
<h2>Zina Hati</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa yang dimaksud <a title="zina hati" href="https://konsultasisyariah.com/makna-zina-hati" target="_blank"><strong>zina hati</strong></a> ?</p>
<p>Dari: Eka<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du</em></p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya</em>.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadis di atas menjelaskan kepada kita hakikat zina hati yang dilakukan manusia. Membayangkan melakukan sesuatu yang haram, yang membangkitkan syahwat, baik dengan lawan jenis maupun dengan sejenis, itulah zina hati.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam riwayat yang lain bersabda:</p>
<p class="arab">الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ</p>
<p>“<em>Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu</em>.” (HR. Ahmad)</p>
<p><a href="https://konsultasisyariah.com/makna-zina-hati/jatuh-hati/" rel="attachment wp-att-14949"><img class="aligncenter size-full wp-image-14949" title="jatuh hati" src="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/11/jatuh-hati.jpg" alt="zina mata zina hati" width="240" height="240" srcset="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/11/jatuh-hati.jpg 240w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/11/jatuh-hati-150x150.jpg 150w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/11/jatuh-hati-55x55.jpg 55w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2012/11/jatuh-hati-75x75.jpg 75w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px"></a></p>
<p>Bagaimana jika yang dibayangkan adalah suami atau istrinya?</p>
<p>Dalam <em>Fatawa Syabakah Islamiyah</em> dinyatakan,</p>
<p>Jika seseorang membayangkan melakukan hubungan dengan suaminya atau istrinya maka tidak masalah. Karena pada asalnya dia dibolehkan untuk bersentuhan, melihat tubuhnya. Sementara membayangkan jelas lebih ringan dibanding itu semua, namun jika yang dibayangkan adalah selain suami atau istri, hukumnya terlarang.</p>
<p>(<em>Fatawa Syabakah Islamiyah</em>, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, no. 72166)</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)</strong></p>
 