
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya: </strong><a href="https://muslim.or.id/47710-macam-macam-ibadah-syirik-bag-9.html" data-darkreader-inline-color=""><strong><span style="color: #ff0000;">Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.9) : Syirik Dalam Isti’anah</span></strong></a></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Pengertian Isti’adzah</span></strong></h2>
<p><strong>Isti’adzah adalah meminta perlindungan dan penjagaan dari perkara yang tidak disukai. </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian isti’adzah termasuk kedalam pembahasan permintaan, maka perincian hukum isti’adzah yang ditujukan kepada selain Allah adalah sebagaimana perincian hukum permintaan yang telah penyusun sampaikan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Macam-macam Isti’adzah</b></span></h2>
<ol>
<li>
<h3><span style="font-size: 19pt;"><b> Isti’adzah yang bernilai Tauhid</b></span></h3>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’adzah yang bernilai tauhid adalah isti’adzah kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata, yaitu sebuah</span> <span style="font-weight: 400;">isti’adzah jenis ibadah yang mengandung kesempurnaan sikap membutuhkan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">berlindung kepada-Nya, meyakini bahwa hanya Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">yang mampu memberi kecukupan, dan meyakini kesempurnaan penjagaan-Nya dari segala sesuatu, baik pada masa sekarang maupun akan datang, baik dalam perkara kecil maupun besar, baik terkait dengan bahaya yang diakibatkan oleh manusia maupun selainnya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/4952-tumbal-dan-sesajen-tradisi-syirik-warisan-jahiliyah.html" data-darkreader-inline-color="">Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’adzah jenis ini tidak boleh ditujukan kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dan hanya boleh ditujukan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata</span></p>
<p><strong>Contohnya :</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ucapan seseorang :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.</span><span style="font-weight: 400;"> D</span><span style="font-weight: 400;">ari kejahatan makhluk-Nya</span><span style="font-weight: 400;">”. <strong>[QS. Al-Falaq: 1-2]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Termasuk kedalam jenis isti’adzah kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah isti’adzah kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan sifat-Nya</span><i><span style="font-weight: 400;">, </span></i><span style="font-weight: 400;">seperti : seseorang berlindung kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan firman-Nya, keagungan-Nya, keperkasaan-Nya , atau semisalnya. </span></p>
<p><strong>Contohnya:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ucapan seperti yang terdapat dalam hadits berikut ini :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Aku berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”</span><strong> [HR. Muslim].</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/3030-soal-41-hukum-memakan-makanan-perayaan-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Memakan Makanan Perayaan Syirik</a></strong></p>
<ol start="2">
<li>
<h3><span style="font-size: 19pt;"><b> Isti’adzah yang bernilai syirik</b></span></h3>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’adzah kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">termasuk syirik akbar jika ditujukan kepada :</span></p>
<p><strong>1). Makhluk yang mati (baik nabi, wali, kiayi atau selain mereka) </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Contohnya:</strong> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang yang meminta perlindungan kepada wali yang sudah meninggal dunia dari ancaman wabah penyakit ganas yang banyak menyerang penduduk desa tetangga. </span></p>
<p><strong>2). Makhluk yang ghaib (tidak bisa komunikasi antara yang meminta dan yang dimintai).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Contohnya:</strong> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang yang meminta perlindungan kepada jin penunggu rumahnya dari serangan sihir.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Termasuk bentuk kesyirikan ini adalah apa yang disebutkan dalam firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin-jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.</span><span style="font-weight: 400;">” <strong>[QS. Al-Jin : 6]</strong></span></p>
<p><strong>3) Makhluk hidup, tidak ghaib (hadir di tempat atau bisa berkomunikasi), namun isi permintaannya dalam perkara yang di luar kemampuan makhluk. </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Contohnya:</strong> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang yang meminta perlindungan kepada kiyai yang dianggap sakti yang masih hidup dan hadir di tempat agar tidak terkena bencana tsunami. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perbuatan-perbuatan tersebut di atas termasuk syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, alasannya adalah orang yang meminta perlindungan tersebut tidak mungkin melakukannya kecuali dia meyakini bahwa ketiga golongan orang yang dimintai perlindungan itu mempunyai kemampuan tersembunyi dalam mengatur alam sebagaimana Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan inilah inti kesyirikan, karena hakekat kesyirikan adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan-Nya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/2952-soal-36-kafirkah-orang-yang-berniat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Kafirkah Orang Yang Berniat Syirik?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/105-awas-faktor-pemicu-kesyirikan.html" data-darkreader-inline-color="">Awas Faktor Pemicu Kesyirikan!</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 