
<p><strong>MEMANFAATKAN KESEMPATAN UNTUK MENGHINDARI KERUGIAN</strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu “anhuma dari Nabi Shallallahu “alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda :</p>
<p><em>“<span style="text-decoration: underline;">Sungguh merugi</span>, <span style="text-decoration: underline;">sungguh merugi</span> dan <span style="text-decoration: underline;">sungguh merugi</span> orang yang masih memiliki kedua orang tua yang sudah renta atau salah seorang dari keduanya kemudian hal itu tidak dapat memasukkan ia ke dalam jannah.”</em> HR. Muslim.</p>
<p><strong>PINTU SURGA</strong></p>
<p>Abu Darda” Radhiyallahu “anhuma berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><em>“Orang tua adalah bagian tengah pintu Jannah. Jika engkau mau silahkan menyia-nyiakannya, jika tidak maka jagalah pintu  itu.”</em> HR. At-Tirmidzi dan berkata: “Hadits shahih”. Disahihkan oleh Al-Albany.</p>
<p><strong>BERTERIMA KASIH KEPADA ORANG TUA</strong></p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman:</p>
<p><em>“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”</em> (QS. Luqmaan: 14)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p><em>“Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti ia juga tidak bersyukur kepada Allah”</em> HR. Ahmad (III/118), An-Nasa”i dalam kitab Al-Kubra (VI/10128/2), Al-Baihaqi dalam kita Al-Kubra III/239), dan lain-lain dari Anas bin Malik Radhiyallahu “anhuma. Hadist ini tertera dalam kitab Shahih Al-Jaami” (6541)</p>
<p><strong>RIDHO ALLAH BERSAMA RIDHO ORANG TUA</strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu “anhuma bahwa Nabi Shallallahu “alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><em>“Ridha Allah pada ridha orang tua dan kemarahan Allah pada kemarahan orang tua”</em> HR. Tirmidzi</p>
<p><strong>DOSA BESAR KEDUA SETELAH SYIRIK</strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Bakrah Nufai” bin Al-Harits Radhiyallahu “anhuma, Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam Bersabda:</p>
<p><em>“Maukah kalian aku tunjukkah tiga dosa terbesar?” Kami berkata: “Tentu saja ya Rasulullah”. Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah, durhaka terhadap kedua orang tua.” Saat itu beliau bersandar lalu beliau duduk dan berkata: “Ketahuilah dosa perkataan palsu dan persaksian palsu.”</em> Muttafaqun”alaihi</p>
<p><strong>LEBIH UTAMA DARI JIHAD FI SABILILLAH</strong></p>
<p>Abdullah bin Mas”ud Radhiyallahu “anhuma pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam:</p>
<p><em>“Amalah apa yang paling utama?” Beliau Shallallahu “alaihi wa sallam menjawab: “Mengerjakan shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah”.</em> Muttafaqun”alaihi.</p>
<p><strong>MEMBENCI AYAH SENDIRI = KUFUR</strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu “anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><em>Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu sendiri, barang siapa membenci bapaknya maka ia telah kufur”</em> HR. Al-Bukhari (6868) dan Muslim (62)</p>
<p><strong>DOA ANAK MENGANGKAT DERAJAT ORANG TUA</strong></p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu “anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam Bersabda:</p>
<p><em>Sesungguhnya seorang lelaki terangkat derajatnya di Jannah, ia berkata: “Darimanakah ini kuperoleh ?” Dikatakan kepadanya: “Dari istighfar anakmu untuk dirimu”</em> HR. Ibnu Majah (3660) Disahihkan oleh Al-Albany.</p>
<p>Semoga Berguna</p>
 