
<p>Makin sulit dalam belajar agama, makin besar pahala.</p>
<p> </p>
<p>Dalam hadits dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ</p>
<p>“<em>Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga</em>.” (HR. Muslim, no. 2699)</p>
<p>Ibnu Rajab Al-Hambali berkata bahwa menempuh jalan dalam menuntut ilmu ada dua makna:</p>
<ol>
<li>Menempuh jalan secara hakiki yaitu dengan berjalan menuju majelis ilmu dari para ulama.</li>
<li>Menempuh jalan secara maknawi yaitu dengan menempuh cara bisa diraihnya ilmu, seperti dengan menghafalkan, mempelajari, mudzakarah (saling mengingatkan), muthala’ah (mengkaji), menulis atau berusaha memahami ilmu. (<em>Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam</em>, 2: 297)</li>
</ol>
<p>Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang berjalan, bersepeda atau berkendaraan menuju majelis ilmu, sudah termasuk dalam balasan hadits di atas. Begitu pula yang begadang dalam menghafal, menulis atau menelaah, itu juga termasuk bagian dari pahala di atas. Bahkan semakin besar kesulitan yang diderita, semakin besar pula pahala yang diperoleh.</p>
<p>Dalam kaedah yang dibawakan oleh As-Suyuthi dalam <em>Al-Asybah wa An-Nazhair</em> (hlm. 320) disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَا كَانَ أَكْثَرُ فِعْلاً كَانَ أَكْثَرُ فَضْلاً</p>
<p>“Amalan yang lebih banyak pengorbanan, lebih banyak keutamaan.”</p>
<p>Dasar kaedah di atas disimpulkan dari hadits ‘Aisyah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَلَكِنَّهَا عَلَى قَدْرِ نَصَبِكِ</p>
<p>“Akan tetapi, pahalanya tergantung pada usaha yang dikorbankan.” (HR. Muslim, no. 1211). Demikian dikatakan oleh As-Suyuthi ketika menyebutkan kaedah di atas dalam <em>Al-Asybah wa An-Nazhair</em> (hlm. 320).</p>
<p>Imam Az-Zarkasi berkata dalam Al-Mantsur,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">العَمَلُ كُلَّمَا كَثُرَ وَشَقَّ كَانَ أَفْضَلُ مِمَّا لَيْسَ كَذَلِكَ</p>
<p>“Amalan yang semakin banyak dan sulit, lebih afdhal daripada amalan yang tidak seperti itu.”</p>
<p>Ingatlah semakin sulit dan berat dalam mempelajari agama, semakin besar pahala. Maka bersabarlah dalam belajar.</p>
<p><em>Yakinlah pertolongan Allah!</em></p>
<p>—</p>
<p>Jum’at, 8 Safar 1437 H, 04: 36 PM, <a href="http://darushsholihin.com/">@ Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang</a></p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Join Channel Telegram, Twitter, Instagram: @RumayshoCom</p>
 