hafzan Elhadi, Lc. M.Kom</strong></p>
<p><strong>(Alumni Fakultas Syari’ah Universitas Imam Muhammad ibn Saud Al Islamiyyah, Cab. Lipia Jakarta, Pemateri SurauTV, Pimpinan Ma’had TI Dar El-Ilmi Payakumbuh – Sumatera Barat)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 