
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28301-macam-macam-ibadah-syirik-8-berdoa-bisa-jadi-syirik.html" data-darkreader-inline-color=""> Macam-Macam Ibadah Syirik (8) : Berdo’a Bisa Jadi Syirik?</a></span></strong></p>
<h2>
<span style="font-size: 21pt;"><strong>Isti’anah (meminta pertolongan)</strong></span><b></b>
</h2>
<p><b>Definisi Isti’anah</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’anah adalah meminta pertolongan dalam rangka mendapatkan manfa’at atau terhindar dari bahaya (mudhorot).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian isti’anah termasuk kedalam pembahasan permintaan, maka perincian hukum isti’anah yang ditujukan kepada selain Allah adalah sebagaimana perincian hukum permintaan yang telah penyusun sampaikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itulah, isti’anah yang jenis ibadahpun termasuk bagian dari ibadah do’a.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Isti’anah yang Bernilai Tauhid</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’anah yang bernilai tauhid adalah isti’anah jenis ibadah dan dipersembahkan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> semata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jenis isti’anah ini mengandung kesempurnaan merendahkan diri seorang hamba kepada Rabbnya, percaya sepenuhnya kepada-Nya, bersandar hatinya kepada-Nya saja, menyerahkan seluruh perkara kepada-Nya semata, serta meyakini bahwa hanya Allah yang mampu mencukupinya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/41303-menyembelih-tumbal-adalah-syirik-akbar.html" data-darkreader-inline-color="">Menyembelih Tumbal Adalah Syirik Akbar</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qoyyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam kitabnya </span><i><span style="font-weight: 400;">Madarijus Salikin </span></i><span style="font-weight: 400;">menyebutkan bahwa isti’anah yang jenis ibadah itu mengandung tiga perkara,</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;"><i><span style="font-weight: 400;">Tunduk dan merendahkan diri kepada Allah </span><span style="font-weight: 400;">Ta’ala.</span></i></li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Percaya sepenuhnya kepada Allah </span><span style="font-weight: 400;">‘Azza wa Jalla.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<i> </i><span style="font-weight: 400;">Hati bersandar kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Subhanahu wa Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata.</span>
</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’anah seperti ini tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">, barangsiapa yang memohon pertolongan kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan merealisasikan tiga perkara tersebut, maka ia telah menyekutukan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan selain-Nya</span><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Al-Fatihah: 4).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/30556-cara-mendakwahi-keluarga-yang-berbuat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Cara Mendakwahi Keluarga Yang Berbuat Syirik</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> Isti’anah yang Bernilai Syirik</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’anah kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">termasuk syirik akbar jika ditujukan kepada :</span></p>
<p><strong>1. Makhluk yang mati (baik nabi, wali, kiayi atau selain mereka) </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contohnya: </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang anak saat menghadapi ujian di sekolahnya, menziyarahi kuburan bapaknya dan meminta tolong kepada bapaknya yang sudah meninggal tersebut agar ia bisa lulus dalam ujiannya.</span></p>
<p><strong>2. Makhluk yang ghoib (tidak bisa komunikasi antara yang meminta dan yang dimintai).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contohnya: </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang meminta tolong kepada jin penunggu desanya agar menjaga keselamatannya di dunia atau seseorang meminta tolong kepada nyai roro kidul yang diyakini oleh sebagian manusia sebagai makhluk halus penguasa pantai selatan agar menjaga keselamatannya saat berlayar di pantai selatan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26357-parahnya-praktek-syirik-di-masa-kini-2.html" data-darkreader-inline-color="">Parahnya Praktek Syirik Di Masa Kini</a></strong></p>
<p><strong>3. Makhluk hidup, tidak ghoib (hadir di tempat atau bisa berkomunikasi), namun isi permintaannya dalam perkara yang di luar kemampuan makhluk. </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contohnya: </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang meminta kepada wali yang masih hidup agar memberi kelancaran rezeki yang melimpah</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini adalah syirik akbar, karena memberi kelancaran rezeki yang melimpah berarti menjadikan orang tersebut sebagai orang kaya dan hal ini merupakan kekhususan yang hanya Allah yang mampu melakukannya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketiga bentuk isti’anah ini merupakan perbuatan kesyirikan akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.</span></p>
<p><b>Alasan bahwa isti’anah dengan ketiga bentuk tersebut merupakan syirik besar</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i> <span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Isti’anah jenis ini adalah kesyirikan, karena dia (orang yang meminta tolong) tidak mungkin melakukannya kecuali dia meyakini bahwa (ketiga golongan) orang yang dimintai tolong ini mempunyai kemampuan tersembunyi dalam mengatur alam</span></i><span style="font-weight: 400;">”. Diantara dalil bahwa isti’anah jenis ini adalah haram dan merupakan kesyirikan, yaitu :</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Subhanahu wa</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan mereka yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Al-A’raaf: 197).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24471-apakah-mengikuti-hawa-nafsu-itu-syirik-akbar-1.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Mengikuti Hawa Nafsu Itu Syirik Akbar?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24316-tujuh-perbedaan-syirik-besar-dan-syirik-kecil.html" data-darkreader-inline-color="">Tujuh Perbedaan Syirik Besar Dan Syirik Kecil</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p><strong>Penuslis: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 