
<p>Bagaimanakah bahaya minuman beralkohol atau minuman keras (miras)? Yuk pelajari dari Khutbah Jumat berikut ini.</p>
<p></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Khutbah Pertama</span></h2>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ</span></p>
<p><em>Amma ba’du …</em></p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …</em></p>
<p>Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kami meminta tolong kepada-Nya, kami memohon ampun kepada-Nya, dan kami meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan siapa yang sesat, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.</p>
<p>Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.</p>
<p>Semoga shalawat Allah tercurah pada beliau, pada keluarganya, pada sahabatnya, dan pada setiap orang yang mengikuti jalan beliau yang lurus dan yang mengajak pada shirathal mustaqim hingga hari kiamat, semoga keselamatan yang banyak.</p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …</em></p>
<p>Salah satu doa untuk meminta ketakwaan kepada Allah yang terdapat dalam hadits berikut ini.</p>
<p>Zaid bin Arqam <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengucapkan:</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ؛ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا</span></p>
<p>‘ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WAL BUKHLI WAL HAROMI, WA ‘ADZAABIL QOBRI. ALLOHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA, WA ZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAHAA, ANTA WALIYYUHAA WA MAWLAAHAA. ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’, WA MIN QOLBIN LAA YAKH-SYA’, WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’, WA MIN DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA’ (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, ketuaan—kepikunan–, dan siksa kubur. Ya Allah, datangkanlah pada jiwaku ini ketakwaannya dan bersihkanlah ia. Engkaulah sebaik-baik yang dapat membersihkannya, Engkaulah Pelindungnya dan Rabbnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan).” (HR. Muslim, no. 2722)</p>
<p>Takwa adalah dengan menjauhi yang haram. Di antara perbuatan yang diharamkan adalah minum khamar, miras, minuman keras, minuman beralkohol, atau segala sesuatu yang memabukkan.</p>
<h3><span style="font-size: 17pt;">Apa itu khamar?</span></h3>
<p>Khamar secara bahasa bermakna buah anggur yang diperas yang bisa memabukkan (menutupi akal). Khamar disebut demikian karena khamar bisa menutupi akal. Jadi, secara bahasa khamar berasal dari anggur, bukan berasal dari jenis lainnya (<em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 5:12).</p>
<p>Para ulama pakar fikih berselisih pendapat dalam menentukan definisi khamar secara istilah.</p>
<p>Pendapat terkuat yang mengatakan bahwa khamar itu meliputi segala sesuatu yang memabukkan sedikit ataupun banyak, baik berasal dari anggur, kurma, gandum, atau yang lainnya. Pendapat ini dipilih oleh para ulama Madinah, ulama-ulama Hijaz, para pakar hadits, ulama Hambali, dan sebagian ulama Syafiiyyah.</p>
<p>Dalil dari pendapat ini adalah sebagai berikut.</p>
<p><strong>Pertama</strong>: Dari Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ</span></p>
<p>“<em>Setiap yang memabukkan adalah khamar. Setiap yang memabukkan pastilah haram</em>.” (HR. Muslim, no. 2003).</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ditanya mengenai <em>al-bit’i</em> (arak yang biasa diminum penduduk Yaman). Beliau mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ</span></p>
<p>“<em>Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram</em>.” (HR. Bukhari, no. 5586 dan Muslim, no. 2001).</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> pernah mendengar ayahnya—‘Umar bin Al-Khaththab—berkhutbah di mimbar Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Lalu ‘Umar mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ نَزَلَ تَحْرِيمُ الْخَمْرِ وَهْىَ مِنْ خَمْسَةٍ ، مِنَ الْعِنَبِ وَالتَّمْرِ وَالْعَسَلِ وَالْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ ، وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ</span></p>
<p>“<em>Amma ba’du. Wahai sekalian manusia, Allah telah menurunkan pengharaman khamar. Khamar itu berasal dari lima macam: anggur, kurma, madu lebah, hinthoh (gandum), dan sya’ir (gandum). Khamar adalah segala sesuatu yang dapat menutupi akal</em>.” (HR. Bukhari, no. 5581 dan Muslim, no. 3032).</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p><strong>Khamar adalah segala sesuatu yang memabukkan, bukan hanya dibatasi pada perasan anggur saja.</strong></p>
