
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/67054-kiat-kiat-agar-doa-dikabulkan-bag-4.html" data-darkreader-inline-color="">Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 4)</a></span></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kiat Keenam: </strong><strong>Mengangkat Tangan ketika Berdoa</strong></span></h3>
<p>Diriwayatkan dari sahabat Salman Al-Farisi <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, bahwasanya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا </span></p>
<p>“<em>Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Ta’ala adalah Maha Pemalu lagi Maha Mulia. Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dalam keadaan hampa</em>” (HR. Abu Dawud, <em>shahih</em>)</p>
<p>Allah Yang Maha Kaya malu kepada hamba-Nya apabila ada hamba yang menengadahkan tangan kepada Allah kemudian tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini karena keadaan mengangkat kedua tangan -yakni menghadapkan punggung telapak tangan ke atas atau ke arah kiblat- merupakan kondisi yang menunjukkan sangat fakir, rendah, dan hina, serta tampak sekali menunjukkan keadaan sangat membutuhkan. Sehingga hal ini merupakan sebab terkabulnya doa di sisi Allah.</p>
<p>Hadis-hadis yang menunjukkan bahwa Nabi mengangkat tangan ketika berdoa sangatlah banyak. Bahkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersungguh-sungguh mengangkat kedua tangan beliau dalam kondisi sulit dan genting. Hal ini di antaranya beliau lakukan saat perang Badar. Ketika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>melihat banyaknya jumlah pasukan kaum musyrikin dibandingkan kaum muslimin, beliau pun kemudian menghadap kiblat serta menjulurkan kedua tangan beliau ke atas seraya berdoa. Hal ini diceritakan oleh ‘Umar bin Khattab. Beliau mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> فَما زَالَ يَهْتِفُ برَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ، حتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عن مَنْكِبَيْهِ</span></p>
<p>“<em>Beliau terus memohon kepada Allah disertai mengangkat kedua tangannya <strong>menghadap kiblat</strong>, sampai-sampai sorban beliau terjatuh dari pundaknya.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Demikian pula ketika terjadi kekeringan, beliau berdoa di atas mimbar saat salat <em>istisqa</em>’. Anas bin Malik <em>rahimahullah</em> mengkisahkan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> أنه رفع يديه حتى رأيت بياض إبطيه</span></p>
<p>“<em>Rasulullah berdoa kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sampai saya melihat putih kedua ketiak beliau. </em>” (H.R Bukhari)</p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kiat Ketujuh: </strong><strong>Memulai dengan Memuji Allah dan Mengucapkan Selawat sebelum Berdoa</strong></span></h3>
<p>Diriwayatkan dari Fadholah bin ‘Ubaid <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau berkata, “Rasulullah mendengar salah seorang berdoa saat salat tanpa disertai dengan memuji Allah dan berselawat kepada Nabi. Maka Nabi memperingatkan orang tersebut agar jangan terburu-buru dalam berdoa. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ، فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ اللهِ تَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَدْعُو بِمَا شَاءَ.</span></p>
<p><em>”Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaknya dia memulai dengan tahmid dan pujian kepada Allah, kemudian berselawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berdoa dengan apa yang dikehendakinya.”</em> (HR. Abu Dawud, <em>shahih</em>)</p>
<p>Sikap yang lebih sempurna bagi seorang muslim apabila berdoa hendaknya memulai doanya dengan memuji dan menyanjung Allah, kemudian berselawat kepada Nabi, setelah itu baru dilanjutkan berdoa dan meminta kepada Allah sesuai apa yang diinginkan.</p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong>Kiat Kedelapan: </strong><strong>Taubat dan Istighfar ketika Berdoa </strong></span></h3>
<p>Sesungguhnya dosa-dosa merupakan penghalang yang nyata untuk terkabulnya doa, sebagaimana hal ini diterangkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟</span></p>
<p>“<em>Ada seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan panjang, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit dan berkata, ‘Wahai Rabb-ku … Wahai Rabb-ku …’ Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?</em>” (HR. Muslim)</p>
<p>Orang ini telah terkumpul pada dirinya sebab-sebab terkabulnya doa. Dia berdoa dalam keadaan safar serta juga  mengangkat kedua tangannya ke langit ketika berdoa.</p>
<p>Akan tetapi, dia tidak menjaga dari perkara haram. Pakaian, minuman, dan makanannya berasal dari yang haram. Ini semua merupakan penghalang terkabulnya doa.</p>
<p>Salah seorang ulama saleh terdahulu berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا تستبطئ الإجابة وقد سددت طريقها بالذنوب</span></p>
<p>“<em>Janganlah Engkau menganggap Allah terlambat mengabulkan doamu, karena sungguh Engkau telah menutupi jalan terkabulnya doa dengan dosa-dosamu</em>.”</p>
<p>Oleh karena itu, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali dan juga memotivasi umatnya untuk melakukannya. Beliau<em> shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يا أيها الناس، توبوا إلي الله واستغفروه ، فإني أتوب في اليوم مائة مرة</span></p>
<p>”<em>Wahai sekalian manusia, bertaubat dan minta ampunlah (istighfar) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah seratus kali setiap hari</em>.” (HR. Muslim)</p>
<p>Maka hendaknya setiap mukmin menasihati dirinya untuk memperbanyak istighfar dan taubat dengan mengakui perbuaan dosanya, menyesal sudah melakukannya, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Terlebih lagi ketika berdoa, karena itu merupakan sebab Allah menerima taubatnya dan dikabulkan doa serta dipenuhi permintaanya oleh Allah.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58791-apakah-lebih-utama-berdoa-dengan-suara-keras-atau-pelan.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Lebih Utama Berdoa dengan Suara Keras atau Pelan?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58823-bolehkah-berdoa-rahimahullah-untuk-seorang-muslim-yang-masih-hidup.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Berdoa “Rahimahullah” untuk Seorang Muslim yang Masih Hidup?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>Insyaallah bersambung dengan penjelasan kiat-kiat lainnya agar doa dikabulkan. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p>Sumber : <em>Ad-Du’aa alladzii Laa Yurod </em> karya  Syekh Prof. Dr. ‘Aburrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Badr <em>hafidzahullah</em> yang diunduh dari <a href="https://www.al-badr.net/ebook/192"><strong>https://www.al-badr.net/ebook/192</strong></a></p>
<p><strong>Penyusun:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color=""> Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 