
<p><em>Bismillah walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du,</em></p>
<p>Keutamaan surah Al-Fatihah demikian besar dan banyak, di antaranya adalah:</p>
<h3><strong>Keutamaan Pertama: Surah Al-Fatihah adalah <em>Ummul Qur’an </em>dan <em>Ummul Kitab</em></strong></h3>
<p>Ada beraneka ragam nama untuk Al-Fatihah, Imam As-Suyuthi <em>rahimahullah </em>sampai menyebutkan ada 25 nama. Dan termasuk nama Al-Fatihah yang paling masyhur adalah <em>Ummul Qur’an </em>(Induk Alquran) &amp; <em>Ummul Kitab </em>(Induk Kitabullah)<em>.</em></p>
<p>Dari hadis Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu, </em>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الحمدُ للَّهِ ربِّ العالمينَ أمُّ القرآنِ، وأمُّ الْكتابِ، والسَّبعُ المثاني</span></p>
<p><em>“(Surah) Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (yaitu Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an dan Ummul Kitab serta As-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang).</em>” (HR. Abu Dawud, Sahih)</p>
<p>Alasan Al-Fatihah disebut sebagai <em>Ummul Qur’an </em>dan <em>Ummul Kitab</em> adalah:</p>
<h4 style="padding-left: 40px;">
<strong><em>Alasan Pertama: </em></strong><strong>Al-Fatihah mengandung dasar dari seluruh perincian Alquran dan sumbernya</strong>
</h4>
<p style="padding-left: 40px;">Jadi, nasihat, hukum, kisah, <em>khabar</em>, dan surah-surah selainnya dalam Alquran, semuanya kembali kepada surah Al-Fatihah. Itulah hakikat sesuatu berstatus “induk”, bahwa sesuatu yang lainnya kembali kepadanya. Oleh karena itu, setiap surah dalam Alquran, pasti ada isyaratnya dalam surah Al-Fatihah. Ini adalah mukjizat yang sangat mengagumkan yang tidak didapatkan dalam kitab-kitab Allah yang sebelumnya. Semua ini menunjukkan kesempurnaan lafaz dan makna Al-Fatihah, <em>Allahu Akbar</em>!</p>
<p style="padding-left: 40px;">Berikut contoh-contohnya:</p>
<p style="padding-left: 40px;">– Surah Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maidah, dan At-Taubah mengandung pembahasan tentang kaum muslimin, Yahudi, dan Nasrani. Dan ini berarti perincian tentang ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;">-Surah Al-Anbiya’, Al-Mukminun, dan Asy-Syu’ara’ mengandung berita para Nabi <em>’alaihimush shalatu wassalam.</em> Maka, hakikatnya ini adalah penjelasan dari ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;">-Surah Al-Qiyamah, At-Takwir, Al-Infithar, dan Al-Insyiqaq mengisahkan tentang Hari Akhir. Berarti ini adalah penjelasan dari ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;">-Surah An-Nisa’ menyebutkan hak-hak anak, pria, dan wanita, sedangkan manusia itu -sebagaimana makhluk selainnya- semuanya lemah, mereka membutuhkan pertolongan kepada Allah <em>Ta’ala </em>agar bisa beribadah kepada Allah semata. Maka, ini mengisyaratkan kepada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ</span></p>
<h4 style="padding-left: 40px;">
<strong><em>Alasan kedua: </em></strong><strong>Al-Fatihah sebagai pembuka Alquran dalam urutan surah-surah di mushaf Alquran dan menjadi surah pertama kali yang dibaca di dalam salat</strong>
</h4>
<p style="padding-left: 40px;">Imam Al-Bukhari <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">وسميت (أم الكتاب) لأنه يبدأ بكتابتها في المصاحف، ويبدأ بقراءتها في الصلاة</span></p>
<p style="padding-left: 40px;"><em>“(Al-Fatihah) dinamakan Ummul Kitab, karena penulisan Alquran dimulai dengannya dan bacaan Alquran dalam salat dimulai dengannya.”</em></p>
<h3><strong>Keutamaan Kedua: Mengandung Maksud-Maksud Alquran Al-Karim yang Terbesar</strong></h3>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي ، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ</span></p>
