
<p><strong>Laporan  keuangan</strong> merupakan produk proses akuntansi pada suatu badan usaha.  Tujuan akuntansi adalah untuk membuat laporan keuangan yang bisa  digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan. Untuk pengusaha dan  para investor, laporan keuangan itu sangat penting. Laporan yang  biasanya pertama kali dilihat oleh seorang calon investor adalah Laporan  Posisi Keuangan atau Neraca. Neraca merupakan laporan keuangan yang  menggambarkan kondisi keuangan sebuah perusahaan pada suatu tanggal  tertentu. Ibarat kondisi kesehatan tubuh manusia yang ditandai dengan  berbagai tanda vitalnya seperti suhu tubuh, detak jantung, tekanan  darah, dsb.</p>
<p>Seringkali pengusaha yang tidak tahu ilmu akuntansi  merasa sudah puas dengan arus kas yang didapat sehari-hari. Hari ini  dapatnya sekian, buat belanja sekian, masuk kantong sekian. Seperti  itulah yang saya dapati dari hasil survey beberapa penjual kaki lima.  Para pengusaha tidak tahu berapakah aset perusahaan, hutang dan proporsi  modalnya dan bagaimanakan hubungan diantara ketiganya.</p>
<p>Akan  menjadi lebih rumit jika perusahaan menggunakan sistem bagi hasil atau  mudharobah dengan investor tapi tidak menggunakan neraca karena proporsi  penambahan modal akibat laba ditahan tidak bisa kelihatan secara nyata.  Sebenarnya ada hubungan yang riil antara aset, hutang, dan modal suatu  perusahaan itu. Aset yang ada dalam sebuah perusahaan bisa berasal dari  hutang atau modal pemilik beserta para investor.</p>
<p>Sebagai gambaran  sederhana adalah sebuah perusahaan ABC memiliki aset yang total nilainya  adalah 100 juta, 50 juta dalam bentuk kendaraan dan 50 juta dalam  bentuk uang tunai. Modal yang dikumpulkan hanya 75 juta. Lalu dari  manakah yang 25 juta tadi? Yang 25 juta berasal dari berhutang sehingga  persamaan akuntansi sistem pembukuan berpasangan adalah sebagai berikut.</p>
<p><strong>Aset= hutang + modal</strong></p>
<p>Aset  secara umum dapat diartikan segala sesuatu yang merupakan harta  perusahaan. Aset dibagi menjadi dua yaitu aset lancar dan aset tetap.  Dalam prinsip akuntansi aset lancar merupakan aset yang dapat habis  dalam masa satu tahun. Contoh aset lancar adalah Sedangkan aset tetap  adalah aset yang tidak habis pakai. Contoh aset lancar adalah kas,  piutang, barang persediaan, dan bahan/barang habis pakai. Sedangkan  contoh aset tetap adalah barang yang tidak habis pakai seperti  peralatan, kendaraan, tanah dan bangunan. Dalam prinsip akuntansi yang  berlaku umum, aset tetap ini harus didepresiasikan karena dianggap  nilainya berkurang saat digunakan.</p>
<p>Hutang terdiri dari hutang  lancar dan hutang jangka panjang. Hutang lancar atau jangka pendek  merupakan hutang yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun.  Sedangkan hutang jangka panjang merupakan hutang yang jatuh temponya  lebih dari satu tahun. Dengan melihat besaran jenis hutang ini dan  dibandingkan dengan kas serta piutang yang ada dalam sebuah laporan  keuangan usaha maka bisa diperkirakan kemampuan keuangan usaha tersebut  dalam rangka melunasi hutangnya di masa depan.</p>
<p>Modal merupakan  dana yang disetor baik pemiliki perusahaan yang penggunaannya  ditetapakan untuk menjalankan sebuah usaha. Modal ini juga dapat  berbentuk dari setoran dana dari investor atas usaha yang menjalankan  sistem bagi hasil atau mudharobah. Modal ini biasanya dibagi berdasarkan  pemilik misal Modal A, Modal B, Modal C. Modal pada umumnya digunakan  untuk menetapkan proporsi bagi hasil.</p>
<p>Jika sebuah usaha dalam  kurun waktu tertentu menghasilkan profit, maka akan masuk ke dalam saldo  laba ditahan yang nantinya akan menambah jumlah nominal modal A, modal  B, dan modal C secara proporsional.</p>
<p>Neraca merupakan laporan  keuangan yang utama untuk melihat struktru keuangan  sebuah usaha.  Neraca adalah bangunan yang harus diketahui seorang pengusaha untuk  membuat keputusan apakah usahanya sudah perlu dibesarkan atau malah  ditutup agar tidak terjadi kerugian lebih lanjut.</p>
<p>Ilustrasi Neraca:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>NERACA</strong><br><strong> PT. ABC</strong><br><strong> Per 31 Desember 2013</strong><br><strong> (Dalam Jutaan Rupiah)</strong></p>
<p> </p>
<p>Aset:</p>
<p>Aset Lancar</p>
<p>–  Kas                                                           200</p>
<p>–  Piutang                                                    200</p>
<p>–  Persediaan                                                100</p>
<p>Total Aset Lancar                                           500</p>
<p>Aset Tetap</p>
<p>– Peralatan                                                    100</p>
<p>– Kendaraan                                                  300</p>
<p>– Bangunan                                                   700</p>
<p>(Depresiasi Aset Tetap)                                 (200)</p>
<p>Total Aset Tetap                                             900</p>
<p><strong>Total Aset                                                                   1.400</strong></p>
<p>Hutang:</p>
<p>Hutang Lancar/ Hutang Jangka Pendek            200</p>
<p>Hutang Jangka Panjang                                 300</p>
<p> </p>
<p>Total Modal                                                   500<br> Modal A                                                        300</p>
<p>Modal B                                                        300<br> Modal C                                                        300</p>
<p>Total Hutang                                                 900</p>
<p><strong>Total Hutan dan Modal</strong><strong>               </strong><strong>               </strong><strong>               </strong><strong>1.400<br></strong></p>
<blockquote>
<p>PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting, <a title="Software Akuntansi Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id" target="_blank"><strong>Software Akuntansi Indonesia</strong>.</a><br>Anda juga dapat menjadi sponsor, silakan hubungi: marketing@yufid.org / Telp: 081326333328</p>
</blockquote>
 