
<div class="adn ads">
<div class="gs">
<div id=":1xp" class="ii gt m1514b6b7774fc138 adP adO">
<div id=":1xo" class="a3s">
<div>
<p><em>“Istriku, diriku memang tak sempurna.”</em></p>
<p>Dalam kisah <em>syafa’atul uzhma</em> (syafa’at besar yang akan diberikan pada hari kiamat), dapat kita ambil pelajaran sebab para nabi enggan meminta syafa’at untuk umatnya karena merasa punya salah.</p>
<p>1- Nabi Adam pernah melanggar pohon larangan.</p>
<p>2- Nabi Nuh, ia memiliki doa yang mustajab yang ia gunakan untuk mendoakan jelek kaumnya.</p>
<p>3- Nabi Ibrahim pernah berbohong tiga kali.</p>
<p>4- Nabi Musa membunuh satu jiwa yang tidak halal untuk dibunuh.</p>
<p>5- Nabi Isa mengaku punya salah namun ia tidak menyebutkan kesalahannya.</p>
<p>* HR. Bukhari dan Muslim dalam hadits yang panjang.</p>
<p> </p>
<p>Lihatlah para nabi besar punya salah. APALAGI KITA-KITA. Begitu pula orang dekat kita, pasti ada kekurangan dan keleliruan.</p>
<h4 style="text-align: center;">“Tak ada gading yang tak retak.”</h4>
<p>Tugas kita tetap saling menasihati dalam kebaikan dan mengingatkan ketika keliru antara orang dekat, antara pasangan suami-istri, antara shahib dan kawan. Kita sendiri tidak sempurna, begitu pula orang lain.</p>
<p>Sama seperti kita menyikapi ulama, wali Allah, orang shalih, para ulama, para da’i dan ustadz-ustadz kita. Mereka pun tak lepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan.</p>
<p>Kesempurnaan hanya milik Sang Khaliq, Allah <em>Jalla wa ‘Ala</em>.</p>
<p>Aku sebagai suami, memang tak sempurna …</p>
<p>Maafkan diriku yah sayang … I miss you.</p>
<p> </p>
<p>* Untuk istriku …</p>
<p>Dari suamimu yang penuh kekurangan.</p>
</div>
</div>
</div>
<div id=":1xp" class="ii gt m1514b6b7774fc138 adP adO">
<div id=":1xo" class="a3s">
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga: </strong></span><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/26704-suami-harus-sabar-menghadapi-istri.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 12pt;"><strong>Suami Harus Sabar Menghadapi Istri</strong></span></a></span></p>
<p> </p>
<p>Menanti mentari pagi, 16 Safar 1437 H di Bumi Sekar, Gunung Selatan</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumasyho.Com</a></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
 