
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Makna Syirik Secara Bahasa</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam <em>Mu’jam Maqayisul Lughah</em> Ibnu Faris disebutkan</span><span style="font-weight: 400;"> bahwa kata syirik </span><span style="font-weight: 400;">(الشرك)</span> <span style="font-weight: 400;">tersusun dari huruf penyusun, yaitu</span><i><span style="font-weight: 400;"> syin </span></i><span style="font-weight: 400;">(ش)</span><i><span style="font-weight: 400;">, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">ra’</span></i><span style="font-weight: 400;"> (ر)</span> <span style="font-weight: 400;">dan</span><i><span style="font-weight: 400;"> kaf </span></i><span style="font-weight: 400;">(ك) </span><span style="font-weight: 400;">itu memiliki dua makna pokok. Salah satu maknanya adalah menunjukkan keikutsertaan dan lawan dari sendirian.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Makna Syirik Secara Istilah</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Syirik didefinisikan dengan beberapa tinjauan dan dalam kesempatan ini, penyusun menyebutkan definisi syirik ditinjau dari dampak bagi pelakunya, yaitu ada jenis syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan ada pula jenis syirik kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.</span></p>
<p><b>1. Syirik besar (Akbar)</b></p>
<p>Definisinya:</p>
<p style="text-align: right;">مساواة غير الله بالله فيما هو من خصائص الله</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam Rububiyyah,Uluhiyyah dan Al-Asma` was Shifat)”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan definisi ini, maka</span> <span style="font-weight: 400;">syirik besar terbagi menjadi tiga macam, yaitu syirik besar dalam masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah, Uluhiyyah,</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Asma` was Shifat.</span></i></p>
<p><b>Definisi Lain dari Syirik Besar</b></p>
<p>Syirik besar bermakna:</p>
<p style="text-align: right;">أن يَجْعَلَ العبد لله ندا في ربوبيته، أوألوهيته،أوأسمائه وصفاته</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Seseorang mengadakan sekutu bagi Allah dalam Rububiyyah,Uluhiyyah atau nama dan sifat-Nya</em>”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Definisi di atas tersebut dasarnya adalah hadits Ibnu Mas’ud </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">ketika beliau bertanya kepada Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">tentang</span> <span style="font-weight: 400;">dosa apakah yang paling besar, kemudian beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">أن تجعل لله ندا وهو خلقك</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Engkau mengadakan sekutu bagi Allah padahal Dia menciptakanmu” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syirik besar ini mengeluarkan pelakunya dari Islam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dinamakan “besar”, karena adanya syirik kecil yang tingkatan keburukan dan kadar dosanya berada di bawahnya. Adapun untuk contoh-contoh syirik besar, akan banyak disebutkan dalam artikel ini, karena inilah yang menjadi inti pembahasan pada kesempatan kali ini.</span></p>
<p><b>2. Syirik Kecil (Ashghor)</b></p>
<p>Definisinya:</p>
<p style="text-align: right;">فكل ما نهى عنه الشرع مما هو ذريعة إلى الشرك الأكبر ووسيلة للوقوع فيه، وجاء في النصوص تسميته شركا</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Segala yang dilarang dalam Syari’at, sedangkan dalam Nash disebut dengan nama syirik dan menjadi sarana menghantarkan kepada kesyirikan besar</em>”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syirik ini dinamakan “kecil”, karena adanya syirik yang di atasnya, yang tingkat keburukannya lebih besar dari syirik kecil tersebut. Syirik kecil ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, karena tidak sampai ada unsur menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya (dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Al-Asma` was Shifat</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><b>Contoh Syirik Kecil</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Salah satu contoh dari syirik kecil adalah bersumpah dengan nama selain Allah. Dikatakan syirik kecil, karena didalam dalil terdapat penyebutan nama syirik baginya, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, berarti telah kufur (kecil) atau menyekutukan Allah (syirik kecil)” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di samping itu, dikatakan syirik karena perbuatan tersebut sebagai sarana untuk mengagungkan selain Allah sebagaimana Allah.</span> <span style="font-weight: 400;">Contoh syirik kecil lainnya adalah riya` yang sedikit dalam ibadah, karena terdapat dalam dalil penyebutan nama syirik tentangnya, sebagaimana sabda Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam,</span></i></p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ . قَالُوا : وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Mereka (para Sahabat) bertanya, apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, riya`”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Imam Ahmad,dishahihkan Al-Albani).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perbuatan itu sebagai sarana untuk sampai kepada syirik besar, yaitu ketika seseorang sama sekali tidak mau beribadah kecuali jika nantinya dipuji. </span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Syirik Besar dalam Masalah Uluhiyyah</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Dikarenakan artikel ini bertema, “Macam-macam ibadah yang syirik</span><b>”</b><span style="font-weight: 400;">, maka pembahasan yang difokuskan pada artikel</span> <span style="font-weight: 400;">ini adalah syirik besar (akbar) di dalam masalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Diharapkan dengan ditulisnya artikel ini, setidaknya bisa ikut andil dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang hakikat kesyirikan melalui sebagian contoh tentang bentuk-bentuk kesyirikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga dengan pemaparan yang sederhana ini, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menerimanya sebagai amal saleh yang dicintai-Nya serta memberkahinya dan menjadikannya bermanfaat bagi penyusunnya dan kaum muslimin semuanya di kehidupan dunia maupun kelak di akherat.</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 