
<p>Berikut ini adalah kutipan dari dua fatwa ulama ahli sunnah tentang hukum <strong>khuruj bersama Jamaah Tabligh</strong>. Yang pertama adalah fatwa <span style="color: #ff00ff;"><a title="Biografi Syaikh bin Baz" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/" target="_blank"><span style="color: #ff00ff;">Syaikh Abdul Aziz bin Baaz</span></a></span> sedangkan yang kedua adalah fatwa <a title="Biografi Syaikh Shalih al-Fauzan" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-shalih-ibn-fauzan-ibn-abdullah-ibn-fauzan/" target="_blank"><span style="color: #800080;">Syaikh Shalih al Fauzan</span>.</a><!--more--></p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">جماعة التبليغ ، والصلاة في المساجد التي فيها قبور<br>
س : سؤال من : م . ع- من أمريكا يقول : خرجت مع جماعة التبليغ للهند والباكستان ، وكنا نجتمع ونصلي في مساجد يوجد بها قبور ، وسمعت أن الصلاة في المسجد الذي يوجد به قبر باطلة فما رأيكم في صلاتي وهل أعيدها؟ وما حكم الخروج معهم لهذه الأماكن؟</p>
<p><strong><em>Jamaah Tabligh dan Shalat di Masjid yang di Dalamnya Terdapat Kuburan</em></strong></p>
<p>Pertanyaan dari seseorang yang berdomisili di Amerika<br>
Penanya mengatakan, “Aku ikut khuruj bersama Jamaah Tabligh ke India dan Pakistan. Kami berkumpul dan shalat di masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan. Aku pernah mendengar bahwa shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan itu tidak sah. Apa pendapatmu tentang shalatku, apakah aku perlu mengulanginya? Apa hukum ikut khuruj bersama mereka ke tempat-tempat semisal ini?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ج : بسم الله ، والحمد لله ، أما بعد :<br>
جماعة التبليغ ليس عندهم بصيرة في مسائل العقيدة فلا يجوز الخروج معهم إلا لمن لديه علم وبصيرة بالعقيدة الصحيحة التي عليها أهل السنة والجماعة حتى يرشدهم وينصحهم ويتعاون معهم على الخير ؛ لأنهم نشيطون في عملهم ، لكنهم يحتاجون إلى المزيد من العلم ، وإلى من يبصرهم من علماء التوحيد والسنة .<br>
رزق الله الجميع الفقه في الدين والثبات عليه .</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><a title="Biografi Syaikh bin Baz" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/" target="_blank"><span style="color: #ff00ff;">Syaikh Ibnu Baaz</span></a></span> mengatakan, “<em>Bismillah wal Hamdu lillah. Amma Ba’du.</em><br>
Jamaah Tabligh itu <strong>tidak memiliki ilmu tentang berbagai permasalahan akidah</strong>. Oleh karena itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentang akidah yang benar. Itulah akidah ahli sunnah wal jamaah. Dengan demikian orang tersebut bisa membimbing dan menasehati mereka serta bisa tolong menolong bersama mereka dalam kebaikan.<br>
Mereka adalah orang-orang yang bersemangat dalam kerja dakwah namun mereka memerlukan tambahan ilmu. Mereka juga memerlukan ulama yang faham tentang tauhid dan sunnah yang bisa mengajari mereka.<br>
Moga Allah memberikan kepada semuanya pemahaman yang baik tentang agama dan konsisten dengannya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أما الصلاة في المساجد التي فيها القبور فلا تصح ، والواجب إعادة ما صليت فيها ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد متفق على صحته ،</p>
<p>Shalat yang dikerjakan di dalam masjid yang ada kuburan di dalamnya itu <strong>tidak sah</strong>. Anda memiliki kewajiban untuk mengulangi shalat yang telah anda lakukan di dalam masjid tersebut. Dalam masalah ini adalah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “<em>Allah itu melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah</em>” (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وقوله صلى الله عليه وسلم : ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك أخرجه مسلم في صحيحه . والأحاديث في هذا الباب كثيرة .<br>
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد ، وآله وصحبه وسلم .</p>
<p>Dalil yang lain adalah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “<em>Ingatlah, orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai tempat ibadah. Ingatlah janganlah kalian jadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Sungguh aku melarang hal tersebut</em>” (HR Muslim).</p>
<p>Hadits-hadits tentang hal ini banyak sekali”.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">نشرت في مجلة الدعوة في العدد ( 1438 ) بتاريخ 3 / 11 / 1414 هـ .</p>
