
<p><span style="font-weight: 400;">Saat ini, setiap saat, setiap waktu, mungkin ada saja yang membuat hati kita risau, gusar, atau ”galau” dengan kehidupan kita di dunia ini. Entah harga barang-barang kebutuhan pokok yang mahal, entah biaya masuk sekolah, entah tarif listrik dan BBM yang terus mengalami kenaikan, dan apa saja yang membuat hati kita khawatir dengan jatah rizki kita. Uang yang seolah-olah semakin tidak ada nilainya, penghasilan yang stagnan, dan seterusnya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25097-mengapa-ada-yang-mati-kelaparan-padahal-rezeki-sudah-dijamin.html" data-darkreader-inline-color="">Mengapa Ada Yang Mati Kelaparan Padahal Rezeki Sudah Dijamin?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bisa jadi kita merasa, kita-lah yang hidupnya paling susah di dunia ini …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Padahal kenyataannya, di sana lebih banyak lagi orang yang kehidupannya lebih susah dari kehidupan kita …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian kita para suami, selalu risau, ”Dari mana aku akan mendapatkan rizki untuk menghidupi diri dan keluargaku besok? Bagaimana aku nanti bisa mencari penghidupan?”</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Apakah “rizki” itu?</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Rizki adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Rizki itu ada dua macam, yaitu </span><b>rizki yang bermanfaat untuk badan dan rizki yang bermanfaat untuk agama.</b><span style="font-weight: 400;"> Rizki yang bermanfaat untuk badan seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan yang sejenisnya. </span><b>Adapun rizki yang bermanfaat untuk agama, yaitu ilmu dan iman.”</b> <b>(</b><b><i>Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, </i></b><b>hal. 101-102)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak di antara kita yang risau dengan rizki jenis pertama. Kita risau ketika penghasilan sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Yang kita pikirkan setiap saat dan setiap waktu adalah bagaimana kita bisa memiliki penghasilan tambahan? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya, kita justru tidak pernah risau dengan rizki jenis ke dua. Ketika hati kita kosong dari ilmu agama, kita santai-santai saja. Ketika iman kita </span><i><span style="font-weight: 400;">nge-drop</span></i><span style="font-weight: 400;"> (turun drastis), tidak ada sama sekali kekhawatiran di dalam dada. Ketika amal ketaatan kita sedikit, kita cuek saja. Ketika kita semakin terbuai dengan maksiat, semuanya terasa </span><i><span style="font-weight: 400;">happy-happy </span></i><span style="font-weight: 400;">saja. Seolah-olah semuanya baik-baik saja, padahal bisa jadi iman kita sedang berada di pinggir jurang.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/24594-pengaruh-shalat-dan-maksiat-terhadap-rezeki.html" data-darkreader-inline-color="">Pengaruh Shalat Dan Maksiat Terhadap Rezeki</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga kita terselamatkan dari yang demikian ini …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, rizki selalu kita identikkkan dengan uang, uang, dan uang …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Padahal, kesehatan adalah rizki …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bisa bernapas adalah rizki …</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">dan demikian seterusnya untuk nikmat-nikmat yang lain.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Allah Ta’ala telah menetapkan rizki atas setiap diri kita</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika memang yang menjadi kegelisahan kita adalah rizki jenis pertama, yaitu rizki yang bermanfaat untuk badan, maka perlu kita ketahui bahwa Allah-lah yang akan memberikan rizki itu semuanya kepada kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">juga menjelaskan bahwa dalil yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang memberikan rizki kepada kita itu sangat banyak, baik dalil dari Al-Qur’an, hadits, maupun akal.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/21393-rezeki-sudah-dijamin-sedangkan-nasib-di-akhirat-belum-ada-jaminan.html" data-darkreader-inline-color="">Rezeki Sudah Dijamin, Sedangkan Nasib Di Akhirat Belum Ada Jaminan</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara dalil Al-Qur’an yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Sesungguhnya </span><b>Allah, Dia-lah Yang Maha Pemberi rizki, </b><span style="font-weight: 400;">Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” </span><b>(QS. Adz-Dzariyat [51]: 58)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">juga berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Katakanlah, ’Siapakah </span><b>yang memberi rizki</b><span style="font-weight: 400;"> kepadamu dari langit dan dari bumi?’ Katakanlah, ’</span><b>Allah</b><span style="font-weight: 400;">’.” </span><b>(QS. Saba’ [34]: 24)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di ayat yang lain lagi Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Katakanlah, ’Siapakah </span><b>yang memberi rizki</b><span style="font-weight: 400;"> kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka semuanya akan menjawab, ’</span><b>Allah</b><span style="font-weight: 400;">’.” </span><b>(QS. Yunus [10]: 31)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan di antara dalil dari As-Sunnah adalah sabda Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam,</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِىٌّ أَوْ سَعِيدٌ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Kemudian diutuslah Malaikat kepadanya (janin, pent.). Malaikat itu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan untuk menuliskan empat kalimat (ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah baginya), yaitu: (1) </span><b>rizki</b><span style="font-weight: 400;">, (2)</span> <span style="font-weight: 400;">ajal, (3) amal perbuatan dan (4) (apakah nantinya dia termasuk) orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang berbahagia (masuk surga).” </span><b>(HR. Muslim no. 6893)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika yang menjamin rizki kita adalah Dzat Yang Maha kaya, mengapa kita masih sangat khawatir?</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/9511-banyak-anak-banyak-rezeki.html" data-darkreader-inline-color="">Banyak Anak, Banyak Rezeki?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/451-rezeki-jimat.html" data-darkreader-inline-color="">Ada Apa Antara Rezeki dan Jimat?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 18 Dzulqa’dah 1440/15 Juli 2019</span></p>
<p><b>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color=""> M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Dalil-dalil tentang hal ini penulis ambil dari kitab </span><b><i>Syarh Tsalaatsatul Ushuul</i></b><i><span style="font-weight: 400;">, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 23; karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah.</span></i></p>
 