
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Keutamaan Dakwah</strong></span></p>
<p>Akhil karim, sesungguhnya Allah <em>ta’ala</em> telah memerintahkan untuk berdakwah kepada manusia menuju jalan-Nya.  Allah banyak berfirman mengenai hal ini, diantaranya adalah  firman-firman-Nya berikut ini,</p>
<p style="text-align: center;">قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ  عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا  أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٠٨)</p>
<p>Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku,  aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan  hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang  yang musyrik.” (Yusuf: 108).</p>
<p style="text-align: center;">ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ (١٢٥)</p>
<p>Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah. (An Nahl: 125).</p>
<p style="text-align: center;">وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٣٣)</p>
<p>Siapakah yang lebih baik perkataannya  daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh,  dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam? (Fushshilat:  33).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>pun bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">بلغوا عني ولو آية</p>
<p>Sampaikanlah dariku walau satu ayat (HR. Bukhari: 3461).</p>
<p style="text-align: center;">لأن يهدي الله بك رجلا واحد خير لك من حمر النعم</p>
<p>Allah memberi petunjuk kepada satu orang  melalui perantaraanmu (yaitu dengan dakwah), itu lebih baik daripada  seekor unta merah (HR. Bukhari: 3701).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Faedah </strong></span></p>
<p>Terdapat faedah yang dapat dipetik dari uraian di atas, yaitu:</p>
<ul>
<li>Berdakwah wajib dilakukan karena Allah dan bertujuan agar manusia  menempuh jalan-Nya. Dengan demikian, seorang da’i berdakwah karena  mengharap Wajah-Nya, bukan menyeru manusia kepada dirinya, atau untuk  mendukung suatu kelompok dan perhimpunan, tidakpula berdakwah karena  ingin meraih kepemimpinan, jabatan, harta, popularitas, atau berbagai  tujuan lain yang rendah dan fana.</li>
<li>Dakwah yang dilakukan adalah dakwah menuju jalan-Nya, yaitu <em>shirathal mustaqim,</em> jalan rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
<li>Dakwah dilandasi hikmah dan nasihat yang baik, dengan kriteria dakwah yang berlandaskan ilmu, kelembutan, dan kesabaran</li>
</ul>
<blockquote>
<p>sehingga,</p>
<p><em>Berilmu sebelum memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran</em></p>
<p><em>Berlaku lemah lembut selama memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, dan</em></p>
<p><em>Bersabar ketika dan sesudah memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran</em></p>
</blockquote>
<ul>
<li>Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena tidak seorang pun yang  memiliki perkataan, kondisi, dan kesudahan yang terbaik, selain orang  yang berdakwah kepada Allah <em>ta’ala</em>.</li>
<li>Dakwah dilakukan sesuai dengan kadar kemampuan, meski hanya  menyampaikan sebuah ayat Al Qur-an, atau menjelaskan sebuah hukum dari  suatu permasalahan, atau menyampaikan sebuah sunnah dari berbagai sunnah  nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
</ul>
<p>Akhil karim, semoga Allah memberikan  taufik kepadaku dan dirimu untuk menunaikan kebajikan, apabila anda  menginginkan amalan dengan pahala dan ganjaran yang tidak kunjung habis,  maka anda harus berdakwah kepada Allah <em>ta’ala</em>, karena nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">إن الدال على الخير كفاعله</p>
<p>Sesungguhnya seorang yang menunjukkan kebaikan seperti orang yang melakukannya (dalam hal pahala) [Shahihul Jami’: 1605] .</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Menjaga Modal</strong></span></p>
<p>Akhil karim, semoga Allah merahmatiku dan dirimu, salah  satu sikap hikmah dalam berdakwah kepada Allah adalah lebih memfokuskan  perhatian untuk mendakwahi saudara kita, sesama muslim selain berdakwah  kepada orang-orang kafir. Karena mendakwahi orang kafir merupakan  laba/untung dan merupakan upaya untuk menambah kuantitas kaum muslimin,  sedangkan mendakwahi saudarai kita sesama muslim merupakan upaya untuk  menjaga modal. Tentu, seorang pedagang yang sukses akan lebih perhatian untuk menjaga modal baru kemudian berusaha mencari untung.</p>
