
<p><span style="font-weight: 400;">Secara bahasa </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> bermakna asap. Lantas dukhon yang bagaimana yang menjadi salahsatu tanda kiamat? Apakah asap meteor seperti kata seorang penceramah akhir zaman? Atau asap gunung meletus atau asap yang bagaimana?</span></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Pembicaraan Mengenai Hari Kiamat</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika sahabat Hudzaifah bin Usaid dan sejumlah sahabat lainnya, sedang ngobrol tentang hari kiamat, Nabi ﷺ datang mendekati mereka, kemudian menanyakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﻣﺎ ﺗﺬﻛﺮﻭﻥ؟</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sedang mengingat apa kalian?”</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﻧﺬﻛﺮ اﻟﺴﺎﻋﺔ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami sedang bersama mengingat tentang hari kiamat…” Jawab Hudzaifah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengingat tema yang sedang diobrolkan tentang kiamat, ini menjadi mementum yang pas bagi Nabi ﷺ menyampaikan ilmu tentang hari kiamat. Beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﺇﻧﻬﺎ ﻟﻦ ﺗﻘﻮﻡ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭا ﻗﺒﻠﻬﺎ ﻋﺸﺮ ﺁﻳﺎﺕ، ﻓﺬﻛﺮ اﻟﺪﺧﺎﻥ، ﻭاﻟﺪﺟﺎﻝ، ﻭاﻟﺪاﺑﺔ، ﻭﻃﻠﻮﻉ اﻟﺸﻤﺲ ﻣﻦ ﻣﻐﺮﺑﻬﺎ، ﻭﻧﺰﻭﻝ ﻋﻴﺴﻰ ﺑﻦ ﻣﺮﻳﻢ، ﻭﻳﺄﺟﻮﺝ ﻭﻣﺄﺟﻮﺝ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﺧﺴﻮﻑ، ﺧﺴﻒ ﺑﺎﻟﻤﺸﺮﻕ، ﻭﺧﺴﻒ ﺑﺎﻟﻤﻐﺮﺏ، ﻭﺧﺴﻒ ﺑﺠﺰﻳﺮﺓ اﻟﻌﺮﺏ، ﻭﺁﺧﺮ ﺫﻟﻚ ﻧﺎﺭ ﺗﻄﺮﺩ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﻣﺤﺸﺮﻫﻢ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Kalian tidak akan pernah melihat hari kiamat sehingga kalian melihat 10 pertandanya. Yaitu </span></i><b><i>munculnya Dukhon (asap)</i></b><i><span style="font-weight: 400;">, Dajjal, dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Yajuj Majuj, tiga musibah terbenamnya tanah yaitu di tanah Timur, di tanah barat dan di Jazirah Arab dan akhir dari pertanda kiamat tersebut adalah terdapat api yang menggiring umat manusia pada tempat di mereka bangkitkan”.</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadis inilah penafsir atau penjelas untuk ayat,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">يَغۡشَى ٱلنَّاسَۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٞ</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas. yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih</span></i><span style="font-weight: 400;">. (QS. Ad-Dukhan: 10 – 11)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(Lihat penjelasannya di Tafsir Ibnu Katsir 7/245- 247, Tafsir Qurtubi 19/105-107)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Secara bahasa </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> bermakna asap. Lantas dukhon yang bagaimana yang menjadi salahsatu tanda kiamat? Apakah asap meteor seperti kata seorang penceramah akhir zaman? Atau asap gunung meletus atau asap yang bagaimana?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mari kita bahas di sini pada pembaca yang dimuliakan Allah…</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/50753-ciri-khas-umat-muhammad-pada-hari-kiamat-ghurrah-dan-tahjiil-bag-1.html"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Ciri Khas Umat Muhammad pada Hari Kiamat: Ghurrah dan Tahjiil</span></a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Perbedaan Pendapat Ulama</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada perbedaan pendapat ulama tentang dukhon yang dimaksud :</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Pertama</b><b>, kabut yang menimpa kaum Quraisy.