
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa makna perkataan sebagian <em>huffazh</em>, “Ini adalah hadits <em>jayyid </em>(baik)”?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Yang saya ketahui dari lafal ini adalah bahwa mereka mengatakan <em>jayyid</em> pada satu <em>sanad</em> tatkala mereka ragu antara shahih dan hasan. Seorang pengkaji hadits mendapat bahwa isnadnya mengandung kemungkinan shahih, tetapi secara pasti ia adalah hasan, maka mereka men-<em>jayyid</em>-kan <em>isnad</em>-nya.</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-fatwa Syekh Nashiruddin Al-Albani</em>, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Media Hidayah, 1425 H — 2004 M.<br>
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi <a href="www.konsultasisyariah.com" target="_self">www.konsultasisyariah.com</a>)</p>
 