<p>Jika anda telah memahami hal ini, maka  anda dapat mengetahui bahwa yang menjadi kewajiban adalah mengerahkan  usaha dalam berdakwah sembari memfokuskan perhatian dalam mendakwahi  kaum muslimin, memperbaiki akidah, ibadah, dan akhlak mereka, terlebih  di saat ini berbagai penyimpangan dan kesesatan dari segi akidah; bid’ah  dalam peribadatan telah masuk ke dalam barisan kaum muslimin. Tidak  hanya itu, banyak diantara kaum muslimin memiliki penyimpangan akhlak  sehingga terjerumus ke dalam berbagai perbuatan keji dan mungkar seperti  terjerumus ke dalam penggunaan narkoba, minuman yang memabukkan, zina,  perbuatan durhaka, pemboikotan terhadap sanak keluarga, dan yang  selainnya.</p>
<p>Apa yang dipaparkan di atas tidak  berarti kita mengenyampingkan dakwah kepada orang-orang kafir,  memotivasi mereka untuk masuk Islam dan menjelaskan berbagai keindahan  Islam kepada mereka. Bukan demikian, karena mendakwahi orang kafir juga  merupakan hal yang urgen. Akan tetapi, yang dimaksud adalah mendakwahi  kaum muslimin lebih diprioritaskan, yaitu dengan mengerahkan usaha yang  lebih untuk mendakwahi mereka ketimbang usaha untuk mendakwahi  orang-orang kafir.</p>
<p>Kemudian, akhil karim, semoga Allah memberkatimu, ketahuilah  bahwa sesungguhnya keistiqamahan (konsistensi) kaum muslimin dengan  kembali menerapkan ajaran Islam yang shahih dan murni, pada hakekatnya  merupakan upaya dakwah kepada orang-orang kafir. Dan sebaliknya,  penyimpangan yang dilakukan kaum muslimin, pada hakekatnya merupakan  penghalang bagi orang lain untuk berjalan di atas jalan-Nya.  Betapa banyak orang kafir yang mengurungkan niat untuk masuk ke dalam  Islam karena melihat kondisi kaum muslimin yang memprihatinkan. Dan  fakta yang tidak diragukan lagi bahwa sebagian kaum muslimin atau mereka  yang tercatat dalam data statistik sebagai orang muslim, adalah mereka  yang cuek terhadap Islam dan tidak menampakkan ajaran Islam dalam  perikehidupannya kecuali hanya menyandang predikat bahwa dia adalah  seorang muslim (Islam KTP).</p>
<p>Di antara mereka (muslim KTP) terdapat  pula orang-orang yang melakukan praktek kesyirikan, yaitu pemeluk ajaran  kebatinan yang mengultuskan para wali dan orang shalih. Merekalah  orang-orang yang menampakkan keislaman, namun menyembunyikan kekufuran.  Wajib bagi para da’i untuk menerangkan dan memperingatkan umat akan  kondisi mereka, sehingga tidak menjadi penghalang bagi manusia untuk  memeluk ajaran Islam dan membuat fitnah di dalam agama ini.</p>
<p>Demikian pula, hal  yang patut diperhatikan adalah fokus berdakwah untuk memperbaiki  keadaan para da’i dan tokoh masyarakat di setiap waktu dan tempat.  Mereka inilah yang menjadi publik figur masyarakat. Jika mereka tidak  berada di atas rel <em>istiqamah</em>, tidak komitmen dengan ajaran agama, sementara manusia banyak yang mengikutinya, maka mereka akan merusak banyak orang.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Simpulan </strong></span></p>
<p>Kesimpulannya adalah berdakwah haruslah dilakukan dengan hikmah, dan salah satu hikmah dalam berdakwah adalah:</p>
<ul>
<li>Lebih memfokuskan perhatian untuk mendakwahi kaum muslimin. Berusaha untuk memperbaiki akidah, ibadah, dan akhlak mereka.</li>
<li>Memfokuskan perhatian untuk membimbing dan menasehati sesama da’i  dan tokoh masyarakat, sehingga mereka tidak menjadi penyebar kebatilan  dengan perilaku mereka yang menyimpang dari ajaran agama.</li>
<li>Da’i yang sukses lagi penuh hikmah dalam berdakwah janganlah lalai dari memperingatkan umat akan kondisi <em>ahlul ahwa wal bida’</em>,  -pelaku bid’ah yang mengedepankan hawa nafsu- dan mereka yang  menjadikan Islam hanya sebagai kamuflase belaka. Seorang da’i  berkewajiban melakukan hal tersebut sehingga manusia tidak berkeyakinan  bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang disebarkan oleh mereka.</li>
<li>Kemudian, tidak lupa, da’i patut mendakwahi orang-orang kafir dan  menjelaskan keindahan Islam kepada mereka agar setiap da’i mengingat  bahwa dakwah wajib dilakukan karena Allah dan  hanya kepada-Nya, bukan  kepada kelompok-kelompok tertentu.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">والحمد لله أولا وآخرا وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين</p>
<p>Diterjemahkan dengan beberapa perubahan dari artikel Syaikh Salim ath Thawil, <em>Da’watul Kuffar Ribhun wa Da’watul Muslimin Ra-sul Maal</em>.</p>
<p>Penyusun: Muhammad Nur Ichwan Muslim</p>
<p>Artikel <a href="https://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
 