
<p><em>Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:</em></p>
<h2><strong>Apakah “Tafsir” itu?</strong></h2>
<p>Tafsir (التفسير), secara <strong>bahasa </strong>diambil dari kata الفسر yang bermakna menyingkap sesuatu yang tertutup sehingga menjadi jelas.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a> Jadi, sebagaimana dijelaskan oleh pakar bahasa Arab, Ibnul Faris dalam <em>Mu’jam Maqayis Al-Lughah </em>bahwa makna bahasa dari kata <em>tafsir</em> adalah <em>penjelasan sesuatu.</em><a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a> Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala</p>
<p style="text-align: right;">وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا</p>
<p>“<em>Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) syubhat, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya” </em>(QS. Al-Furqan: 33).</p>
<p>Adapun secara<strong> istilah</strong>, beragam para ulama dalam mendefinisikannya, Syaikh Al-Utsaimin dalam kitabnya <em>Ushulun fit Tafsir </em>mendefinisikan istilah <em>tafsir</em> dengan definisi berikut.</p>
<p style="text-align: right;">بيان معاني القرآن الكريم</p>
<p><em>“Penjelasan makna Al-Qur`an Al-Karim</em>.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a></p>
<p>Az-Zarkasyi dalam kitab <em>Al-Burhan fi ‘Ulumul Qur`an</em> mendefinisikan <em>tafsir </em>sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: right;">علم يعرف به فهم كتاب الله المنزل على نبيه محمد صلى الله عليه وسلم وبيان معانيه واستخراج أحكامه وحكمه.</p>
<p><em>“Ilmu yang dengannya dapat diiketahui (kandungan) Kitabullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dapat diketahui penjelasan makna-maknanya serta bisa dikeluarkan hukum dan hikmah yang terkandung didalamnya”</em> (Al-Burhan fi ‘Ulumul Qur`an, hal. 22).</p>
<p> </p>
<p><em>Wallahu a’lam, </em>definisi yang tepat adalah definisi yang disampaikan oleh Syaikh Al-Utsaimin <em>rahimahullah </em>di atas, dan <em>insyaallah</em> akan ditulis sebuah artikel yang menjelaskan tentang alasan ilmiahnya.</p>
<h2><strong>Keutamaan Mempelajari <em>Tafsir</em> Al-Qur`an</strong></h2>
<p>Ilmu tafsir Al-Qur`an termasuk ilmu yang paling mulia. Hal ini ditinjau dari beberapa alasan berikut ini.</p>
<h2><strong>1. Materi Ilmu Tafsir adalah Materi Pelajaran yang Paling Mulia</strong></h2>
<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah </em>dalam <em>Miftah Daris Sa’adah</em>: 1/86 mengatakan,</p>
<p style="text-align: right;">وهو أن شرف العلم تابع لشرف معلومه</p>
<p><em>“Bahwa kemuliaan sebuah ilmu mengikuti kemuliaan materi yang dipelajari dalam ilmu tersebut.”</em></p>
<p>Jelaslah bahwa ilmu Tafsir termasuk ilmu yang paling mulia karena materi yang dipelajari darinya adalah <em>kalamullah</em>. Hal ini karena tidak ada satu pun dari ucapan yang lebih mulia dari firman Allah Ta’ala<em>, </em>oleh karena itu pantaslah jika termasuk diantara ilmu yang paling mulia.</p>
<h2><strong>2. Mempelajari Tafsir Al-Qur`an adalah Jenis Mempelajari Al-Qur`an yang Paling Mulia</strong></h2>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">خيركم من تعلم القرآن وعلمه</p>
<p><em>“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya”</em> (HR. Imam Al-Bukhari).</p>
<p>Imam Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah </em>setelah membawakan hadits di atas, lalu menjelaskan,</p>
<p style="text-align: right;">وتعلم القرآن وتعليمه يتناول تعلم حروفه وتعليمها، وتعلم معانيه وتعليمها</p>
<p><em>Mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya mencakup:</em></p>
<ul>
<li><em>(1) mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya, dan</em></li>
<li><em>(2) mempelajari dan mengajarkan makna-maknanya,</em></li>
</ul>
<p style="text-align: right;">وهو أشرف قسمي تعلمه وتعليمه , فإن المعنى هو المقصود، واللفظ وسيلة إليه.</p>
<p><em>“Yang terakhir inilah (no.2) merupakan jenis mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya <strong>yang paling mulia</strong>, karena makna Al-Qur`an itulah yang menjadi tujuan yang dimaksud, sedangkan lafadz Al-Qur`an  adalah sarana untuk mencapai maknanya.” </em></p>
<p style="text-align: right;"> فتعلم المعنى وتعليمه تعلم الغاية وتعليمها</p>
<p><em>“Maka</em>  <em>mempelajari dan mengajarkan <strong>makna-maknanya</strong> (hakekatnya) adalah mempelajari dan mengajarkan sebuah <strong>tujuan</strong>.”</em></p>
<p style="text-align: right;">وتعلم اللفظ المجرد وتعليمه  تعلم الوسائل وتعليمها</p>
<p><em>“sedangkan mempelajari dan mengajarkan lafadz semata (hakekatnya) adalah mempelajari dan mengajarkan sebuah <strong>sarana.</strong>”</em></p>
<p style="text-align: right;"> وبينهما كما بين الغايات والوسائل</p>
<p><em>“Dan (perbandingan) diantara keduanya <strong>seperti perbandingan antara tujuan dan sarana.”<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><sup>[4]</sup></a></strong></em></p>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Daftar Link Artikel Berseri:</strong></p>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/30038-keutamaan-mempelajari-tafsir-alquran.html">Keutamaan Mempelajari Tafsir Alquran (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/30041-keutamaan-mempelajari-tafsir-alquran-2.html">Keutamaan Mempelajari Tafsir Alquran (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/30096-keutamaan-mempelajari-tafsir-alquran-3.html">Keutamaan Mempelajari Tafsir Alquran (3)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Catatan Kaki</strong></span></p>
<h6>[1] Ushulun fit Tafsir, Syaikh Al-Utsaimin, hal. 23.<br>
[2] Mu’jam Maqayis Al-Lughah, Ibnu Faris: 4/504<br>
[3] Ushulun fit Tafsir, Syaikh Al-Utsaimin, hal. 23.<br>
[4] Miftah Daris Sa’adah : 1/280,Ibnul Qoyyim rahimahullah.</h6>
 