</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Yaitu kabut yang terjadi saat mereka ditimpa kekeringan dan kelaparan, karena doa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, disebabkan kesombongan mereka kepada ajaran Allah. Ketika mereka melihat ke langit, tergambar di mata mereka seakan berkabut, akibat lapar yang sangat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat ini dipilih oleh sahabat Ibnu Mas’ud. Kemudian diikuti oleh sejumlah ulama. (Tafsir Ibnu Katsir 7/247)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dinilai kuat oleh Imam Ibnu Jarir At-Thobari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Bukhari menyebutkan riwayat sahabat Ibnu Mas’ud tentang ini. Ketika seorang dari Kindah berbicara tentang </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;">, “Nanti di hari kiamat akan muncul </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang akan menulikan pendengaran orang-orang munafik dan membutakan mata mereka.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mendengar ucapan ini, sahabat Ibnu Mas’ud marah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">” من علم فليقل، ومن لم يعلم؛ فليقل : الله أعلم؛ فإن من العلم أن يقول لما لا يعلم: لا أعلم؛ فإن الله قال لنبيه : ” </span><b>قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنْ الْمُتَكَلِّفِينَ (86)</b><span style="font-weight: 400;"> ”  [ص: 86] وإن قريشًا أبطؤوا عن الإسلام، فدعا عليهم النبي صلى الله عليه وسلم فقال : ” اللهم أعني عليهم بسبع كسبع يوسف “، فأخذتهم سنة حتى هلكوا فيها، وأكلوا الميتة والعظام، ويرى الرجل ما بين السماء والأرض كهيئة الدُّخان.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Siapa yang tahu ilmunya, silahkan bicara. Namun siapa tidak tahu, maka katakan saja “</span><i><span style="font-weight: 400;">Allahua’lam</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Allah lebih yang tahu)”. Karena Allah pernah berfirman kepada NabiNya,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Shad : 86)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dahulu orang-orang Quraisy lambat menerima Islam. Lantas Nabi ﷺ mendoakan keburukan untuk mereka.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Ya Allah tolonglah aku atas perlawanan mereka dengan masa paceklik yang pernah menimpa Nabi Yusuf.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akibat doa ini, mereka ditimpa kekeringan dan kelaparan selama satu tahun. Sampai membinasakan mereka. Mereka sampai memakan bangkai dan tulang belulang. Orang-orang ketika itu, memandangi langit seperti kabut.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kesimpulannya menurut pendapat ini, </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah asap berupa khayalan di pandangan mata saja. Bukan asap yang nyata.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Kedua</b><b>, asap tanda kiamat yang akan muncul mendekati kiamat.</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat ini dipegang oleh Ibnu Abbas dan sebagian sahabat dan taabi’in.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Ibnu Abi Mulaikah, dia berkata, “Suatu hari, aku menemui Ibnu Abbas di waktu pagi. Dia berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ما نمت الليلة حتى أصبحت</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Aku tidak tidur tadi malam hingga subuh.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aku bertanya, “Mengapa?”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau bercerita,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">طلع الكوكب ذو الذنب، فخشيت أن يكون الدُّخان قد طرق، فما نمت حتى أصبحت</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bintang berekor telah terbit. Aku khawatir </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhan</span></i><span style="font-weight: 400;"> telah muncul. Ini yang membuatku tidak bisa tidur hingga subuh.” (HR. Hakim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan status riwayat di atas sebagai riwayat yang shahih,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وهذا إسنادُ صحيح إلى ابن عباس حبر الأمة، وترجمان القرآن، وهكذا قول من وافقه من الصحابة والتابعين أجمعين، مع الأحاديث المرفوعة من الصحاح والحسان وغيرها</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ini adalah sanad