
<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Bagaimana hukum mencukur jenggot? Dan bagimana pula hukum memelihara jenggot dan kumis tapi mencukur bulu-bulu yang tumbuh di pipi?<br>
<!--more--><br>
<strong><br>
Jawaban: </strong></p>
<p>Mencukur jenggot tidak diperbolehkan (haram) berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فُصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى خَالِفُوا المُشْرِكِيْنَ</p>
<p>“<em>Pendekkan kumis dan panjangkan jenggot, agar kalian berbeda dengan orang-orang musyrik.</em>” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Beliau <em>shalallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">حُزُّوا الشَّوَارِبَ وَ أَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا المَجُوْسَ</p>
<p>“<em>Potonglah kumis dan biarkan jenggot tumbuh, agar kalian berbeda dengan orang-orang Majusi.</em>” (HR. Muslim).</p>
<p>Adapun yang dimaksud dengan jenggot adalah seluruh rambut atau bulu yang tumbuh di kedua pipi dan dagu, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab kamus, diantaranya kitab <em>Lisanul ‘Arab</em>. Oleh karena itu, kita tidak boleh mencukur atau menggunting rambut yang tumbuh di kedua pipi dan dagu. Semoga Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memperbaiki keadaan seluruh kaum muslimin.</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Syaikh Bin Baaz Jilid 2</em>, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Pustaka at-Tibyan<br>
Dipublikasikan oleh www.KonsultasiSyariah.com dengan pengubahan tata bahasa seperlunya</p>
 