
<p>Dalam artikel kali ini kita membahas tentang maksiat mata yang akan kita sebut sebagai ‘mata pengkhianat’</p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Apa Itu Mata Pengkhianat?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengkhianatan adalah sebuah perilaku yang amat tercela. Sangat menyakitkan hati. Apalagi bila dilakukan oleh orang terdekat. Tidak ada satupun di antara kita yang mau dijuluki si pengkhianat. Walaupun barangkali kita pernah berkhianat, atau bahkan sering berkhianat. </span><i><span style="font-weight: 400;">Loh</span></i><span style="font-weight: 400;">, kapan?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mari kita perhatikan firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berikut,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ”</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artinya: </span><i><span style="font-weight: 400;">“Dia mengetahui (pandangan) </span></i><b><i>mata yang khianat</i></b><i><span style="font-weight: 400;"> dan apa yang tersembunyi dalam dada”. </span></i><span style="font-weight: 400;">QS. Ghafir (40): 19.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibn Abbas </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan maksud ayat di atas, </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Yaitu seorang lelaki yang sedang bersama dengan teman-temannya. Lalu lewatlah wanita di depan mereka. Lelaki tersebut berpura-pura menundukkan pandangan mata. Bila merasa teman-temannya tidak memperhatikannya, maka dia melirik wanita tadi. Namun jika ia khawatir mereka memergokinya, maka iapun kembali menundukkan mata. Sungguh Allah mengetahui keinginan hatinya untuk melihat aurat wanita tersebut”. </span></i><span style="font-weight: 400;">Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">al-Mushannaf </span></i><span style="font-weight: 400;">(no. 17396)</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itulah pengkhianatan mata. Berbeda antara kondisi yang dikesankan kepada orang lain dengan kondisi sebenarnya. Dia mengesankan seakan sangat shalih dan selalu menjaga matanya dari hal haram. Padahal realitanya tidak demikian. Dia hanya berpura-pura belaka.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/40775-hukum-karma-dalam-pandangan-islam.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Karma Dalam Pandangan Islam</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Cara Mengatasi Pengkhianatan Mata</strong><b></b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk mengatasi kebiasakan buruk pengkhianatan mata ini, kita bisa mengikuti langkah-langkah berikut:</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">1. Tingkatkan Muraqabah</span></strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Muraqabah adalah salah satu ibadah mulia dalam Islam. Kurang lebih maknanya adalah merasa selalu diawasi Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala. </span></i><span style="font-weight: 400;">Sebab Dia mengetahui apapun yang kita kerjakan. Perbuatan baik maupun buruk. Dirahasiakan ataupun dilakukan di depan khalayak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى”</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artinya: </span><i><span style="font-weight: 400;">“Sungguh Dia mengetahui yang terang dan tersembunyi”. </span></i><span style="font-weight: 400;">QS. Al-A’la (87): 7.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak di antara kita merasa malu manakala ketahuan orang lain berbuat jelek. Namun anehnya tidak merasa malu manakala dilihat Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berbuat jelek. Seakan-akan di matanya penilaian manusia lebih berharga dibanding penilaian Sang Penguasa alam semesta</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/27543-6-syarat-agar-shalat-bisa-menyejukkan-pandangan-dan-menenangkan-hati.html" data-darkreader-inline-color="">6 Syarat Agar Shalat Bisa Menyejukkan Pandangan Dan Menenangkan Hati</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>2. Ingat, yang Halal Lebih Nikmat</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Manakala godaan datang untuk melihat atau merasakan hal yang haram, maka lawanlah! Dengan cara mengingat bahwa yang halal itu jauh lebih nikmat dibanding yang haram.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ”</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Setiap engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, sungguh Dia pasti akan menggantikan untukmu sesuatu yang lebih baik”. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Ahmad dan </span><i><span style="font-weight: 400;">sanad</span></i><span style="font-weight: 400;">nya dinilai sahih oleh al-Albaniy. </span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26590-menundukkan-pandangan-mata.html" data-darkreader-inline-color="">Menundukkan Pandangan Mata</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22215-menjadi-penyejuk-pandangan-bagi-orang-tua.html" data-darkreader-inline-color="">Menjadi Penyejuk Pandangan Bagi Orang Tua</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;"> Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Muharram 1441 / 12 September 2019</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abdullahzaen" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA.</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 