
<p>Masjid adalah tempat yang paling dicintai di muka bumi. Itulah kenapa di dalam kitab <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram" target="_blank" rel="noopener"><strong>Bulughul Maram</strong></a></span>, Imam Ibnu Hajar memasukkannya sebagai awal bahasan sebelum membahas shalat.</p>
<p> </p>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
</div>
<div>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَابُ المسَاجِدِ</p>
</div>
<div>
<p align="center"><strong><span style="font-size: 18pt;">Bab Seputar Masjid</span></strong></p>
<p> </p>
</div>
<p>Masaajid adalah bentuk jamak (plural) dari kata masjid. Masjid adalah <em>isim makan</em> (kata yang menunjukkan tempat) dari kata sujud. Masjid dari pengertian bahasa ini berarti tidak dimaksudkan pada tempat tertentu.</p>
<p>Kenapa dikhususkan sujud, bukan gerakan lainnya dalam shalat seperti rukuk? Karena sujud adalah gerakan shalat yang paling utama (mulia) karena dekatnya seorang hamba dengan Allah. Itulah yang dijadikan alasan diambilnya istilah masjid dari kata sujud.</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/14579-menjadikan-kubur-sebagai-masjid.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Menjadikan Kubur Sebagai Masjid</span></a></span></strong></p>
<p> </p>
<p>Masjid secara istilah syari adalah <strong>segala tempat dari muka bumi</strong>. Hal ini berdasarkan hadits,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">جُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا</p>
<p>“<em>Seluruh permukaan bumi dijadikan untukku sebagai tempat shalat dan alat untuk bersuci.”</em> (HR. Bukhari, no. 335 dan Muslim, no. 521)</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/19484-manhajus-salikin-tempat-yang-sah-untuk-shalat.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Tempat yang Sah untuk Shalat</span></a></span></strong></p>
<p> </p>
<blockquote><p>Menurut pengertian fuqaha, masjid adalah tempat dari bumi yang bebas dari kepemilikan pribadi lalu dikhususkan untuk shalat dan ibadah.</p></blockquote>
<p>Mushalla Id (tempat shalat hari raya) juga diistilahkan dengan masjid menurut pendapat <em>rajih</em> (terkuat) dari kalangan ahli ilmu.</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/25531-bulughul-maram-tentang-sebab-dan-tata-cara-mandi-junub-bahas-tuntas.html#APAKAH_WANITA_HAIDH_BOLEH_MASUK_MASJID" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Hukum Wanita Haidh Masuk Masjid</span></a></span></strong></p>
<p> </p>
<p>Masjid adalah sebaik-baik tempat di muka bumi karena di dalam masjid adalah tempat:</p>
<ul>
<li>berdzikir kepada Allah</li>
<li>beribadah dengan mendirikan shalat</li>
<li>membaca Al-Qur’an</li>
<li>mengajarkan agama</li>
</ul>
<p>Sampai-sampai masjid disebut sebagai <strong><em>madrosatul Islam al-Uula</em></strong>, yaitu sekolah Islam yang pertama.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا.</p>
<p>“<em>Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar</em>.” (HR. Muslim, no. 671)</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/20272-faedah-surat-an-nuur-30-berjaya-dari-masjid.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Berjaya dari Masjid</span></a></span></strong></p>
<p> </p>
<p>Di dalam <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram-shalat" target="_blank" rel="noopener">Bulughul Maram</a> </span>dijelaskan mengenai beberapa hukum mengenai masjid.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><em>Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:464-465.</p>
<p>—</p>
<p>Senin pagi, 27 Safar 1443 H, 4 Oktober 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 