
<p>Teman ada beberapa macam:</p>
<ol>
<li>Teman atas dasar asas manfa’at.</li>
<li>Teman untuk bersenang-senang.</li>
<li>Teman yang utama.</li>
</ol>
<p>Siapakah mereka?</p>
<h4><strong>1. Teman atas dasar asas manfa’at</strong></h4>
<p>Dialah yang berteman denganmu ketika dia dapat mengambil manfaat darimu berupa harta, kedudukan, dsb. Jika dia tidak lagi mengambil manfaat darimu, dia akan membelakangimu, seolah-olah dia tidak pernah mengenalmu dan engkau tidak pernah mengenalnya, betapa banyaknya teman seperti ini.</p>
<p style="text-align: right;">وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْها رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْها إِذا هُمْ يَسْخَطُونَ</p>
<p>“<em>Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah</em>” (QS. At Taubah: 58).</p>
<p><strong>2. Teman untuk bersenang-senang.</strong></p>
<p>Dialah yang berteman denganmu karena ingin bersenang-senang denganmu dalam percakapan dan pergaulan, namun dia tidak bermanfaat bagimu dan tidak ingin memberimu faidah berteman dengannya. Berteman dengannya hanyalah menghabiskan waktu, hindarilah teman seperti ini.</p>
<p><strong>3. Teman yang utama.</strong></p>
<p>Dia membawamu kepada kebaikan dan melarangmu dari keburukan. Dia membuka pintu kebaikan dan menunjukkanmu padanya. Bila engkau tergelincir, maka dia menyelamatkanmu dengan cara yang tidak menjatuhkan kemuliaannya.</p>
<p>(Syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitabnya “<em>Hilyah thaalib al-‘ilm</em>“, hal.23).</p>
<p>Umar bin Khaththab berkata:</p>
<p style="text-align: right;">ما أعطي بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح، فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به</p>
<p>“Tiada setelah nikmat Islam yang lebih baik daripada nikmat seorang teman yang shalih, jika kalian menemukan cinta itu pada temannya, maka hendaklah dia berpegang erat dengannya”</p>
<p>Imam Asy Syafi’i berkata:</p>
<p style="text-align: right;">إذا كان لك صديق -يعينك على الطاعة- فشد يديك به؛ فإن اتخاذ الصديق صعب ومفارقته سهل</p>
<p>“Jika engkau mempunyai teman yang membantumu kepada keta’atan, maka eratkanlah peganganmu padanya, karena mendapatkan teman itu sulit, sedangkan berpisah darinya sangat mudah”</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ustadzah Arfah Ummu Faynan Lc.</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 