
<p>Salah satu syiar Islam adalah menebar salam kepada sesama muslim sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah <em>shalallahu’alaihi wa sallam</em></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Jangan Berlebihan dalam Toleransi</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian kaum muslimin ada yang menggunakan salamnya dengan menggabungkan salamnya muslim dan salam non-muslim. Tujuan utamanya adalah ingin menunjukkan toleransi dan ingin menyapa lebih hangat. Hal ini <strong>TIDAK</strong> diperkenankan oleh syariat dengan alasan:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Seorang muslim mencukupi diri dengan salam mereka saja sesama muslim</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Salam non-muslim terdapat pengangungan terhadap agama atau tuhan mereka, tentu ini melanggar prinsip dasar tauhid dan aqidah seorang muslim</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Apabila tujuannya ingin toleransi, maka cukup menggunakan salam secara bahasa semisal “selamat pagi atau selamat malam”. </span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Apabila kita menggunakan salam secara Islam saja karena kita negara mayoritas Islam, maka hal ini tidak lah mengapa, walaupun ada juga yang tidak bergama Islam. Selama kita bermaksud menujukan salam keselamatan pada muslim saja. Selama ini, inilah yang berjalan dan tidak merusak toleransi sama sekali.</span></li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/29176-toleransi-bukan-berarti-korbankan-akidah.html" data-darkreader-inline-color="">Toleransi Bukan Berarti Korbankan Akidah</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Bolehkah Memulai Salam kepada non-Muslim?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Hukum asalnya seorang muslim tidak boleh memulai salam kepada non-muslim. Apabila memulai salam saja tidak boleh, maka apalagi salam menggunakan salam non-muslim?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Janganlah kalian memulai kaum Yahudi dan jangan pula kaum Nashrani dengan ucapan salam.” [HR. Muslim]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">An-nawawi menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قال بعض أصحابنا يكره ابتداؤهم بالسلام و لا يحرم، وهذا ضعيف، لأن النهي للتحريم فالصواب تحريم ابتدائهم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sebagian dari ulama mazhab menyatakan makruhnya memulai salam (kepada orang kafir), tidaklah diharamkan. Pendapat ini lemah, karena (konteks) larangan menunjukkan keharaman. Yang benar adalah haram memulai salam kepada mereka.” [Al-Azkar 1/323]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/23967-bukti-toleransi-islam-terhadap-agama-lainnya.html" data-darkreader-inline-color="">Bukti Toleransi Islam Terhadap Agama Lainnya</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Bolehkah Mendahului Salam dengan Ucapan Umum?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diketahui agama Islam bukanlah agama yang kaku total, para ulama menjelaskan bahwa boleh mendahului salam apabila ada kebutuhan dan mashlahat yang lebih besar, akan tetapi salamnya TIDAK menggunakan salam non-muslim. Gunakan salam secara bahasa misalnya selamat pagi, selamat malam atau selamat datang. Dalam al- Mausu’ah al-Fiqhiyyah disebutkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وإذا كانت هناك حاجة داعية إلى بدء الكافر بالتحية فلا حرج فيها حينئذٍ ، ولتكن بغير السلام ، كما لو قال له : أهلاً وسهلاً أو كيف حالك ونحو ذلك . لأن التحية حينئذ لأجل الحاجة لا لتعظيمه .</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apabila ada kebutuhan/hajat untuk memulai salam, maka tidaklah mengapa, akan tetapi tidak menggunakan salam (doa keselamatan). (boleh) Mengatakan  ‘ahlan wa sahlan’ (selamat datang), ‘Kaifa haluk’ (bagaimana kabar) dan sejenisnya. Salam saat itu karena ada hajat, bukan untuk menghormati berlebihan’.” [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah 25/168]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian juga penjelasan Ibnul Qayyim</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">” و قالت طائفة – أي من العلماء – : يجوز الابتداء لمصلحة راجحة من حاجة تكون إليه ، أو خوف من أذاه ، أو لقرابة بينهما ، أو لسبب يقتضي ذلك</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> “Sebagian ulama menjelaskan, boleh mendahului salam karena ada mashlahat yang lebih besar, misalnya ia membutuhkannya, takut dari gangguannya atau karena ada hubungan kerabat atau sebab lain yang menuntut ia harus memulai salam.” [Zadul Ma’ad 2/424]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/23963-menyoal-kembali-arti-toleransi-dalam-momentum-perayaan-natal.html" data-darkreader-inline-color="">Menyoal Kembali Arti Toleransi Dalam Momentum Perayaan Natal</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Macam-Macam Salam non-Muslim</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila kita melihat arti dan makna salam milik non-muslim tersebut, maka terdapat makna pengagungan terhadap agama mereka dan tuhan mereka.misalnya:</span></p>
<p><strong>Salam Agama Hindu:</strong><br>
<span style="font-weight: 400;">Om Swastyastu artinya ‘Semoga Selamat dalam Lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa’</span></p>
<p><strong>Salam Agama Budha:<br>
</strong><span style="font-weight: 400;">Namo Buddhaya artinya ‘Terpujilah Semua Buddha’</span></p>
<p><strong>Salam Agama Kristen:<br>
</strong><span style="font-weight: 400;">Shalom artinya ‘Keselamatan’. [Sumber: FB ustadz Dony Arif Wibowo]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tentu hal ini tidak tepat dan sangat fatal, kita meminta doa perlindungan dan keselamatan dengan tuhan selain Allah.</span></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Menggunakan Salam Islam kepada non Muslim?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian perhatikan poin ke-4:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apabila kita menggunakan salam secara Islam saja karena kita negara mayoritas Islam, maka hal ini tidak lah mengapa, walaupun ada juga yang tidak bergama Islam,<strong> selama kita bermaksud menujukan pada muslim saja.</strong> Selama ini, inilah yang berjalan dan tidak merusak toleransi sama sekali.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Secara hukum hal ini diperbolehkan, sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">جواز السلام على المسلمين إذا كان معهم كفار وينوي حينئذ بالسلام المسلمين.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bolehnya mengucapkan salam  kepada kaum muslimin apabila bersama mereka orang kafir dan berniat salam itu hanya untuk muslim saja.” [Fathul Bari 8/230]</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/45909-tidak-boleh-meyakini-kafirnya-orang-yahudi-dan-nashrani.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Boleh Meyakini Kafirnya Orang Yahudi dan Nashrani?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/30556-cara-mendakwahi-keluarga-yang-berbuat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Cara Mendakwahi Keluarga Yang Berbuat Syirik</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau seribu masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://www.muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 