
<h2><strong>Tanda Lailatul Qadar<br>
</strong></h2>
<p>Apa sajakah <strong><em>tanda lailatul qadar</em></strong>?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Di antara <span style="text-decoration: underline;">tanda-tanda<em> lailatul qadar </em></span>adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut ini.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas <em>radhiallahu ‘anhuma</em>, bahwa Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda tentang <strong>tanda </strong><em><strong>lailatul qadar,</strong></em></p>
<p class="arab">ليلة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة</p>
<p>“<em>Dia adalah malam yang indah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, di pagi harinya matahari terbit dengan cahaya merah yang tidak terang</em>.” (H.r. Ibnu Khuzaimah; dinilai <em>sahih</em> oleh Al-Albani)</p>
<p>Kemudian, ciri yang lain adalah malam ini umumnya terjadi di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.</p>
<p>Dalil yang menunjukkan hal ini: Dari ‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em>, bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> selalu menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Beliau bersabda, “<em>Carilah malam qadar di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan</em>.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Barang siapa yang tidak mampu <a title="perbanyak tarawih dan shalat tahajud" href="https://konsultasisyariah.com/tahajud-dan-tarawih" target="_blank">beribadah</a> di awal sepuluh malam terakhir, hendaknya tidak ketinggalan untuk beribadah di tujuh malam terakhir. Dari Ibnu Umar, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda tentang <strong>lailatul qadar</strong>, “<em>Carilah di sepuluh malam terakhir. Jika ada yang tidak mampu maka jangan sampai ketinggalan ibadah di tujuh malam terakhir</em>.” (H.r. Muslim)</p>
<h3><strong>Catatan untuk mendapatkan <em>lailatul qadar</em>:</strong></h3>
<p>Selayaknya, kaum muslimin untuk tidak pilih-pilih malam untuk beribadah, sehingga hanya mau rajin ibadah jika menemukan tanda-tanda lailatul qadar di atas, karena bisa jadi ciri-ciri itu tidak dijumpai oleh sebagian orang. Mungkin juga, pada hakikatnya, ini adalah sikap pemalas, hanya mencari untung tanpa melakukan banyak usaha. Bisa jadi, sikap semacam ini membuat kita jadi tertipu karena Allah tidak memberikan taufik untuk beribadah pada saat <a title="Lailatul Qadar" rel="nofollow" href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2692-mengenal-tanda-tanda-malam-lailatul-qadar.html" target="_blank"><strong><em>lailatul qadar</em></strong></a>.</p>
<p>Sebaliknya, mereka yang rajin beribadah di sepanjang malam dan tidak pilih-pilih, insya Allah akan mendapatkan <em>lailatul qadar</em>. Sahabat Ibnu Mas’ud <em>radhiallahu ‘anhu</em> pernah memberikan nasihat tentang <em>lailatul qadar</em>, kemudian beliau berkata,</p>
<p class="arab">من يقم الحول يصبها</p>
<p>“<em>Siapa saja yang shalat malam sepanjang tahun, dia akan mendapatkannya</em>.” (H.r. Ahmad dan Abu Daud; dinilai <em>sahih</em> oleh Al-Albani)</p>
<p>Ketika mendengar keterangan dari Ibnu Mas’ud ini, Abdullah bin Umar mengatakan, “Semoga Allah merahmati Ibnu Mas’ud, sebenarnya beliau paham bahwa <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>lailatul qadar</strong></em></span> itu di bulan Ramadan, namun beliau ingin agar masyarakat tidak malas.” (<em>Tafsir Al-Baghawi</em>, 8:482)</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><em>***<br>
</em></p>
<p>Disusun oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>).<br>
Artikel <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com<br>
</a>Pembahasan: Lailatul Qadar<strong><a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank"><br>
</a></strong></p>
 