<p><strong>Mabuk itu memiliki dua sifat: (1) hilang kesadaran; (2) </strong><strong>merasakan sensasi</strong><strong> tenang atau rileks hingga</strong><strong> euforia, nge-fly, atau bahagia berlebihan</strong><strong>.</strong></p>
<p> </p>
<h3>Tujuh tahapan yang akan terjadi saat mabuk alkohol</h3>
<ol>
<li>Rileks</li>
<li>Euforia (nge-fly)</li>
<li>Mabuk berat</li>
<li>Hilang keseimbangan</li>
<li>Pingsan</li>
<li>Koma</li>
<li>Kematian</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Khamar itu haram</h3>
<p> </p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ</span></p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah </em>rijsun<em> (kotor) termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).</em>” (QS. Al-Maidah: 90-91).</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ</span></p>
<p>“<em>Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya, dan orang yang meminta untuk diantarkan</em>.” (HR. Abu Daud, no. 3674 dan Ibnu Majah, no. 3380. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p> </p>
<h3>Konsekuensi haramnya khamar</h3>
<ol>
<li>Jual beli khamar diharamkan.</li>
<li>Segala yang mendukung produksi khamar diharamkan, baik penyedia bahan baku, pekerja pabrik, produsen, investor, hingga pembuat legalitas investasi khamar.</li>
<li>Segala sesuatu yang mendukung konsumsi khamar diharamkan, seperti pemesan, pelayan, pemberi hadiah, agen, pedagang besar, dan pengecer.</li>
<li>Tidak duduk-duduk di sekitar orang yang minum khamar.</li>
<li>Khamar tidak boleh dijadikan obat.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3>Tiga dosa bagi peminum khamar</h3>
<p><strong> </strong><br>
<strong>Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala.</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مُدْمِنُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ وَثَنٍ</span></p>
<p>“<em>Pecandu khamar seperti penyembah berhala</em>.” (HR. Ibnu Majah, no. 3375. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p><strong>Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga.</strong></p>
<p>Dari Abu Ad-Darda’ <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ</span></p>
<p>“<em>Pecandu khamar tidak akan masuk surga.</em>” (HR. Ibnu Majah, no. 3376. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p><strong>Ketiga, shalat peminum khamar tidaklah diterima selama 40 hari.</strong></p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ، فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً</span></p>
<p>“<em>Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah</em>.” (HR. Ath-Thabrani dalam <em>Mu’jam Al-Awsath</em>, 4:81. Syaikh Al-Albani dalam <em>Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah</em> no. 1854 menyatkaan bahwa hadits ini <em>hasan</em>).</p>
<p>Makna tidak diterima shalatnya maksudnya adalah <strong>tidak diberi pahala</strong>, walaupun ia tetap diperintahkan untuk shalat.</p>
<p>Demikian khutbah pertama ini.</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ</span></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Khutbah Kedua</span></h2>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُو الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا:</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<hr>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/826-hukum-menggunakan-alkohol-antiseptik.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Hukum Menggunakan Alkohol Antiseptik</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/822-polemik-parfum-beralkohol.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Polemik Parfum Beralkohol</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<p>Khutbah Jumat, Jumat Pahing, 28 Rajab 1442 H, 12 Maret 2021</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: left;">Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumasyho.Com</a></p>
<p><iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2021/03/Khutbah-Jumat-Bahaya-Minuman-Beralkohol.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2021/03/Khutbah-Jumat-Bahaya-Minuman-Beralkohol.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a></p>
 