
<p><span style="font-weight: 400;">Abul Aswad menasehati anak perempuannya, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">إياك والغيرة فإنها مفتاح الطلاق وعليك بالزينة وأزين الزينة الكحل وعليك بالطيب وأطيب الطيب إسباغ الوضوء</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Waspadai cemburu karena cemburu itu kunci perceraian. Berdandanlah dan sebaik-baik dandanan adalah celak. Pakailah parfum dan sebaik-baik parfum adalah berwudhu dengan sempurna.” (<em>Uyunul Akhyar</em> 4/76)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada tiga nasehat penting bagi seorang isteri:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jangan cemburu berlebihan. Betul, cemburu itu tanda cinta. Tapi suami yang semua gerak gerik dicurigai karena alasan cemburu tentu saja membuat dia sangat tidak nyaman. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika ini terlalu bolak-balik terjadi sering kali berakhir dengan perceraian. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rajin berdandan untuk suami. Diantara kiat penting agar bisa menyejukkan mata suami adalah rajin berdandan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memakai parfum pengharum badan. Parfum terbaik adalah badan yang bersih dan segar karena mandi atau wudhu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ingat, Suami juga dituntut untuk bersih dan wangi ketika berada di dekat istri”.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 