yang shahih sampai kepada Ibnu Abas tintanya umat, penerjemah Al-Qur`an. pendapat ini juga disepakati oleh sejumlah sahabat dan tabi’in. Didukung oleh hadits-hadits </span><i><span style="font-weight: 400;">shahih</span></i><span style="font-weight: 400;"> maupun </span><i><span style="font-weight: 400;">hasan</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan lainnya.” (Tafsir Ibnu Katsir 7/249)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44134-kenapa-seseorang-lari-dari-istri-anak-dan-ayah-ibunya-di-hari-kiamat.html" data-darkreader-inline-color="">Kenapa Seseorang Lari dari Anak, Istri, dan Orang Tuanya di Hari Kiamat?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Pendapat yang Rajih</b></span></h2>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahua’lam,</span></i><span style="font-weight: 400;"> pendapat yang kuat adalah pendapat kedua. </span><i><span style="font-weight: 400;">Dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah asap yang akan muncul sebelum tiba hari kiamat, sebagai tanda kiamat besar. Alasannya adalah berikut :</span></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>[1] firman Allah ta’ala,</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">يَغۡشَى ٱلنَّاسَۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٞ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Kabut itu meliputi seluruh manusia. Inilah azab yang pedih.” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Ad-Dukhon: 11)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah mengabarkan dalam ayat ini, kabut tersebut akan meliputi seluruh manusia. Jika kabut itu hanya menimpa kaum Quraisy, maka tidak disebut meliputi seluruh manusia. Karena hanya menimpa sekelompok orang saja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana keterangan dari Imam Ibnu Katsir rahimahullah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">يَغْشَى النَّاسَ ” أي : يتغشَّاهم ويعمُّهم، ولو كان أمرًا خياليًا يخصُّ أهل مكة المشركين؛ لما قيل فيه : “</span><b>يَغْشَى النَّاسَ</b><span style="font-weight: 400;">”</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Kabut itu meliputi manusia</span></i><span style="font-weight: 400;">.” Maksudnya meliputi seluruh mereka dan menimpa manusia pada umumnya. Kalau seandainya yang dimaksud dukhon itu hanyalah asap khayalan yang menimpa kaum musyrikin penduduk Makkah saja, maka tentu tidak akan disebut meliputi manusia. (Tafsir Ibnu Katsir 7/249-250)</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">[2] Nabi ﷺ menyebut <i>dukhon</i> sebagai tanda kiamat besar.</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﺇﻧﻬﺎ ﻟﻦ ﺗﻘﻮﻡ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭا ﻗﺒﻠﻬﺎ ﻋﺸﺮ ﺁﻳﺎﺕ، ﻓﺬﻛﺮ اﻟﺪﺧﺎﻥ، ﻭاﻟﺪﺟﺎﻝ، ﻭاﻟﺪاﺑﺔ، ﻭﻃﻠﻮﻉ اﻟﺸﻤﺲ ﻣﻦ ﻣﻐﺮﺑﻬﺎ، ﻭﻧﺰﻭﻝ ﻋﻴﺴﻰ ﺑﻦ ﻣﺮﻳﻢ، ﻭﻳﺄﺟﻮﺝ ﻭﻣﺄﺟﻮﺝ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﺧﺴﻮﻑ، ﺧﺴﻒ ﺑﺎﻟﻤﺸﺮﻕ، ﻭﺧﺴﻒ ﺑﺎﻟﻤﻐﺮﺏ، ﻭﺧﺴﻒ ﺑﺠﺰﻳﺮﺓ اﻟﻌﺮﺏ، ﻭﺁﺧﺮ ﺫﻟﻚ ﻧﺎﺭ ﺗﻄﺮﺩ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﻣﺤﺸﺮﻫﻢ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kalian tidak akan pernah melihat hari kiamat sehingga kalian melihat 10 pertandanya. Yaitu </span><b>munculnya d</b><b><i>ukhon</i></b><b> (asap)</b><span style="font-weight: 400;">, Dajjal, dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Yajuj Majuj, tiga musibah terbenamnya tanah yaitu di tanah Timur, di tanah barat dan di Jazirah Arab dan akhir dari pertanda kiamat tersebut adalah terdapat api yang menggiring umat manusia pada tempat di mereka bangkitkan”. (HR. Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menunjukkan kemunculan </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;">, terjadi saat mendekati Kiamat.</span></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>[3] dalam Al-Qur’an diterangkan, bahwa asap tersebut berupa asap yang nyata, bukan sekedar khayalan.