
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Apakah disunnahkan menutup kedua telinga dengan jari ketika iqamah?</em></p>
<p><em>(Mukhlish, Madinah)</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Pendapat yang rajih dari 2 pendapat ulama bahwa menutup telinga dengan jari hanya disunnahkan ketika adzan, sebagaimana dalam hadist Abu Juhaifah<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau berkata:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">رأيت بلال يؤذن ويدور ويتبع فاه هاهنا وهاهنا وإصبعاه في أذنيه</p>
<p>“Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan, memutarkan dan mengikutkan mulutnya ke arah sana dan sana, sedangkan kedua jarinya berada di kedua telinganya.” (HR. At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)</p>
<p>Berkata At-Tirmidzy:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وعليه العمل عند أهل العلم يستحبون أن يدخل المؤذن إصبعيه في أذنيه في الأذان</p>
<p>“Inilah yang diamalkan menurut para ulama, mereka menganjurkan supaya muaddzin memasukkan dua jari di dalam kedua telinganya ketika mengumandangkan adzan.” (<em>Sunan At-Tirmidzy</em> 1/377)</p>
<p>Dan hikmah menutup telinga dengan jari diantaranya adalah mengumpulkan suara sehingga suara keluar lebih keras. (<em>Mugny Al-Muhtaj</em> 1/213, <em>Al-Mubdi’ Syarh Al-Muqni’</em> 1/284).</p>
<p>Adapun iqamah maka tidak memerlukan suara yang keras karena tujuannya hanyalah pemberitahuan kepada yang hadir di masjid bahwa shalat akan segera ditegakkan (Lihat <em>Al-Majmu’</em> 3/117)</p>
<p><strong>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</strong></p>
<p><strong>Wallahu a’lam.</strong></p>
<p><strong>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</strong></p>
 