
<p>Ada lagi <strong><a href="https://rumaysho.com/tag/amalan-mutaaddi" target="_blank" rel="noopener noreferrer">amalan muta’addi</a></strong> (amalan yang bermanfaat untuk orang lain) yaitu: silaturahim, memberi manfaat lewat doa, dan memberi manfaat dengan satu kalimat, juga ada adab ketika berada di pinggir jalan.</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #17: Silaturahim</strong></span></h2>
<p>Yang dimaksud <a href="https://rumaysho.com/20559-bulughul-maram-akhlak-memutus-silaturahim-diancam-tidak-masuk-surga.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">silaturahim</a> adalah berbuat baik pada kerabat sesuai keadaan, bisa jadi dengan harta, bisa jadi dengan berkhidmat (mengabdi), bisa jadi dengan mengunjung dan memberi salam, serta bentuk lainnya.</p>
<p>Abdurrahman ibnu ‘Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ</p>
<p>“<em>Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.</em>” (HR. Ahmad, 1:194,<em> shahih lighairihi</em>).</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ</p>
<p>“<em>Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.</em>” (HR. Bukhari, no. 5985 dan Muslim, no. 2557)</p>
<p>Abdullah bin ’Amr <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا</p>
<p>”<em>Seorang yang menyambung silaturahim bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahim adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahim setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain</em>.” (HR. Bukhari, no. 5991)</p>
<p>Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu </em>berkata, “Seorang pria mendatangi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturahim dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab, “<em>Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.</em>” (HR. Muslim, no. 2558)</p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca Juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/20559-bulughul-maram-akhlak-memutus-silaturahim-diancam-tidak-masuk-surga.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Memutus Silaturahim Diancam Tidak Masuk Surga</a></span></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #18: Memberi manfaat pada orang lain lewat doa</strong></span></h2>
<p>Dari Shafwan bin ‘Abdillah bin Shafwan–istrinya adalah Ad-Darda’ binti Abid Darda’–, beliau mengatakan, “Aku tiba di negeri Syam. Kemudian saya bertemu dengan Ummu Ad-Darda’ (<a href="https://rumaysho.com/2296-berjabat-tangan-dengan-ibu-mertua.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">ibu mertua</a> Shafwan, pen) di rumah. Namun, saya tidak bertemu dengan Abu Ad-Darda’ (bapak mertua Shafwan, pen). Ummu Ad-Darda’ berkata, “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku (Shafwan) berkata, “Iya.”</p>
<p>Ummu Darda’ pun mengatakan, “Kalau begitu doakanlah kebaikan pada kami karena Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda,”</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.</em>”</p>
<p>Shafwan pun mengatakan, “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu Darda’ mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim, no. 2733)</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #19: Berbuat baik ketika lagi menongkrong di jalanan</strong></span></h2>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhuma,</em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »</p>
<p>“<em>Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, <a href="https://rumaysho.com/21051-adab-dalam-mengucapkan-salam-kebanyakan-kita-belum-tahu.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">menjawab salam</a> dan amar ma’ruf nahi munkar</em>.” (HR. Bukhari, no. 2465)</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #20: Memberi Manfaat Walau dengan Satu Kalimat</strong></span></h2>
<p>Dari Mu’awiyah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّكَ إِنِ اتَّبَعْتَ عَوْرَاتِ النَّاسِ أَفْسَدْتَهُمْ أَوْ كِدْتَ أَنْ تُفْسِدَهُمْ</p>
<p>“<em>Jika engkau mengikuti cela (kesalahan) kaum muslimin, engkau pasti merusak mereka atau engkau hampir merusak mereka</em>.” (HR. Abu Daud, no. 4888. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa hadits ini shahih).</p>
<p>Abu Ad-Darda’ berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">كَلِمَةٌ سَمِعَهَا مُعَاوِيَةُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَفَعَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهَا</p>
<p>“<em>Satu kalimat ini didengar oleh Mu’awiyah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, moga Allah Ta’ala memberi manfaat lewat satu kalimat tersebut.</em>” (HR. Abu Daud, no. 4888. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></h3>
<p><em>Utruk Atsaran Qabla Ar-Rahil.</em> Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid. Penerbit Madarul Wathan.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/9910-mendoakan-non-muslim-semoga-engkau-mendapat-hidayah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Mendoakan Non Muslim: Semoga Engkau Mendapat Hidayah</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/21748-memberi-nasihat-dan-mendamaikan-yang-berselisih-termasuk-amalan-mutaaddi.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Memberi Nasihat dan Mendamaikan yang Berselisih Termasuk Amalan Muta’addi</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: center;">Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/11/Buletin-DS-Edisi-117.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/11/Buletin-DS-Edisi-117.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 