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas. (QS. Ad-Dukhan: 10)</span></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>[4] hadis tentang kisah Ibnu Shoyyad.</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam Shahih Bukhori dan Shahih Muslim disebutkan kisah Rasulullah ﷺ dengan seorang dukun beragama Yahudi bernama Ibnu Shoyyad. Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إني خبأت لك خبئًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya aku menyembunyikan sesuatu untukmu.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Shoyyad menanggapi,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">هو الدُّخ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yang Anda sembunyikan adalah dukh (asap).”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اخسأ؛ فلن تعدو قدرك</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Tetaplah di tempatmu. Kamu tidak akan melampaui batasmu.</span></i><span style="font-weight: 400;">“</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian Nabi ﷺ membacakan ayat,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas.</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Ad-Dukhan: 10)</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">(HR. Muttafaqun ‘Alaihi).</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dijelaskan oleh hadis serta ayat yang dibaca oleh Nabi di atas, bahwa tanda kiamat berupa </span><i><span style="font-weight: 400;">dukhon</span></i><span style="font-weight: 400;"> masih ditunggu. Ini menunjukkan tanda ini belum tiba di saat Nabi bersabda ini. Lebih-lebih lagi, kisah ini terjadi setelah hijrahnya Nabi ke kota Madinah. Ini menunjukkan bahwa pendapat pertama di atas, kurang tepat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diterangkan dalam kitab Al-‘Aqoid As-Salafiyah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وأما ما فسر به ابن مسعود رضى الله عنه ؛ فإن ذلك من كلامه، والمرفوع مقدم على كل موقوف</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Adapun penafsiran yang disebutkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, itu adalah pendapat beliau. Dan hadis Nabi, lebih berhak didahulukan daripada pendapat sahabat.” (Al-‘Aqoid As-Salafiyah Bi Adillatiha An-Naqliyah Wal ‘Aqliyah, 2/469)</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42830-sering-terjadi-gempa-pertanda-kiamat.html" data-darkreader-inline-color="">Sering Terjadi Gempa, Pertanda Kiamat?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/37505-tanda-kiamat-munculnya-gunung-emas.html" data-darkreader-inline-color="">Tanda Kiamat: Munculnya Gunung Emas</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahua’lam bis showab.</span></i></p>
<p><strong>Ditulis oleh : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://thehumairo.com/about-me" data-darkreader-inline-color="">Ahmad Anshori</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Referensi</b><span style="font-weight: 400;"> :</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir, Abul Fida’ Ismail bin Umar. </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adhiim / Tafsir Ibnu Katsir.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Tahqiq : Sami bin Muhammad As-Salamah. Cetakan kedua 1420 H / 1999 M. Riyadh – KSA : Dar Thoyyibah.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Al-Qurtubi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr.  </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Jami’ Li Ahkaamil Quran / Tafsir Qurtubi.  </span></i><span style="font-weight: 400;">Tahqiq: Dr. Abdullah At-Turki.  Cetakan pertama 1434 H / 2013 M.  Damaskus – Suriah : Muassasah Al-Risalah.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Ali Buthomi Al-Bangholi, Ahmad bin Hajar.  </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-‘Aqoid As-Salafiyah Bi Adillatiha An-Naqliyah Wal ‘Aqliyah</span></i><span style="font-weight: 400;">.  Cetakan pertama 1415 H / 1994 M.  Dar Al-Qotriyah.</span>
</li>
</ul>
<p> </p>
 