
<p><strong>MENGKONSUMSI PIL PENCEGAH HAIDH AGAR BISA BERPUASA BERSAMA ORANG-ORANG LAINNYA</strong></p>
<p>Oleh<br>
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta</p>
<p>Pertanyaan<br>
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Saya mengkonsumsi pil-pil pencegah haidh di bulan Ramadhan, apakah boleh bagi saya untuk berpuasa pada hari-hari saya mengkonsumsi pil tersebut di bulan Ramadhan ? Sementara yang saya lakukan, tetap berpuasa dan shalat bersama orang-orang lainnya, apakah dengan begitu saya berdosa. ?</p>
<p>Jawaban<br>
Boleh bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi sesuatu yang dapat menunda datangnya haidh agar dapat melaksanakan haji atau umrah atau puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Anda tidak diharuskan untuk mengqadha hari-hari puasa yang telah Anda lakukan bersama-sama yang lainnya dengan mengkonsumsi pil pencegah haidh.</p>
<p>[Majalah Al-Buhuts Al-Islmiyah, 22/62]</p>
<p><strong>HUKUM MENCICIPI MAKANAN KETIKA BERPUASA</strong></p>
<p>Pertanyaan<br>
Apa hukumnya mencicipi makanan bagi wanita yang berpuasa di siang hari Ramadhan.?</p>
<p>Jawaban<br>
Boleh melakukan hal itu untuk suatu keperluan akan tetapi ia harus membuang (meludahkan) kembali apa yang dicicipinya itu</p>
<p>[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, hal 263- 270, Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]</p>
 