
<p><span style="font-weight: 400;">Bolehkan kita melamar kerja di bank?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;">, dulu pernah menjabat sebagai ketua Lajnah Ad Da’imah (komisi fatwa di Saudi Arabia), ditanya,</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Apa hukum gaji yang didapatkan oleh pegawai bank dalam bentuk umum, halal ataukah haram? Saya sendiri mengetahui bahwa hukumnya adalah haram karena bank selalu bermuamalah dengan riba. Kami mengharap nasehat darimu, karena kami ingin melamar bekerja di salah satu bank.”</span></i></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak boleh kerja di bank </span><span style="font-weight: 400;">karena bank pasti bermuamalah dengan riba</span><span style="font-weight: 400;">. Jika demikian jika seseorang bekerja di bank, maka terdapat bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Allah Ta’ala telah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan </span></i><i><span style="font-weight: 400;">jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran</span></i><i><span style="font-weight: 400;">. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Maidah: 2)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Juga terdapat hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Muslim dalam Al Masaaqoh, Bab Orang yang Memakan Riba –yaitu rentenir- dan Orang yang Memberi makan riba –yaitu nasabah-)</span></p>
<p><b>Sumber</b><span style="font-weight: 400;">: Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 17/428</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Hanya Allah yang memberi taufik.</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Marilah kita cukupkan diri dengan yang halal saja. Masih banyak pekerjaan yang bisa memberi penghasilan yang halal.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Cukup nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut sebagai wejangan bagi kita semua.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik </span></i><span style="font-weight: 400;">.</span><span style="font-weight: 400;">” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini </span><i><span style="font-weight: 400;">shohih</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/16019-tabungan-bank-termasuk-qardh-meminjamkan-bukan-wadiah-menitipkan.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Tabungan Bank Termasuk Qardh (Meminjamkan), Bukan Wadiah (Menitipkan)</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/20701-akhirnya-kapok-pinjam-uang-di-bank.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Akhirnya Kapok Pinjam Uang di Bank</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>Muhammad Abduh Tuasikal</strong></p>
<p><strong>Artikel https://rumaysho.com</strong></p>
 