
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/35291-jalan-jalan-menuju-surga-03.html">Jalan-Jalan Menuju Surga (03)</a></em></p>
<p><b>Kenikmatan Terbesar Penduduk Surga: Melihat Wajah Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b></p>
<p>Nikmat terbesar yang akan diperoleh penduduk surga adalah ketika mereka melihat Allah <i>Ta’ala</i> secara langsung. Ini adalah salah satu prinsip pokok akidah <b><i>ahlus sunnah wal jamaah</i></b>, berbeda dengan akidah sebagian kelompok yang menyimpang dari <i>ahlus sunnah.</i> <b>[1]</b></p>
<p>Diriwayatkan dari Shuhaib <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaih wasallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ </b></p>
<p><i>“Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian?’ Penduduk surga menjawab, ‘Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami menjadi putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menjauhkan kami dari neraka?’”</i></p>
<p>Beliau <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ</b></p>
<p><i>“Lalu Allah membukakan pembatas (hijab). Tidak ada satu pun anugerah yang telah diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada anugerah dapat memandang Rabb mereka”</i> <b>(HR. Muslim no. 181).</b></p>
<p><b>Perhiasan dan Pakaian Penduduk Surga</b></p>
<p>Allah <i>Ta’ala</i> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;"><b>أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا</b></p>
<p><i>“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya. </i><b><i>Dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah.</i></b><i> Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah”</i> <b>(QS. Al-Kahfi [18] 31).</b></p>
<p style="text-align: right;"><b>جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ</b></p>
<p><i>“(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya. Di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan dengan mutiara serta pakaian mereka di dalamnya adalah sutera”</i> <b>(QS. Faathir [35]: 33).</b></p>
<p style="text-align: right;"><b>يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ</b></p>
<p><i>“Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan”</i> <b>(QS. Ad-Dukhan [44]: 53).</b></p>
<p>Dari Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ، لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ</b></p>
<p><i>“Barangsiapa masuk surga, dia bersenang-senang dan tidak bersedih. </i><b><i>Pakaiannya tidak usang </i></b><i>dan mudanya tidak lenyap”</i> <b>(HR. Muslim no. 2836).</b></p>
<p><b>Permadani dan Gelas di Surga</b></p>
<p>Allah <i>Ta’ala</i> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;"><b>مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ</b></p>
<p><i>“Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat”</i> <b>(QS. Ar-Rahman [55]: 54).</b></p>
<p style="text-align: right;"><b>وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ  وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ</b></p>
<p><i>“Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar”</i> <b>(QS. Al-Ghasyiyah [88]:14-16).</b></p>
<p style="text-align: right;"><b>يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ (17) بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (18)</b></p>
<p><i>“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir”</i> <b>(QS. Al-Waqi’ah [56]: 17-18).</b></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p>Diselesaikan di tengah badai salju, Rotterdam NL 21 Rabi’ul awwal 1439/10 Desember 2017</p>
<p>Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,</p>
<p>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">Muhammad Saifudin Hakim</a><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
[1] Silakan dibaca tulisan kami lainnya mengenai hal ini: <a href="https://muslim.or.id/29994-kebahagiaan-melihat-wajah-allah-taala-di-akhirat.html">Kebahagiaan Melihat Wajah Allah Ta’ala di Akhirat</a>
 