
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/660044627&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Membagikan Daging Qurban Dalam Bentuk Masak</strong></h2>
<p><em>Assalamu’alaikum,bertanya ustad…kalau berkorban apa boleh dagingnya dibagikan matang/sudah dimasak?</em></p>
<p><em>Dari : Ali Ahmad</em></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.</em></p>
<p><em>Bismillah. Wassholatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’d.</em></p>
<p>Allah Ta’ala memerintahkan kepada pemilik qurban (shohibul qurban), untuk mengkonsumsi sebagian daging qurbannya, kemudian menyedekahkan sisanya.</p>
<p>Dalam surat Al-Haj Allah berfirman,</p>
<p class="arab">فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ</p>
<p><em>Maka makanlah sebagian hasil qurban itu dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir.</em> (QS. Al-Haj : 28).</p>
<p>Imam Qurtubi menjelaskan makna ayat ini dalam tafsirnya :</p>
<p class="arab">هذا أمر معناه الندب عند الجمهور، ويستحب للرجل أن يأكل من هديه وأضحيته، وأن يتصدق بالأكثر مع تجويزهم الصدقة بالكل، وأكل الكل</p>
<p>Perintah ini bermakna anjuran, menurut pendapat mayoritas ulama (Jumhur).<br>
Dianjurkan bagi seorang, untuk memakan bagian dari sembelihan hadyu atau kurbannya. Kemudian menyedekahkan mayoritas dagingnya. Atau boleh juga menyedekahkan seluruhnya atau memakan seluruhnya. (Lihat Tafsir Al-Qurtubi untuk ayat di atas).</p>
<p>Tidak ada bedanya disini antara membagikan daging dalam bentuk mentah atau matang. Semua itu boleh dilakukan, berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala,</p>
<p class="arab">وَأَطْعِمُوا</p>
<p><em>dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir.</em> (QS. Al-Haj : 28).</p>
<p>Dan memberikan daging qurban di sini mencakup pemberian mentah maupun setelah dimasak.</p>
<p><em>Wallahua’lam bis shawab.</em></p>
<p>(Disarikan dari Fatawa Syabakah Islamiyah no.12388 )</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ahmad Anshori</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 