
<p><span style="font-weight: 400;">Ayub as-Sikhtiyani mengatakan, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">لَا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ الْعِفَّةُ عَمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ وَالتَّجَاوُزُ عَمَّا يَكُوْنُ مِنْهُمْ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Seorang itu tidak akan menjadi mulia kecuali setelah memiliki dua hal, tidak mengharapkan belas kasihan dari orang lain dan memaafkan gangguan dari orang lai.” (<em>Min Akhbar As-Salaf ash-Shalih</em> hlm 331)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada dua ciri manusia mulia karena akhlaknya.</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Qana’ah, merasa cukup dengan rezki dan karunia Allah untuk dirinya sehingga tidak berharap belas kasihan orang lain.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Mudah memaafkan kesalahan orang lain.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Memaafkan itu ada dua level. Level kedua lebih mulia dibandingkan level pertama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memaafkan dengan menerima apapun alasan orang tersebut dan tidak bertanya lebih lanjut mengenai alasan tersebut. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memaafkan tanpa meminta kepada orang tersebut alasan yang menyebabkannya melakukan hal yang menyakiti dirinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memaafkan memang akhlak mulia. Akan tetapi tidak kalah mulia adalah akhlak mudah meminta maaf. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk bisa meminta maaf seorang itu harus menyingkirkan ego dan gengsinya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak semua orang mudah untuk menyingkirkan ego dan gengsi pribadinya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, hargailah perjuangan orang yang datang meminta maaf dengan memaafkannya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah mudahkan penulis dan semua pembaca tulisan ini untuk menjadi insan mulia dengan akhlak mulia. Aamiin. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</span></p>
 