
<p><span style="font-weight: 400;">Sehabis dari bepergian jauh, baik haji, umroh, mudik atau lainnya, seharusnya kita mengingat bingkisan yang berharga ini. Saling memberi hadiah adalah di antara sunnah yang dianjurkan karena lebih mempererat ukhuwah, apalagi terhadap anak, istri dan kerabat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah</span><i><span style="font-weight: 400;"> shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">تَهَادَوْا تَحَابُّوا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena hal itu akan membuat kalian saling mencintai.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 6/169, </span><i><span style="font-weight: 400;">hasan</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">هدايا الناس بعضهم لبعض تولد في قلوبهم الوصال</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara hadiah yang istimewa bagi jamaah haji atau umroh adalah air zam-zam. Karena air zam-zam adalah air yang penuh barokah. Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (HR. Muslim no. 4520). Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (HR. Ibnu Majah no. 3062 dan Ahmad 3/357, </span><i><span style="font-weight: 400;">shahih</span></i><span style="font-weight: 400;">). Maksudnya do’a apa saja yang diucapkan ketika meminumnya adalah do’a yang mustajab.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil anjuran membawa air zam-zam sebagai oleh-oleh adalah riwayat dari ummu mukminin ‘Aisyah. Dulu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah membawa pulang air zam-zam (dalam sebuah botol sebagai oleh-oleh), lalu beliau mengatakan bahwa Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah melakukan seperti ini. Diriwayatkan dari yang lainnya, dari Abu Kuraib, terdapat tambahan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zam-zam</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (HR. Al Baihaqiy dalam Sunanul Kubro 5/202 dan Syu’abul Iman 3/1502, </span><i><span style="font-weight: 400;">shahih</span></i><span style="font-weight: 400;">). Riwayat ini sebagai dalil anjuran membawa oleh-oleh sepulang dari tanah suci. Begitu pula sebagai dalil membawa oleh-oleh secara umum demi menjalin tali kasih terhadap sesama. Namun tentu saja perlu hati-hati jika yang diberi hadiah atau oleh-oleh adalah seorang wanita yang mendapat dari pria yang bukan mahrom, ini tentu dapat menimbulkan fitnah (godaan) dan kerusakan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saling berilah hadiah agar semakin memupuk cinta kasih sesama, apalagi sesama anggota kerabat yang lebih dekat nasab dan tali pernikahan. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu waliyut taufiq.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Panggang-Gunung Kidul, 13 Ramadhan 1432 H (13/08/2011)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">www.rumaysho.com</span></p>
 