
<p><strong>Mengapa Bukan Nabi Ayub?</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Kita sudah hafal, nabi ulul azmi ada 5: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad <em>’alaihimus shalatu was salam.</em> Dan inilah pendapat yang kuat berdasarkan keterangan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Abi Hatim.</p>
<p>Dalam al-Quran, salah satu bimbingan yang Allah perintahkan kepada Nabi-Nya, Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah beliau bersabar sebagaimana sabarnya ulul azmi.</p>
<p class="arab">فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ</p>
<p><em>Bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati para rasul ulul azmi dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.</em> (QS. Al-Ahqaf: 35).</p>
<p>Nabi Ayub, kita semua telah mengetahui kisahnya. Mendengar namanya, teringat kata sabar.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, mengapa beliau tidak termasuk dalam daftar para ulul azmi? Padahal Allah perintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencontoh kesabaran mereka.</p>
<p>Di sinilah kita memahami, kesabaran ada dua,</p>
<ol>
<li>Kesabaran fisik – zahir</li>
<li>Kesabaran psikis – batin</li>
</ol>
<p>Kesabaran nabi ayub karena ujian sakit dan miskim adalah kesabaran fisik, lahiriyah.</p>
<p>Kesabaran ulul azmi dalam dakwah adalah kesabaran psikis, batin.</p>
<p>Kesabaran karena ujian dakwah, lebih tinggi tingkatannya dari pada kesabaran karena ujian fisik.</p>
<p>Kesabaran ujian fisik tidak ada pilihan lain, selain bersabar. Karena orang yang mendapat ujian fisik, baik dia bersabar maupu tidak bersabar, ujian fisik itu akan tetap melekat pada dirinya.</p>
<p>Berbeda dengan kesabaran karena ujian dakwah. Kesabaran ini menuntut adanya pilihan, antara bersabar ataukah ikut arus masa yang tidak karuan. Jika dia tidak bersabar, maka pilihannya adalah hilangnya dakwah.</p>
<p>Terima kasih kepada para dai ahlus sunah, yang sabar mendidik umat dalam menegakkan tauhid dan sunah. Sekalipun nama baik anda harus diinjak-injak para pembela kebatilan. Hanya Allah yang bisa membalas kesabaran anda…</p>
 