
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1095569593&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Amma Ba’du dalam Khutbah</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Salah satu kebiasaan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam menyampaikan mukadimah khutbah adalah mengakhiri mukadimah itu dengan kalimat “<em>amma ba’du</em>”.</p>
<p>Diantara dalilnya, hadis dari sahabat Jabir bin Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhuma,</em> beliau menceritakan,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ … وَيَقُولُ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ».</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> apabila berkhutbah, beliau memerah matanya, lantang suaranya, terlihat sangat marah, seolah beliau sedang memberi orientasi pasukan perang… beliau mengatakan,</p>
<p>“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara agama adalah bid’ah dalam agama. Karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim 2042).</p>
<p>Shiddiq Hasan Khan mengatakan,</p>
<p class="arab">ويأتي بقول : ( أما بعد )؛  وظاهره أنه كان صلى الله عليه و سلم يلازمها في جميع خطبه . وذلك بعد الحمد والثناء والتشهد</p>
<p>Lalu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengucapkan “amma ba’du”. Secara tekstual, beliau merutinkan kalimat ini dalam semua khutbahnya. Dan itu diucapkan setelah memuji Allah dan tasyahud. (al-Ajwibah an-Nafi’ah, hlm. 55)</p>
<h3><strong>Makna “Amma Ba’du”</strong></h3>
<p>Kata “أَمَّا بَعْدُ”  bisa juga diungkapkan dengan: “وَبَعْدُ” . Keduanya bermakna sama. Sering diartikan dengan: “adapun selanjutnya”.</p>
<p>Kalimat ini disebut “فَصْلُ الخِطَابِ” (kalimat pemisah).</p>
<p>Kalimat ini digunakan untuk memisahkan mukadimah dengan isi dan tema khotbah.</p>
<p>Ini merupakan bagian dari perhatian seseorang terhadap ceramah yang disampaikan. Demikian keterangan Syekh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumthi’, (1/7).</p>
<h3><strong>Siapa yang Pertama Kali Mengucapkannya?</strong></h3>
<p>Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari <em>radhiallahu ‘anhu</em> bahwa beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">أول من قال أمَّا بعدُ داودُ وهو فصل الخطاب</p>
<p><em>“Orang yang pertama kali mengucapkan ‘amma ba’du’ adalah Nabi Daud ‘alaihis salam, dan itu adalah fashlal khitab.”</em> (Al-Awail Ibni Abi Ashim, no. 188; Al-Awail Ath-Thabrani, no. 40)</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَاب</p>
<p><em>“Kami kuatkan kerajaannya serta Kami berikan ilmu dan fashlul khitab.”</em> (Q.s. Shad: 20)</p>
<p>Ada juga yang berpendapat lain, siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat ini. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan beberapa nama orang yang dianggap pertama kali mengucapkan kalimat ini. Diantaranya,</p>
<ol>
<li>Nabi Ya’qub ‘alahis salam. Berdasarkan riwayat ad-Daruquthni.</li>
<li>Ya’rib bin Qahthan.</li>
<li>Ka’ab bin Luai.</li>
<li>Qais bin Saidah.</li>
<li>Subhan</li>
</ol>
<p>Namun yang makruf, orang pertama yang megatakannya adalah Nabi Daud ‘alaihi salam.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 