
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1036859008&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h1><b>Kencing di Tempat Umum Mengundang Laknat</b></h1>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Assalamualaikum ustadz, di tmpt2 wisata kami sering mendapati jalan yg bau pesing. Mohon arahan dan bimbingannya agar tindakan tidak menjadi kebiasaan atau dianggap ringan oleh masyarakat Ustadz. Semoga jawaban ust bisa dibaca dan diterima mereka. Trmksh.</span></i></p>
<p><em>Dari : Hamba Allah, di Bantul.</em></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bismillah wal hamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala rasulillah wa ba’du.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadis riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma di bawah ini telah menjawab pertanyaan di atas. Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">اتقوا الملاعن الثلاث</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Hati-hati kalian dari tiga sebab laknat.”</span></i></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">قيل: ما الملاعن يا رسول الله؟</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apa gerangan sebab-sebab laknat itu ya Rasulullah?” Tanya seorang sahabat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">أن يقعد أحدكم في ظل يُسْتَظلُّ به أو في طريق أو في نقع ماء</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Seorang buang hajat di tempat berteduh orang-orang, di jalan, atau di genangan air.” (</span></i><span style="font-weight: 400;">Dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula ada hadis riwayat Imam Abu Dawud rahimahullah dari sahabat Mu’adz bin Jabal,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">اتقوا الملاعن الثلاثة: البراز في الموارد وقارعة الطريق والظل</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Bertakwalah kalian dari tiga sebab laknat yaitu buang hajat di:</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">– tempat air mengalir (untuk kebutuhan konsumsi manusia)</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">– jalan</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">– dan tempat berteduh.</span></i><span style="font-weight: 400;">“</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud dapat menyebabkan laknat adalah orang yang kencing atau buang hajat di tempat umum bisa mendapatkan laknat dari dua sisi:</span></p>
<p><b>Pertama</b><span style="font-weight: 400;">, laknat dari Allah ta’ala.</span></p>
<p><b>Kedua</b><span style="font-weight: 400;">, laknat dari manusia yang terdzolimi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana dijelaskan dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah nomor </span><span style="font-weight: 400;">38199</span><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">ومعنى “الملاعن” جمع ملعنة، وهي الفعلة التي تكون سببا للعن صاحبها، أي التي تجلب على فاعلها اللعنة من الله والناس</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Malaa’in</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah jamak dari kata </span><i><span style="font-weight: 400;">mal’anah</span></i><span style="font-weight: 400;">, maknanya adalah perbuatan yang dapat menyebabkan pelakunya mendapat laknat, laknat dari Allah dan dari manusia.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Laknat dari Allah karena tindakan tersebut adalah tindakan dosa besar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun laknat dari manusia, disebabkan mereka terdzolimi oleh najis dan aroma pesing dari bekas air seninya. Sementara doa orang yang terdzolimi adalah mustajab. Bahkan dari orang kafir sekalipun, apalagi dari orang mukmin. Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma pernah menceritakan pesan Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada sahabat Mu’adz bin Jabal, ketika mengutus beliau berdakwah ke negeri Yaman, yang penduduknya ketika itu menganut agama Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani),</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Hati-hati kamu dari doanya orang yang terdzolimi, karena sesungguhnya tak ada penghalang antara doa mereka dengan Allah</span></i><span style="font-weight: 400;">. (HR. Bukhori dan Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah menerangkan,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">فإذا دعوت الله عليه استجاب الله دعاءك، حتى ولو كان المظلوم كافرا ، وظلمته ، ثم دعا الله عليك؛ استجاب الله دعاءه، لا حبا للكافر ، ولكن حبا للعدل</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika anda sebagai pihak terdzolimi mendoakan keburukan kepada pelaku kedzaliman, maka doa anda akan diijabahi Allah. Meskipun seandainya pihak yang terdzolimi itu adalah orang kafir. Anda dzolimi orang kafir, lalu dia berdoa buruk untuk anda, maka Allah akan kabulkan doanya. Bukan karena sayang kepada kafir, tapi karena Allah sayang pada keadilan.” (Syarah Riyadussholihin karya Ibnu ‘Utsaimin hal. 616 jilid 4, penerbit : Madar Al-Wathon, Riyadh, tahun. 1426 H)</span></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Demikian.</span></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah menambahkan hidayah untuk kita.</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><strong>Dijawab oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Jogjakarta dan Pengasuh Thehumairo.com)</span></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI </strong>: BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 