
<h2 style="color: #333333;"><strong>Memecahkan Barang Berarti Membeli</strong></h2>
<p style="color: #333333;"><em>Di sebagian supermarket tertulis sebuah kalimat “MEMECAHKAN BERARTI MEMBELI”. Bolehkah kalimat ini diberlakukan menurut Islam?</em></p>
<p style="color: #333333;"><strong>Jawaban:</strong></p>
<p style="color: #333333;">Kalimat ini salah dan harus diluruskan sebelum diterapkan. Seharusnya ditulis “<strong>MEMECAHKAN HARUS MENGGANTI RUGI</strong>“.</p>
<p style="color: #333333;">Bedanya adalah:</p>
<p style="color: #333333;"># MEMBELI berarti mengganti harga jual, yang di dalamnya termasuk keuntungan pedagang.</p>
<p style="color: #333333;"># MENGGANTI RUGI berarti hanya mengganti modal, tidak termasuk keuntungan.</p>
<p style="color: #333333;">Syaikh Saad Asy-Syitsriy pernah mengatakan, saat beberapa tahun lalu saya bertanya selepas kajian beliau di Riyadh,</p>
<p class="arab" style="color: #333333;">من كسر فقد اشترى – هذا خطأ</p>
<p style="color: #333333;">Barang siapa yang memecahkan dia harus membeli – Ini pernyataan yang salah</p>
<p class="arab" style="color: #333333;">الصحيح: من كسر فعليه الضمان</p>
<p style="color: #333333;">Yang benar : Barang siapa yang memecahkan dia harus mengganti rugi</p>
<p style="color: #333333;">Ketika saya menjajaki pendapat sebagian orang dengan memposting pertanyaan ini di Telegram, Whatsapp dan Facebook, ada  pernyataan/pertanyaan menarik dari sebagian teman. Misalnya:</p>
<p style="color: #333333;"><em>1. Sebagian mengatakan, “Kalimat di atas hanya boleh diterapkan kepada orang yang memecahkan dengan kesengajaan. Jika tidak maka tidak.”</em></p>
<p style="color: #333333;"><strong>Jawabannya:</strong></p>
<p style="color: #333333;">Salah satu kaidah fikih berbunyi</p>
<p class="arab" style="color: #333333;">الإِتْلاَفُ يَسْتَوِيْ فِيْهِ الْمُتَعَمِّدُ وَالْجَاهِلُ وَالنَّاسِيْ</p>
<p style="color: #333333;">Maknanya: Pengrusakan itu dianggap sama, baik dilakukan dengan kesengajaan maupun tidak, misalnya karena faktor ketidaktahuan atau kelupaan.</p>
<p style="color: #333333;">Sengaja memecahkan atau tidak sama saja. Orang yang memecahkan harus bertanggung jawab. Hanya saja, tanggung jawabnya hanya sebatas ganti modalnya, bukan harga jualnya.</p>
<p style="color: #333333;"><em>2. Ada lagi yang mengatakan, “Pemilik barang tidak boleh memaksa untuk mengganti. Kan ada kaidah fikih yang berbunyi</em></p>
<p class="arab" style="color: #333333;"><em>لاَ بُدَّ مِنَ التَّرَاضِي فِي جَمِيْعِ عُقُوْدِ الْمُعَاوَضَاتِ وَعُقُوْدِ التَّبَرُّعَاتِ</em></p>
<p style="color: #333333;"><em>(harus ada saling ridha dalam setiap akad mu’awadhat (bisnis) ataupun tabarru’at (donasi).</em></p>
<p style="color: #333333;"><em>Jadi, sengaja atau tidak, tetap tidak boleh dipaksa mengganti.”</em></p>
<p style="color: #333333;"><strong>Jawabannya:</strong></p>
<p style="color: #333333;">Dalam ‘urf kita, masuknya pengunjung ke dalam supermarket menunjukkan ridhanya untuk menerima segala aturan dan resiko/konsekuensi yang diberlakukan oleh pemilik supermarket, selama aturan tersebut tidak menyalahi syari’at. Salah satunya, kewajiban bertanggung jawab untuk mengganti rugi bila memecahkan/merusak barang.</p>
<p style="color: #333333;">Demikian penjelasan singkat masalah ini.</p>
<p style="color: #333333;">Semoga bermanfaat, khususnya untuk para ikhwan yang punya usaha/dagang yang ada unsur pecah belahnya.</p>
<p style="color: #333333;"><strong>Dijawab oleh ustadz Muflih Safitra (Beliau merupakan dai dari Balikpapan yang pernah menimba ilmu di Saudi)</strong></p>
<p style="color: #333333;"><strong>PengusahaMuslim.com di dukung oleh <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<ul style="color: #333333;">
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 