
<p><span lang="id-ID">Sebagaimana kita ketahui bahwa jama’ah haji Indonesia ada dua gelombang keberangkatan, gelombang pertama tiba di Madinah dahulu baru mereka berhaji berangkat dari Madinah, sedangkan gelombang kedua mereka langsung menuju Mekkah dari Indonesia. Berbeda tempat berangkat haji, maka miqat jama’ah haji Indonesia ada dua berdasarkan gelombang keberangkatan.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><span lang="id-ID">G</span>elombang haji pertama<span lang="id-ID">: Jama’ah </span>menuju <span lang="id-ID">ke </span>Madinah <span lang="id-ID">terlebih </span>dahulu</span></h4>
<p><span lang="id-ID">M</span>iqat mereka adalah miqat penduduk Madinah yaitu <em>Dzul Hulai-fah </em>/ <em>Bi’r ‘Ali</em>.<span lang="id-ID"> Karena mereka berhenti dahulu di Madinah dan menetap sementara di sana sehingga mereka berihram dari miqat penduduk Madinah</span></p>
<p><span lang="id-ID">Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span><span lang="id-ID"> telah menetapkan tempat-tempat miqat, beliau bersabda:</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Arial;"><span lang="ar-SA">هن لهن ولمن أتى عليهن من غير أهلهن ممن يريد الحج أو العمرة</span></span></p>
<p>“<span lang="id-ID"><i>Miqat-miqat tersebut adalah untuk penduduknya dan orang-orang selain penduduknya yang datang melaluinya, dari orang-orang yang hendak berhaji atau berumrah” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Al Bukhari- Muslim).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Gelombang kedua<span lang="id-ID">:</span> <span lang="id-ID">Jamaah </span>yang langsung terbang <span lang="id-ID">menuju </span>Mekkah</span></h4>
<p>Miqatnya adalah di <em>Yalamlam</em>, karena ini <span lang="id-ID">arah </span>yang sejajar bagi penduduk Indonesia dari arah tanah air. <span lang="id-ID">Ketika melewati daerah miqat ini jama’ah haji masih berada di atas pesawat sehingga jamaah haji harus </span> berihram di atas <span lang="id-ID">p</span>esawat<span lang="id-ID">. Awak pesawat mengumumkannya satu jam a</span><span lang="id-ID">tau setengah jam sebelum tiba di atas miqat atau di tempat yang sejajar dengan miqat, agar jama’ah haji bersiap-siap untuk berihram. </span></p>
<p><span lang="id-ID">Miqat di atas pesawat, maka kita pilih yang sejajar dengan daerah tersebut. Ini sesuai hadits dengan arahan para ulama. Penduduk Kufah dan Bashrah mendatangi Amirul Mukminin Umar bin Khattab <em>radhiallahu ‘anhu</em> dan mereka berkata, </span>“<em><span lang="id-ID">Wahai amirul mukminin sesungguhnya Nabi </span><span lang="id-ID">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em><span lang="id-ID"><em> telah menetapkan miqat bagi penduduk Najed yaitu Qarnul Manazil, sesunggunya ia jauh dari Jalan kami</em>”.</span></p>
<p><span lang="id-ID">Maka Umar </span><span lang="id-ID"><i>radhiallahu ‘anhu</i></span><span lang="id-ID"> berkata, </span>“<span lang="id-ID"><em>Perhatikanlah daerah yang sejajar dengan jalan kalian (itulah miqat)</em>”.</span></p>
<p><span lang="id-ID">Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan, </span>“<span lang="id-ID">Maka ini dalil bahwa jika manusia sudah sejajar dengan miqat, baik dengan jalan darat, laut atau udara maka wajib berihram ketika sejajar dengan miqat.” (<em>Majmu’ Fatawa wa Rasa’il syaikh Al-‘Utsaimin</em>, 21/331)</span></p>
<p><span lang="id-ID">Adapun berihram dari Jeddah, maka ini adalah kesalahan karena Jeddah bukan tempat Miqat. Jeddah adalah daerah terletak antara miqat dan Mekkah, sehingga penduduk jeddah berihram dari rumah mereka. </span></p>
<p><span lang="id-ID">Berdasarkan hadits,</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Arial;"><span lang="ar-SA">وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ ، حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ</span></span></p>
<p><span lang="id-ID"><i>“Sedangkan mereka yang berada di dalam batasan miqat (antara miqat dan Mekkah), maka dia memulai dari kediamannya, dan bagi penduduk Mekkah, mereka memulainya dari di Mekkah (rumah mereka)” </i></span><span lang="id-ID">(HR. </span>Al Bukhari no. 1524 dan Muslim no. 1181).</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><b>Catatan:</b></p>
<p><span lang="id-ID">B</span>erihram adalah niat masuk ke manasik haji, tidak mesti berpakaian ihram <span lang="id-ID">tepat sekali </span>ketika pas di miqat, sehingga sebelum naik pesawat memakai pakaian ihram tidak<span lang="id-ID">lah menjadi</span> masalah<span lang="id-ID">. Yang menjadi masalah adalah ketika sudah melewati daerah miqat dan belum memakai pakaian ihram.</span></p>
<p>***</p>
<p><span lang="id-ID">@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar</span></p>
<p><span lang="id-ID">Penyusun: dr. Raehanul Bahraen</span></p>
<p><span lang="id-ID">Artikel Muslim.or.id</span></p>
 