
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47726-macam-macam-ibadah-syirik-bag-12.html" data-darkreader-inline-color="">Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.12): Syirik dalam Istighatsah</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Ibadah menyembelih binatang</b></span></h2>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:</span></i></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Definisi Menyembelih</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">mendefinisikan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الذبح إزهاق الروح بإراقة الدم على وجه مخصوص</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Menyembelih adalah menghilangkan nyawa (binatang) dengan mengalirkan darah dengan tata cara khusus”.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Dua perkara penting dalam ibadah menyembelih</b><span style="font-weight: 400;"> </span></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat dua perkara penting dalam ibadah menyembelih, yaitu:  tujuan menyembelih (niat), dan penyebutan nama ketika akan menyembelih (</span><i><span style="font-weight: 400;">tasmiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<h3><span style="font-size: 19pt;"><b> Tujuan menyembelih (niat) terdapat tiga kemungkinan :</b></span></h3>
<p><strong>1. Menyembelih untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah semata, maka ini adalah ibadah yang bernilai Tauhid.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan bahwa ibadah menyembelih itu wajib dipersembahkan hanya kepada-Nya saja, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadah menyembelih yang kulakukan, hidupku dan matiku hanyalah untuk dan milik Allah, Tuhan semesta alam. </span><span style="font-weight: 400;">Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama (dari umat ini) yang berserah diri (kepada Allah)”</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><strong>[QS. Al-An’aam:162-163]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/31899-anjuran-menyembelih-dengan-tangan-sendiri-hewan-qurbannya.html" data-darkreader-inline-color="">Anjuran Menyembelih dengan Tangan Sendiri Hewan Qurbannya</a></strong></p>
<p><strong>2. Menyembelih untuk mengagungkan, dan mendekatkan diri (bertaqarrub) kepada selain Allah, maka ini adalah ibadah syirik.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah QS. Al-An’aam:162-163 tersebut di atas, dengan alasan pendalilan bahwa dalam kedua ayat tersebut terdapat kewajiban hanya mempersembahkan ibadah menyembelih untuk Allah semata, dan tidak boleh dipersembahkan kepada selain-Nya, karena persembahan ibadah hanyalah hak Allah semata, dan tidak</span> <span style="font-weight: 400;">ada</span> <span style="font-weight: 400;">sekutu bagi-Nya dalam semua bentuk peribadahan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka barangsiapa yang mempersembahkan ibadah menyembelih untuk selain Allah, mengagungkan, dan mendekatkan diri (bertaqarrub) kepada selain Allah, maka ia telah melakukan kesyirikan dalam peribadahan.</span></p>
<p><strong>3. Menyembelih untuk diambil daging atau semisalnya meliputi beberapa bentuk, yaitu:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– Untuk dimakan sendiri, dijual, atau semisalnya, maka ini boleh, bisa jadi terlarang atau bisa jadi tertuntut untuk dilakukan, tergantung sebagai sarana untuk apakah hal itu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, berupa sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?”. </span><strong>[QS. Ya Sin : 71].</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28638-hukum-menunda-pembagian-daging-qurban.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Menunda Pembagian Daging Qurban</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– Untuk dihidangkan dagingnya kepada tamu dalam rangka memuliakannya, atau untuk dihidangkan di acara resepsi pernikahan atau yang semisalnya, maka hukumnya bisa wajib atau bisa sunnah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia muliakan tamunya!”. </span><strong>[HR. Al-Bukhari dan Muslim].</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أولم ولو بشاة </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Selenggarakan walimah </span><span style="font-weight: 400;">(resepsi pernikahan)</span><span style="font-weight: 400;">, walaupun dengan satu kambing!” </span><strong>[HR. Al-Bukhari].</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22788-hikmah-larangan-memotong-kuku-dan-rambut-bagi-shahibul-qurban.html" data-darkreader-inline-color="">Hikmah Larangan Memotong Kuku dan Rambut Bagi Shahibul Qurban</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22741-satu-qurban-untuk-satu-keluarga-apa-maksud-satu-keluarga.html" data-darkreader-inline-color="">Satu Qurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, insya Allah)</b></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Said Abu Ukasyah</span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 