
<p>Sahabat muslim yang aktif di sosial media mungkin sudah tidak asing dengan istilah giveaway. Sebenarnya seperti apa hukum mengikuti giveaway dalam Islam?</p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Deskripsi Kegiatan G</b><b><i>iveaway</i></b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian teman hari ini bertanya kepada kami perihal hukum </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> alias bagi-bagi hadiah gratis, di mana praktik ini sudah lazim digunakan dalam pemasaran produk. Partisipan dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini memang tidak mengeluarkan biaya dalam keikutsertaannya. Akan tetapi, untuk mengikuti kegiatan ini produsen biasanya mempersyaratkan beberapa hal seperti berlangganan email; sharing info tentang </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> ke platform media sosial yang lain, menginfokan atau mengajak teman untuk mengikuti kegiatan </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan melakukan tag, mengirimkan komentar, spam likes, atau hal lainnya yang notabene berujung pada “mempromosikan” produk dari produsen yang mengadakan event </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> tersebut.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24811-hukum-jual-beli-emas-secara-online.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Jual Beli Emas Secara Online</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Hukum Kegiatan G</b><b><i>iveaway</i></b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagaimanakah hukum kegiatan seperti ini? Apakah mengandung unsur judi sehingga tidak diperbolehkan?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kitabnya, </span><i><span style="font-weight: 400;">”Al-Hawaafiz at-Tijaariyah at-Taswiiqiyah wa Ahkaamuhaa fii al-Fiqh al-Islaamiy”,</span></i><span style="font-weight: 400;"> Syaikh Dr. Khaalid al-Mushlih <em>hafizhahullah</em> menyebutkan jenis kegiatan seperti ini. Beliau mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>هذا النوع يُطلب فيه من المتسابقين إنجاز عمل معين: إما أن يكون إجابة على أسئلة ثقافيّة ومعرفيّة، أو أسئلة تتعلق بالسلعة أو الشركة التي يراد الترويج لها؛ وإما أن تكون إكمال جملة دعائية إنشائية لما يراد ترويجه من السلع أو الخدمات، وإما أن تكون مزيجًا من ذلك، وإما أن تكون تصحيح أغلاط إملائية في نص إعلاني لسلعة، أو خدمة يراد الترويج لها، وما أشبه ذلك. ثم بعد فرز الإجابات يحدّد الفائز عن طريق القرعة غالبًا، وهي ما يسمى بالسحب</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pada kontes jenis ini, kontestan diminta untuk melakukan aktivitas tertentu seperti menjawab pertanyaan yang bersifat wawasan atau kognitif, menjawab pertanyaan terkait produk atau perusahaan yang ingin dipromosikan, menyempurnakan kalimat promosi terkait barang dan jasa  yang hendak dipromosikan, membetulkan redaksi iklan suatu produk atau jasa yang dipromosikan, atau kombinasi semua hal itu atau aktivitas yang serupa. Kemudian setelah jawaban disortir, umumnya pemenang kontes ditentukan dengan cara diundi. Hal ini lazim disebut undian.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Dr. Khaalid al-Mushlih melanjutkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>والذي يظهر أن في إدخال هذه الصور من الحوافز في المسابقات الترغيبية نظرًا؛ وذلك أن هذه الصور أقرب إلى الهدايا منها إلى المسابقات، ووجه ذلك أن المسابقات الترغيبية فيها طلب التقدم على الغير ومغالبته، أما الهدايا فليس فيها سوى التشوّف لتحقيق شرط تحصيل الهدية، وهذا لا يُعَدُّ من المسابقات؛ إذ إن كل من حقق الشرط استحق الهدية</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mengkategorikan jenis kontes ini sebagai insentif dalam kontes atraktif nampaknya perlu ditinjau kembali, karena aktivitas ini lebih sesuai dikategorikan sebagai pemberian hadiah ketimbang kontes (kuis). Alasannya adalah dalam suatu kontes ada tuntutan untuk mengungguli dan mengalahkan partisipan yang lain. Adapun dalam aktivitas pemberian hadiah, tidak ada aktivitas yang dilakukan selain memenuhi item yang dipersyaratkan untuk memperoleh hadiah. Tentu yang demikian itu tidak dikategorikan sebagai kontes (perlombaan), karena setiap orang yang telah memenuhi persyaratan berhak memperoleh hadiah tersebut.