
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi</strong></span></p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Apa makna sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;">بدأ الإسلام غريباً، وسيعود غريباً، فطوبى للغرباء</p>
<p>“<em>Islam awalnya asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing</em>” ?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> telah menjelaskan siapa <em>ghuraba</em> (orang-orang yang asing) itu, dalam sabdanya yang lain:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;">فطوبى للغرباء الذين يَصلحون إذا فسد الناس</p>
<p>“<em>beruntunglah orang-orang yang asing</em>, <em>yaitu mereka yang melakukan perbaikan ketika orang-orang telah rusak</em>”</p>
<p>dan dalam lafadz yang lain:</p>
<p class="arab" style="text-align: center;">الذين يُصلحون ما أفسد الناس</p>
<p>“<em>yaitu mereka yang memperbaiki apa yang telah dirusak oleh orang-orang</em>”</p>
<p>dalam lafadz lain:</p>
<p style="text-align: center;">هم النزّاع من القبائل</p>
<p>“<em>mereka adalah orang-orang yang terasing dari kabilah-kabilah</em>”</p>
<p>Maka yang dimaksud <em>ghuraba</em> adalah orang yang tetap melakukan perbaikan dan tetap istiqamah menjalankan ketaatan kepada Allah ketika masyarakat telah rusak. Yaitu mereka tetap menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar.</p>
<p> </p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Munawwa’ah Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi</em>, 20/50</p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 