<p><em>“(Surah)</em> <em>Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin, ia disebut As-Sab’ul Matsani dan disebut juga Alquran Al-‘Azhim yang dianugerahkan kepadaku.”</em></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/68746-membaca-surat-al-kahfi-dan-cahaya-dari-dua-jumat.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Surat Al-Kahfi dan Cahaya dari Dua Jumat</a></strong></p>
<p>Al-Fatihah di dalam hadis yang mulia ini disebut <em>As-Sab’ul Matsani </em>dan<em> Alquran Al-‘Azhim. </em>Disebut dengan <em>“</em><em>Alquran Al-‘Azhim”</em> karena meskipun surah ini pendek, namun mengandung maksud Alquran Al-Karim yang terbesar.</p>
<p>Beraneka ragam ungkapan ulama<em> rahimahumullah</em> tentang penentuan maksud-maksud Alquran yang terbesar. Di antara mereka ada yang menyatakan tiga, empat, dan ada pula yang lebih dari empat maksud-maksud Alquran yang terbesar.</p>
<p>Maksud-maksud Alquran yang terbesar, yaitu:</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong><em>Pertama: </em></strong><strong>Penetapan tauhid</strong>, pada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong><em>Kedua: </em></strong><strong>Janji dan ancaman</strong>, pada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong><em>Ketiga: </em></strong><strong>Perintah dan larangan Allah</strong><strong> (ibadah)</strong>, pada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">اِيَّاكَ نَعْبُدُ </span></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong><em>Keempat: </em></strong><strong>Jalan kebahagiaan dan bagaimana melaluinya</strong>, pada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ  *  صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ</span></p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong><em>Kelima: </em></strong><strong>Kisah-kisah orang yang melanggar hukum Allah</strong>, pada ayat:</p>
<p style="text-align: center; padding-left: 40px;"><span style="font-size: 21pt;">غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ</span></p>
<h3>
<strong>Keutamaan Ketiga: Surah </strong><strong>Al-Fatihah Mencakup Tiga Macam Tauhid: Tauhid <em>Rububiyyah</em>, Tauhid <em>Uluhiyyah,</em> dan Tauhid <em>Asma’ wa Shifat</em></strong>
</h3>
<p>Dalam <em>Madarijus Salikin, </em>Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah </em>menjelaskan bahwa meskipun pendek, surah Al-Fatihah mencakup tiga macam tauhid sekaligus.</p>
<p>Tauhid <em>Rububiyyah</em> pada ayat:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ</span></p>
<p>Tauhid <em>Uluhiyyah</em> pada ayat:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ</span></p>
<p>Tauhid <em>Asma</em>’ dan Sifat pada ayat:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</span></p>
<h3><strong>Keutamaan Keempat: Al-Fatihah Mencakup Obat bagi Hati dan Badan</strong></h3>
<p>Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa status Al-Fatihah obat bagi hati, karena inti penyakit hati itu ada dua, yaitu: rusaknya ilmu dan rusaknya niat/kehendak. Keduanya mengakibatkan dua bahaya, yaitu: kesesatan, karena rusaknya ilmu, dan murka Allah, karena rusaknya niat/kehendak. Maka, <em>Ash-Shirath Al-Mustaqim </em>mengandung obat dari kesesatan dan obat untuk menghindari dari kemurkaan Allah. Adapun status Al-Fatihah sebagai obat bagi badan, maka hal itu terdapat dalam hadis sahih dan terbukti dalam pengalaman.</p>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/32347-khasiat-rahasia-surat-al-fatihah.html" data-darkreader-inline-color="">Khasiat Rahasia Surat Al-Fatihah</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29156-surat-maryam-ayat-33-apakah-dalil-bolehnya-ucapan-selamat-natal.html" data-darkreader-inline-color="">Surat Maryam Ayat 33 Apakah Dalil Bolehnya Ucapan Selamat Natal?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</span></a></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 