
<h2>Kiat Membentengi Diri dari Bisikan Jahat</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Saya seorang remaja putri muslimah berusia duapuluh tahunan, alhamdulillah. Saya menderita persoalan was-was dan mendekati gila disebabkan penyakit jiwa yang sudah saya alami selama tiga atau empat tahun, dan saya tidak berhasil mengusirnya dari diri saya. Saya ingin tahu, apakah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menguasakan setan kepada hamba-hamba-Nya sebagai cobaan atau apa? Dan yang tidak mampu mengusirnya, apa yang mesti dilakukan, kami mengharapkan nasihat.<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong><br>
Pada hakikatnya, <a href="https://konsultasisyariah.com/mengenal-jin-qorin" target="_blank">was-was</a> adalah penyakit berbahaya, ia termasuk tipu daya <a href="https://konsultasisyariah.com/setan-berwujud-manusia" target="_blank">setan</a> kepada anak manusia, ia ingin menyempitkan, menyesatkan, dan menyibukkan mereka dari berbuat taat kepada Rabb mereka. Karena alasan inilah, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memerintahkan Nabi-Nya agar berlindung dari waswas ini dan menurunkan satu surat lengkap tentang hal itu, firman Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>,</p>
<p>“<em>Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia’</em>.” (QS. An-Nas: 1-6)</p>
<p>Setan mempunyai (kemampuan melakukan) waswas kepada anak cucu Adam, dan hal itu sangat kuat dalam diri orang-orang yang beriman. Namun (hal ini bisa) diobati dengan dua perkara:</p>
<ol>
<li>Sesungguhnya seorang mukmin jangan/tidak memperdulikan kepada waswas ini, bahkan menolaknya secara sempurna, karena ia adalah setan dan (yang demikian) tidak membahayakannya.</li>
<li>Dia menyibukkan diri berdzikir kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, karena seorang mukmin apabila sibuk berdzikir kepada Allah, niscaya setan menjauh darinya. Karena inilah, Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, “<em>Setan yang biasa bersembunyi</em>” maksudnya ia membisikkan kejahatan kepada hamba di saat seorang hamba lupa dari berdzikir kepada Rabb-nya, dan karena alasan inilah, Dia menggambarkan bahwa dia adalah setan yang bersembunyi.</li>
</ol>
<p>Dan saya nasihatkan kepada penanya dan orang-orang yang mengalami hal yang serupa, agar melakukan dua perkara berikut ini, yaitu:<br>
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, tidak memperdulikan waswas (bisikan kejahatan) ini, dan tidak terpengaruh olehnya. Waswas tersebut pun akan hilang dengan izin Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, karena manusia apabila memberikan perhatian kepadanya, niscaya waswas tersebut akan bertambah dan setan bisa menguasainya.<br>
<strong></strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>, memperbanyak dzikir kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, membaca Alquran, berlindung kepada Allah, membaca ayat Kursi, <em>mu’awwidzatain</em> (Al Falaq dan An Nas) dan mengulangi semua itu. Dan dengan ini, waswas tersebut akan menghilang dengan izin Allah.<br>
(<em>Fatawa Nur ‘ala ad-Darb</em>, al-Fauzan, Jilid:III Hal. 33)</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3</em>, Darul Haq Cetakan:VI. 2011</p>
<p><strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com</strong></p>
<p>Tags: bisikan setan, rupa setan, jahat, jin jahat, was-was, menjadi jahat, <strong>bisikan jahat</strong>.</p>
 