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat Dr. Khalid al-Mushlih tersebut turut diamini oleh Khaliifah al-Jaabiri, seorang peneliti, dalam makalahnya yang berjudul </span><i><span style="font-weight: 400;">“Ahkaam al-Musaabaqaat fii al-Fiqh al-Islaamiy”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam makalahnya yang berjudul </span><i><span style="font-weight: 400;">“Ahkaam al-Musaabaqaat al-Mu’aashirah fii Dhau al-Fiqh al-Islaamiy”, </span></i><span style="font-weight: 400;">Prof. Dr. Utsmaan Syabiir mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>حكم المسابقة التي فيها عمل من المشتري دون اشتراط الشراء من الشركة: تهدف هذه المسابقة إلى الترويج للسلعة التي تنتجها الشركة، واكتساب الشهرة، وهي جائزة شرعًا؛ لأن الترويج للسلعة، واكتساب الشهرة جائزان شرعًا، إذا ما روعيت فيهما الضوابط الشرعية من الصدق في التعريف بالسلعة؛ ولأنها لا تخرج عن كونها هدية لمن يجيب على الأسئلة المطروحة</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Perlombaan yang menuntut pembeli (partisipan) melakukan suatu aktivitas tanpa mempersyaratkan pembelian produk dari perusahaan, dimana perlombaan ini bertujuan untuk mempromosikan barang yang diproduksi oleh perusahaan itu, </span><b>hukumnya boleh.</b><span style="font-weight: 400;"> Karena mempromosikan dan memperkenalkan produk adalah aktivitas yang diperbolehkan dalam agama selama berada dalam koridor ketentuan-ketentuan agama seperti jujur dalam mendeskripsikan produk. Selain itu, aktivitas itu tercakup dalam kategori memberikan hadiah yang diberikan kepada orang yang menjawab pertanyaan yang diberikan.”</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/31942-adab-berinteraksi-dengan-wanita-di-internet.html" data-darkreader-inline-color="">Adab Berinteraksi Dengan Wanita Di Internet</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Kesimpulan </b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengadakan dan mengikuti kegiatan kuis untuk memperoleh hadiah secara gratis atau yang lazim dinamakan </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway,</span></i><span style="font-weight: 400;"> hukumnya diperbolehkan meski penyelenggara mempersyaratkan partisipan melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat mempromosikan produk (jasa). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain kegiatan itu tidak dipungut bayaran dan partisipan tidak mengalami kerugian (karena dia tidak mengeluarkan biaya sebagai objek judi), aktivitas-aktivitas yang dipersyaratkan seperti berlangganan </span><i><span style="font-weight: 400;">(subscribe)</span></i><span style="font-weight: 400;"> email; info </span><i><span style="font-weight: 400;">sharing</span></i><span style="font-weight: 400;"> tentang </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> tersebut ke sosial media lain; atau mengirimkan komentar dan </span><i><span style="font-weight: 400;">spam likes;</span></i><span style="font-weight: 400;"> tidaklah “mencederai” kehalalan hukum aktivitas </span><i><span style="font-weight: 400;">giveaway</span></i><span style="font-weight: 400;"> karena hal itu begitu ringan dilakukan, tidak membutuhkan upaya yang besar dan biaya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20716-fatwa-ulama-mendengarkan-pelajaran-agama-via-internet-dikelilingi-malaikat.html" data-darkreader-inline-color="">Mendengarkan Pelajaran Agama Via Internet Dikelilingi Malaikat?</a></strong></li>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20297-nasehat-ulama-untuk-meninggalkan-qiila-wa-qaala-di-internet.html" data-darkreader-inline-color="">Nasehat Ulama Untuk Meninggalkan “Qiila wa Qaala” Di Internet</a></strong></span></li>
<li>
<i><span style="font-weight: 400;">Wallahu Ta’ala a’lam.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Demikian yang bisa dituliskan. Semoga bermanfaat.</span>
</li>
<li>
<b>Penulis: </b><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/ichwan" data-darkreader-inline-color=""><b>Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.</b></a></span>
</li>
<li><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></li>
<li><b>Referensi:</b></li>
<li>
<span style="font-weight: 400;">https://www.islamweb.net/ar/fatwa/388483/</span><span style="font-weight: 400;">الاشتراك-في-مسابقة-مجانية-بشرط-الترويج-الإلكتروني-للمؤسسة-أو-تحميل-تطبيقهم</span>
</li>
<li>
<li><span style="font-weight: 400;">https://www.alona.co.id/social-media/strategi-meningkatkan-engagement-di-instagram/amp/</span></li>
<li>
<li><span style="font-weight: 400;">https://kamus.belajarbahasa.id/giveaway</span></li>
<li>
</ul>
 