
<h2><strong>Masa Iddah bagi Istri Yang Ditalak ketika Hamil</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu’alaikum.</p>
<p>Saya ingin bertanya tentang berapa lama <em>masa iddah</em> ketika istri yang <em>ditalak tengah hamil</em>? Saya mohon jawabannya.</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>Dari: Reski<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam</p>
<p><a title="wanita hamil" href="https://konsultasisyariah.com/masa-iddah-ketika-istri-yang-ditalak-tengah-hamil" target="_blank"><strong>Wanita hamil</strong></a> yang berpisah dengan suaminya karena talak atau karena ditinggal mati, masa iddahnya adalah sampai dia melahirkan.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ</p>
<p>“Wanita yang tidak haid lagi (monopause) di antara istri-istri kalian, jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) wanita-wanita yang tidak haid. Sementara wanita yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. At-Thalaq: 4)</p>
<p>Dalam hadis al-Miswar bin Makhramah <em>radhiallahu ‘anhu</em> dia berkata:</p>
<p class="arab">أَنَّ سُبَيْعَةَ الْأَسْلَمِيَّةَ نُفِسَتْ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِلَيَالٍ فَجَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَتْهُ أَنْ تَنْكِحَ فَأَذِنَ لَهَا فَنَكَحَتْ</p>
<p>“Subai’ah al-Aslamiyyah melahirkan beberapa hari setelah suaminya wafat, lalu beliau menemui Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan meminta izin untuk menikah. Maka beliau pun mengizinkannya.” (HR. al-Bukhari no. 4908).</p>
<p>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)</p>
<p><strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com</strong></p>
 