
<p>Apakah yang kumandangkan azan, itu juga yang harus kumandangkan iqamah? Yuk kita lihat haditsnya dalam bahasan <a href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bulughul Maram</a> kali ini.</p>

<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Kitab Shalat – Bab Al-Adzan (Tentang Azan)</strong></span></p>
<h3></h3>
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Hadits #199</strong></span></h2>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَلَهُ : عَنْ زِيَادِ بْنِ اَلْحَارِثِ – رضي الله عنه – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – وَمَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ – وَضَعَّفَهُ أَيْضًا</p>
<p style="text-align: center;">Dalam riwayatnya pula, dari Ziyad bin Al-Harits <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata, “Rasululullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, ‘<em>Barangsiapa yang mengumandangkan azan, maka dialah yang mengumandangkan iqamah</em>.’” (Dilemahkan pula oleh Imam Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Takhrij hadits:</strong> Hadits ini dikeluarkan oleh Tirmidzi (no. 199); Abu Daud (no. 514); Ibnu Majah (717); Ahmad (29:79, 80); Al-Baihaqi (1:399). Hadits ini didhaifkan oleh Imam Tirmidzi karena dalam sanadnya ada ‘Abdurrahman bin Ziyad Al-Afriqi, ia adalah perawi yang dhaif menurut para ulama ahli hadits.</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Faedah hadits</strong></h3>
<p style="text-align: center;">Hadits ini menunjukkan bahwa yang mengumandangkan azan dialah yang berhak mengumandangkan iqamah. Akan tetapi, hadits tersebut dhaif, maka tidak bisa hadits ini dijadikan sandaran untuk melarang. <strong>Maka boleh saja ada yang mengumandangkan azan, lantas orang lain yang mengumandangkan iqamah.</strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Hadits #200</strong></h2>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَلِأَبِي دَاوُدَ: فِي حَدِيثِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ : أَنَا رَأَيْتُهُ – يَعْنِي : اَلْأَذَانُ – وَأَنَا كُنْتُ أُرِيدُهُ . قَالَ : “فَأَقِمْ أَنْتَ ” وَفِيهِ ضَعْفٌ أَيْضًا</p>
<p style="text-align: center;">Dalam riwayat Abu Daud dari hadits Abdullah bin Zaid bahwa ia berkata, “Aku pernah bermimpi, yaitu tentang azan, dan aku ingin untuk mengumandangkannya.” Maka Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Kumandangkanlah iqamah pula!” Dalam hadits ini juga terdapat kelemahan.</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Penilaian hadits</strong></h3>
<p>Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud (no. 512) dalam kitab Ash-Shalah, Bab “Ada yang kumandangkan azan, lalu yang lain kumandangkan iqamah” dan Ahmad (26:397). Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Ada seorang perawi yang dhaif yang bernama Muhammad bin ‘Amr Al-Waqifi, dinyatakan dhaif oleh Ibnu Ma’in, Ibnul Madini, Ibnul Qaththan, dan Ibnu ‘Abdil Hadi. Lihat <em>Minhah Al-‘Allam</em>, 2:304.</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Faedah hadits</strong></h3>
<p>Yang mengumandangkan azan afdalnya dialah yang mengumandang iqamah sehingga iqamah diperhatikan sebagaimana azan.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<p style="text-align: center;"><em>Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram.</em> Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Kedua.</p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca Juga:</span></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/21403-bulughul-maram-shalat-azan-pada-shalat-yang-luput-dan-shalat-yang-dijamak.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 12pt;">Azan pada Shalat yang Luput dan Shalat yang Dijamak</span></strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/19925-bulughul-maram-adab-makannya-setan-boros-hingga-silaturahim.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 12pt;">Makannya Setan, Boros, Hingga Silaturahim</span></strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/11/Bulughul-Maram-Shalat-10.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/11/Bulughul-Maram-Shalat-10.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 