
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/52231-kebodohan-kita-terhadap-bahaya-syirik-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Kebodohan Kita terhadap Bahaya Syirik (Bag. 1)</a></span></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Syirik Merupakan Kezaliman yang Paling Zalim</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ahli tauhid yang meng-esa-kan Allah dan membersihkan diri dari kesyirikan baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan, maka dia akan mendapatkan keamanan dan petunjuk di dunia dan di akhirat. Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” </span><b>(QS. Al-An’am [6]: 82)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika ayat ini turun, para sahabat mengadu kepada Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Mereka </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhum </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّنَا لاَ يَظْلِمُ نَفْسَهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Wahai Rasulullah, siapakah yang tidak menzalimi dirinya sendiri?” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setiap orang pasti menzalimi dirinya sendiri dengan apa saja, baik dengan meremehkan kewajiban atau terjatuh ke dalam perbuatan dosa. Jika dia ingat atau diingatkan, maka dia akan bertaubat dari perbuatannya itu. Lalu siapakah yang tidak menzalimi dirinya sendiri? </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/27693-pemimpin-kafir-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-zalim.html" data-darkreader-inline-color="">Pemimpin Kafir Adil Lebih Baik Dari Pemimpin Muslim Zalim?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Tiga Jenis Kezaliman</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>لَيْسَ كَمَا تَقُولُونَ ( لَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ ) بِشِرْكٍ ، أَوَلَمْ تَسْمَعُوا إِلَى قَوْلِ لُقْمَانَ لاِبْنِهِ ( يَا بُنَىَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ )</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bukan itu yang dimaksud. (Yang dimaksud dengan) “tidak mencampur-adukkan keimanan mereka dengan kezaliman” adalah dengan kesyirikan. Tidakkah kalian mendengar perkataan Luqman kepada anaknya (yang artinya), “Wahai anakku! Janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar.’” </span><b>(HR. Bukhari no. 3360 dan Muslim no. 342. Lafadz hadits tersebut adalah lafadz hadits Bukhari)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam hadits tersebut, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan bahwa kezaliman yang dimaksud dalam ayat ini adalah kesyirikan. Karena sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, terdapat tiga jenis kezaliman:</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">1. Kezaliman Syirik Kepada Allah </span></strong></h3>
<p><b>Y</b><span style="font-weight: 400;">ang merupakan jenis kezaliman yang paling zalim, yaitu kezaliman syirik. Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” </span><b>(QS. Luqman [31]: 13)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengapa syirik disebut dengan zalim? Karena makna asal dari zalim adalah,</span><i><span style="font-weight: 400;">”Meletakkan sesuatu selain pada tempatnya”. </span></i><span style="font-weight: 400;">Sedangkan makna dari syirik adalah,</span><i><span style="font-weight: 400;">”Meletakkan ibadah selain pada tempatnya”. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga syirik inilah kezaliman yang paling zalim. Karena ketika manusia meletakkan (menujukan) ibadah tersebut selain pada tempatnya yang benar, mereka memberikan ibadah tersebut kepada makhluk yang tidak berhak menerimanya. Artinya, mereka menyamakan antara makhluk dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Khalik</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Pencipta), yang berarti menyamakan antara sesuatu yang lemah dengan Dzat Yang Maha perkasa. Oleh karena itu, kezaliman apakah yang lebih besar dari itu?</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/50906-hukum-menghina-atau-memanggil-orang-lain-dengan-nama-binatang.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Menghina atau Memanggil Orang Lain dengan Nama Binatang</a></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">2. Kezaliman Seorang Hamba Atas Dirinya Sendiri</span></strong></h3>
<p><b>Ke dua, </b><span style="font-weight: 400;">kezaliman seorang hamba atas dirinya sendiri dengan berbuat maksiat. Pelaku maksiat sebenarnya hanyalah menzalimi diri mereka sendiri. Hal ini karena pelakunya menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam hukuman. Padahal kewajibannya adalah menundukkan jiwanya, dan meletakkannya sesuai dengan tempat yang sesuai denganya, yaitu di atas ketaatan. Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” </span><b>(QS. Az-Zumar [39]: 15)</b><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47509-taat-kepada-penguasa-karena-pamrih-duniawi.html" data-darkreader-inline-color="">Taat kepada Penguasa karena Pamrih Duniawi</a></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">3. Kezaliman Hamba Kepada Manusia Lainnya</span></strong></h3>
<p><b>Ke tiga, </b><span style="font-weight: 400;">kezaliman seorang hamba kepada manusia lainnya, baik dengan mengambil hartanya, menggunjingnya, membunuh jiwa mereka tanpa alasan yang dapat dibenarkan, memukul, melukai, atau merendahkan mereka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">memberitahukan kepada para sahabat bahwa keumuman (yaitu kezaliman) dalam QS. Al-An’am [6] ayat 82 tersebut dimaksudkan untuk zalim dalam bentuk tertentu. Maksudnya adalah salah satu dari tiga jenis kezaliman, yaitu kezaliman seorang hamba terhadap hak Rabb-nya dengan berbuat kesyirikan terhadap Allah Ta’ala</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">Kezaliman tersebut merupakan jenis kezaliman yang terbesar</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">Inilah makna melaksanakan tauhid dan berlepas diri serta membersihkan diri dari kesyirikan. Dengannya seorang hamba dapat meraih keamanan dan petunjuk. </span><b>[1]</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46138-hak-dan-kewajiban-pemimpin-dan-rakyat-yang-dipimpin-bag-2.html" data-darkreader-inline-color="">Hak dan Kewajiban Pemimpin dan Rakyat yang Dipimpin</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46006-menjawab-kerancuan-seputar-hadits-ummul-hushain.html" data-darkreader-inline-color="">Menjawab Kerancuan Seputar Hadits Ummul Hushain</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 8 Muharram 1441/ 8 September 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Catatan Kaki</b></span></h2>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Lihat </span><b><i>I’anatul Mustafiid, </i></b><span style="font-weight: 400;">1: 57 dan </span><b><i>Fadhlu Tauhid wa Takfiruhu li Dzunub</i></b><i><span style="font-weight: 400;">, </span></i><span style="font-weight: 400;">http://www.sahab.org.</span></p>
 