
<h4 style="text-align: left;">Soal:</h4>
<p style="text-align: left;">Apa kewajiban orang tua terhadap anak yang meninggalkan shalat?</p>
<h4 style="text-align: left;">Jawab:</h4>
<p style="text-align: left;">Jika mereka memiliki anak yang tidak mau shalat, maka kewajiban mereka adalah memaksa anak tersebut untuk shalat, baik dengan ucapan, perintah, maupun pukulan (yang tidak menyakitkan). Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p style="text-align: right;">(وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ)</p>
<p style="text-align: left;">“Pukullah mereka jika mereka meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun” (HR. Ahmad 2/187 dan Abu Dawud no. 495 dan 496 dan terdapat dalam kitab <em>Shahih Al-Jami’</em> no. 5868)</p>
<p style="text-align: left;">Apabila tidak berhasil dengan pukulan, maka anak tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwenang di negaranya supaya memaksa anak tersebut untuk melaksanakan shalat.</p>
<p style="text-align: left;">Intinya, anak tersebut tidak boleh didiamkan begitu saja. Karena itu termasuk bentuk menerima kemungkaran. Padahal meninggalkan shalat adalah kekufuran yang dapat mengeluarkan seseorang dari agama Islam[1].</p>
<p style="text-align: left;">Orang yang meninggalkan shalat itu kafir dan kekal di neraka. Apabila ia mati di atas kekufuran, maka tidak boleh dimandikan, tidak boleh dishalatkan, maupun dikuburkan di pemakaman kaum muslimin. <em>Nas-alullahas</em> salamah (kita memohon keselamatan kepada Allah).</p>
<p style="text-align: left;">***</p>
<p style="text-align: left;">Diterjemahkan dari <em>Fatawa Arkanil Islam</em> karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Al-Khairiyah, cetakan ketiga, tahun 1437 H, hal. 340-341.</p>
<p style="text-align: left;">[1] Di antara dalilnya adalah hadits dari Abdullah bin Buraidah <em>radhiallahu’anhu</em>, Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">إنَّ العَهدَ الذي بيننا وبينهم الصَّلاةُ، فمَن تَرَكها فقدْ كَفَرَ</p>
<p style="text-align: left;">“<em>Sesungguhnya perjanjian antara kita dan mereka (kaum musyrikin) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir</em>” (HR. At Tirmidzi no. 2621, dishahihkan Al Albani dalam <em>Shahih At Tirmidzi</em>).</p>
<p>Penerjemah: Ummu Fathimah</p>
<p>Artikel Muslimah or.id</p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 