<p>Fatwa ini pertama kali dipublikasikan di majalah ad Dakwah edisi 1438 tanggal 3 Dzulqa’dah 1414 H [Fatwa <a title="Biografi Syaikh bin Baz" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/" target="_blank">Syaikh Ibnu Baz </a>ini ada di Majmu al Fatawa wa al Maqolat al Mutanawi’ah jilid 8 hal 331. Bisa juga dilihat di buku Kasyfu as Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 68-69].</p>
<p><strong>Dari fatwa ini kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran:</strong></p>
<ol>
<li>Hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu pada asalnya <strong>haram </strong>kecuali seorang yang berilmu (baca: ustadz salafy) yang diharapkan bisa membimbing mereka kepada akidah dan cara beragama yang benar.</li>
<li>Tolong menolong atau <a title="Hukum kerja sama dengan JT" href="https://ustadzaris.com/kerjasama-dengan-jamaah-tabligh-dll" target="_blank">kerja sama dengan Jamaah Tabligh</a> asalkan dalam kebaikan itu diperbolehkan. Namun ingat tolak ukur kebaikan itu timbangan syariah, bukan sekedar perasaan.</li>
<li>Dalam fatwa di atas Ibnu Baz memuji Jamaah Tabligh dalam sisi semangat dalam kerja dakwah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pujian kepada kelompok yang dinilai sesat itu terlarang tanpa terkecuali. Yang benar hukum tindakan semacam ini tergantung motif dan konteks pembicaraan.</li>
<li>Sisi kebaikan yang dimiliki sebuah kelompok ‘bermasalah’ tidaklah menghalangi kita untuk mengingatkan orang lain terhadap bahaya kelompok tersebut. Dalam fatwa di atas, sisi kebaikan yang ada pada Jamaah Tabligh tidak menghalangi <a title="Biografi Syaikh bin Baz" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/" target="_blank">Ibnu Baz</a> untuk melarang khuruj bersama mereka bagi orang yang tidak memiliki ilmu.</li>
</ol>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">و المقصود جماعة التبليغ التي شغلت الناس في هذا الزمان و هي جماعة ضالة في معتقدها و منهجها و نشأتها كما وضح ذلك الخبيرون بها مما تواتر عنهم مما لا يدع مجالا للشك في ضلال هذه الجماعة و تحريم مشاركتها و مساعدتها و الخروج معها فيجب على المسلمين الحذر منها و التحذير منها.</p>
<p><a title="Biografi Syaikh Shalih al-Fauzan" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-shalih-ibn-fauzan-ibn-abdullah-ibn-fauzan/" target="_blank">Syaikh Shalih al Fauzan</a> mengatakan, “Intinya, Jamaah Tabligh yang telah menyita perhatian banyak orang di zaman ini adalah kelompok yang sesat dalam akidah, jalan beragama dan awal tumbuhnya sebagaimana penjelasan orang-orang yang benar-benar mengetahui mereka. Penjelasan para pakar dalam hal ini banyak sekali.</p>
<p>Hal ini menyebabkan tidak ada lagi tersisa ruang untuk meragukan kesesatan kelompok ini. Haram hukumnya berperan serta dan membantu acara-acara mereka serta khuruj bersama mereka.</p>
<p>Seluruh kaum muslimin memiliki kewajiban untuk mewaspadai mereka dan mengingatkan orang lain agar tidak mengikuti mereka” (Kata pengantar <a title="Biografi Syaikh Shalih al-Fauzan" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-shalih-ibn-fauzan-ibn-abdullah-ibn-fauzan/" target="_blank">Syaikh Shalih al Fauzan</a> untuk buku Kasyfu al Sattar karya Muhammad bin Nashir al ‘Uraini hal 5).</p>
<p>Dari penjelasan <a title="Biografi Syaikh Shalih al-Fauzan" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-shalih-ibn-fauzan-ibn-abdullah-ibn-fauzan/" target="_blank">Syaikh Shalih al Fauzan</a> ini kita bisa membuat kesimpulan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh menurut beliau <strong>haram </strong>secara mutlak. Kita simpulkan demikian, karena beliau tidak memberi pengecualian.<br>
Dari uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa hukum khuruj bersama Jamaah Tabligh itu diperselisihkan, ada yang melarang secara mutlak semisal <a title="Biografi Syaikh Shalih al-Fauzan" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-shalih-ibn-fauzan-ibn-abdullah-ibn-fauzan/" target="_blank">Syaikh Shalih al Fauzan</a> atau memberi pengecualian dalam kondisi tertentu sbagaimana penjelasan <a title="Biografi Syaikh bin Baz" href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/" target="_blank">Ibnu Baz.</a><br>
Oleh karena itu dalam masalah ini dan yang semisal hendaknya kita tidak memakai ‘kaca mata kuda’ sehingga menilai masalah yang diperselisihkan di antara para ulama ahli sunnah sebagaimana masalah yang menjadi konsesus semua ulama ahli sunnah.</p>
 