
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian umat Islam tidak perhatian bahkan kurang perhatian dengan bahasa Arab. Padahal bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran dan Hadits. Sebagian kaum muslimin semangat belajar bahasa Inggris karena sangat bermanfaat untuk dunianya. Hendaknya juga semangat belajar bahasa Arab karena ada keutamaan belajar bahasa arab dan ilmu nahwu. Berikut beberapa manfaat bahasa arab:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;">Lebih mudah memahami dan menghapal Al-Quran dan bermunajat dengan Allah</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Lebih mudah memahami dan menghapalkan hadits</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> lebih mudah memahami dan menghapalkan doa-doa serta fokus dan menjiwai makna doa</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> lebih mudah memahami ilmu agama karena banyak kaidah agama dibangun di atas ilmu nahwu dan bahasa Arab</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> lebih khusyu’ ketika shalat dan membaca Al-Quran serta lebih merasakan kenikmatan dalam ibadah</span></li>
</ol>
<h2>Dalil-dalil Keutamaan bahasa Arab</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah  </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Azza wa Jalla</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (yusuf:2)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir menjelaskan keutamaan bahasa Arab beliau berkata menafsirkan ayat ini,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وذلك لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس؛ فلهذا أنزل أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة (8) أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرفشهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><i><span style="font-weight: 400;">“Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia</span></i><b><i>. </i></b><i><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu kitab yang paling mulia diturunkan (Al-Qur’an) kepada rasul yang paling mulia (Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam), dengan bahasa yang termulia (bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (Jibril), ditambah diturunkan pada dataran yang paling muia diatas muka bumi (tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi</span></i><b><i>.”</i></b><span style="font-weight: 400;"> [Tafsirul Qur’an Al-Adzim 4/366]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para salaf dan ulama pun banyak yang memotivasi agar kita semangat belajar bahasa Arab. Umar bin Khattab menegaskan bahwa bahasa Arab adalah bagian dari agama. Beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">تعلموا العربية فإنها من دينكم </span></p>
<p><b><i>“</i></b><i><span style="font-weight: 400;">Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” </span></i><span style="font-weight: 400;">(</span><i><span style="font-weight: 400;">Iqtidha’ shiratal mustaqim </span></i><span style="font-weight: 400;">527-528 jilid I, tahqiq syaikh Nashir Abdul karim Al–‘Aql]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Belajar bahasa Arab juga merupakan sarana untuk lebih memahami agama. Barang siapa yang ingin mendalami agama dan mengajarkan agama ke banyak orang (menjadi ustadz) hendaknya belajar bahasa Arab. Imam Asy-Syafi’i berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">من تبَحَرَّ فى النحو اهتدى إلى كل العلوم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> “Siapa yang menguasai nahwu, dia dimudahkan untuk memahami seluruh ilmu.” [Syadzarat ad-Dzahab, hlm. 1/321]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hendaknya kaum muslimin tidak memandang remeh bahasa Arab, dalam artian menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa yang tidak diperhatikan dan lebih fokus dan menaruh perhatian ke bahasa lainnya. Imam Asy Syafi’i berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">سمى الله الطالبين من فضله في الشراء والبيع تجاراً، ولم تزل العرب تسميهم التجار ثم سماهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بما سمى الله به من التجارة بلسان العرب، والسماسرة اسم من أسماء العجم، فلا نحب أن يسمى رجل يعرف العربية تاجراً، إلا تاجراً، ولا ينطق بالعربية فيسمي شيئاً بأعجمية، وذلك أن اللسان الذي أختاره الله عز وجل لسان العرب، فأنزل به كتابه العزيز وجعله لسان خاتم أنبيائه محمد صلى الله عليه وسلم، ولهذا نقول: ينبغي لكل أحد يقدر على تعلم العربية أن يتعلمها، لأنها اللسان الأولى، بأن يكون مرغوباً فيه من غير أن يحرم على أحد أن ينطق بأعجمية.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Allah  menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah  melalui jual-beli (berdagang) dengan nama tujjar  (para pedagang-pent), kemudian Rasululah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah  telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa Arab. Sedangkan “samaasiroh” adalah nama dari bahasa ‘ajam (selain Arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa Arab menamai para pedagang kecuali dengan nama “tujjar” dan janganlah seseorang yang berbahasa Arab lalu ia menamakan sesuatu dengan bahasa ‘ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah , sehingga Allah  menurunkan kitab-Nya dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab menjadi bahasa penuntup para nabi, yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan sepantasnya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain</span></i><b><i>.”</i></b></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فقد كره الشافعي لمن يعرف العربية، أن يسمى بغيرها،</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وأن يتكلم بها خالطاً لها بالعجمية</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Imam Syafi’i membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia menamakan dengan selain bahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa ‘ajam .” </span></i><span style="font-weight: 400;">(lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">Iqtidho’</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">shiratal mustaqim</span></i><span style="font-weight: 400;"> hal 521-522 jilid I).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga kita semua bersemangat untuk belajar bahasa arab, karena keutamaan belajar bahasa arab begitu besar.</span></p>
<p><em><strong>Baca Juga:</strong></em></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/31097-pentingnya-mempelajari-bahasa-arab.html" target="_blank" rel="noopener">Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/61906-pelajarilah-bahasa-arab-agar-memahami-agama.html" target="_blank" rel="noopener">Pelajarilah Bahasa Arab Agar Memahami Agama</a></strong></li>
</ul>
<p>—</p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <a href="https://muslimafiyah.com/tentang-saya" target="_blank" rel="noopener">Raehanul Bahraen</a></strong></p>
<p><strong>Artikel muslim.or.id</strong></p>
 