
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1233222649&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Shalat Sambil Duduk</strong></h2>
<p><em>Assalamualaikum wr.wb. di kampung saya ada sebagian org melakukan sholat sunat dengan duduk padahal dia melakukan sholat wajib dengan berdiri dan masih sehat dan kuat berdiri. mereka melakukan sholat sunat dengan duduk ketika sholat sunat saja. apa hukumnya? terima kasih. wassalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh</em></p>
<p>Dari: Rahmat Taufik</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam warohmatullohiwabarokatuh</em></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Terdapat beberapa aturan tentang <a title="berdiri dalam shalat" href="http://carasholat.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">berdiri dalam shalat</a>,</p>
<p><strong>Pertama,</strong> Berdiri ketika shalat fardhu (wajib) merupakan bagian dari rukun shalat. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">حافظوا على الصَلَوات والصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين</p>
<p><em>Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat asar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.</em> (QS. Al-Baqarah: 238).</p>
<p><strong>Kedua,</strong> Orang yang mampu dengan mudah untuk berdiri (baik sakit maupun sehat selama mudah untuk berdiri) tidak bolehshalat fardhu sambil duduk. Orang yang shalat fardhu sambil duduk, padahal dia mampu berdiri maka shalatnya batal dan harus diulangi.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga pernah ditanya tentang seseorang yang sakit wasir, sehingga sulit berdiri ketika shalat. Beliau menasehatkan,</p>
<p class="arab">صَلِّ قائماً، فإِن لم تستطع فقاعداً، فإِن لم تستطع فعلى جَنب</p>
<p><em>“Shalatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu, sambil berbaring miring.”</em> (HR. Bukhari 1117).</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> Orang sakit yang masih mampu berdiri namun dengan susah payah, boleh <a title="shalat sambil duduk" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">shalat sambil duduk</a>. Tetapi jika berusaha untuk shalat sambil berdiri maka pahalanya dua kali dari pahala shalat sambil duduk ketika sakit.</p>
<p>Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">من صلى قائماً فهو أفضل، ومن صلّى قاعداً فله نصف أجر القائم، ومن صلى نائماً فله نصف أجر القاعد</p>
<p><em>“Orang yang shalat sambil berdiri adalah yang paling baik. Orang yang shalat sambil duduk mendapat pahala separo dari yang berdiri. Orang yang shalat sambil berbaring mendapat pahala separo dari yang duduk.”</em> (HR. Bukhari 1116 dan Muslim 735).</p>
<p><strong>Keempat,</strong> shalat sunah boleh dilakukan sambil berdiri maupun duduk, meskipun dia sehat dan mampu berdiri.</p>
<p>Diantara kebiasaan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika menaiki kendaraan (onta), beliau melakukan shalat sunah di atas punggung tunggangannya. Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي فِى السَّفَرِ عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ يُومِئُ إِيمَاءً</p>
<p>Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> shalat ketika safar di atas kendaraan, mengikuti arah kendaraannya. Beliau bergerak (sujud-rukuk) dengan isyarat. (HR. Bukhari 955)</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan, ulama sepakat, boleh shalat sunah sambil duduk, meskipun mampu berdiri. Dalam kitabnya al-Mughni, beliau menegaskan,</p>
<p class="arab">” لا نعلم خلافاً في إباحة التطوع جالساً ، وأنه في القيام أفضل ، وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ ، وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَائِمِ ) متفق عليه</p>
<p>“Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat tentang bolehnya shalat sunah sambil duduk. Hanya saja, berdiri lebih utama. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,<em> “Siapa yang shalat sambil berdiri, itu yang paling baik. Siapa yang shalat sambil duduk, dia mendapat pahala setengah dari pahala yang shalat berdiri.” Riwayat Bukhari-Muslim.</em> (al-Mughni, 2/105)</p>
<p><strong>Kelima,</strong> Orang yang shalat sunah sambil duduk, padahal dia mampu berdiri, dia mendapatkan pahala setengah jika dia mengerjakannya sambil berdiri.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">من صلى قائماً فهو أفضل، ومن صلّى قاعداً فله نصف أجر القائم، ومن صلى نائماً فله نصف أجر القاعد</p>
<p><em>“Orang yang shalat sambil berdiri adalah yang paling baik. Orang yang shalat sambil duduk mendapat pahala separo dari yang berdiri. Orang yang shalat sambil berbaring mendapat pahala separo dari yang duduk.”</em> (HR. Bukhari 1116 &amp; Muslim 735).</p>
<p><strong>Keenam,</strong> Bagi yang tidak kuat untuk berdiri lama ketika shalat, dibolehkan untuk duduk di tengah-tengah shalat.</p>
<p>Dari A’isyah <em>radhiyallahu ‘anha,</em></p>
<p class="arab">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي جَالِسًا، فَيَقْرَأُ وَهُوَ جَالِسٌ، فَإِذَا بَقِيَ مِنْ قِرَاءَتِهِ نَحْوٌ مِنْ ثَلاَثِينَ – أَوْ أَرْبَعِينَ – آيَةً قَامَ فَقَرَأَهَا وَهُوَ قَائِمٌ، ثُمَّ يَرْكَعُ، ثُمَّ سَجَدَ</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> shalat malam sambil duduk. Beliau membaca al-Fatihah dan surat sambil duduk. Ketika yang beliau baca tinggal 30 atau 40 ayat, beliau berdiri. Lalu beliau melanjutkan bacaan shalat sambil berdiri. Kemudian beliau rukuk, kemudian sujud. (HR. Bukhari 1119 dan Muslim 731).</p>
<p><strong>Ketujuh,</strong> orang yang shalat sambil duduk dan tidak bisa untuk sujud di tanah, maka rukuk dan sujudnya dilakukan dengan isyarat gerakan punggung. Dimana posisi punggung aketika sujud lebih rendah dari pada ketika rukuk.</p>
<p>Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي فِى السَّفَرِ عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ يُومِئُ إِيمَاءً</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> shalat ketika safar di atas kendaraan, mengikuti arah kendaraannya. Beliau bergerak (sujud-rukuk) dengan isyarat. (HR. Bukhari 955)</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi keluarga dan rubrik kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener noreferrer">KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<p><strong>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="dofollow noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<blockquote>
<p>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
<li>Keterangan lebih lengkap: <a title="peluang menjadi sponsor dan muhsinin" href="https://konsultasisyariah.com/peluang-meraih-dua-keuntungan-berlipat-ganda" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur</a>
</li>
</ul>
</blockquote>
 